Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

BAHAYA! Patahan Raksasa di Sulawesi Mengancam, Tsunami Besar Mengintai

Zakaria • Senin, 13 April 2026 | 18:12 WIB
Peta Pulau Sulawesi
Peta Pulau Sulawesi

 RADAR KUDUS - Teka-teki di balik kedahsyatan tsunami Palu tahun 2018 akhirnya menemui titik terang. Sebuah studi terbaru mengungkap keberadaan patahan raksasa di bawah bumi Sulawesi yang memiliki potensi memicu gelombang tsunami kolosal di masa depan.

Penemuan ini dipublikasikan oleh Tang Tingwei, peneliti dari Institute of Geology and Geophysics di Chinese Academy of Sciences. Menggunakan teknologi sinyal sensor mutakhir, tim peneliti berhasil mengidentifikasi bahwa Patahan Palu-Koro ternyata memanjang hingga ke dasar laut dan membelah kerak Bumi di kedalaman samudera.

Baca Juga: Gempa M7,6 Guncang Sulut–Malut, Prabowo Instruksikan BNPB Bergerak Cepat

Jembatan Maut di Bawah Laut

Temuan ini mengubah peta risiko bencana di wilayah tersebut. Patahan di garis pantai Sulawesi kini diketahui tersambung langsung ke sistem tektonik di lautan luas. Kondisi ini memungkinkan guncangan di daratan memicu reaksi berantai yang jauh lebih besar di laut.

Secara geologis, area di bawah Laut Sulawesi memiliki karakteristik yang unik sekaligus berbahaya:

Jawaban Atas Tragedi 2018

Penemuan ini sekaligus menjawab anomali pada peristiwa gempa Palu 28 September 2018. Kala itu, tsunami setinggi 11 meter menghantam pesisir barat Sulawesi, sebuah fenomena yang sempat membingungkan para ahli.

Secara umum, patahan dengan pergerakan menyamping (strike-slip) seharusnya tidak memicu tsunami besar karena volume air yang terangkat biasanya kecil. Namun, temuan Tang Tingwei menjelaskan bahwa patahan dalam ini membuat dasar laut "membengkok" dan turun secara drastis saat terjadi pergeseran.

Baca Juga: 93 Gempa Susulan Guncang Sulut–Malut, BMKG Ingatkan Risiko Belum Usai

Ancaman 'Supershear'

Selain struktur patahan, faktor kecepatan juga menjadi kunci. Gempa Palu dikategorikan sebagai fenomena supershear, di mana patahan runtuh dengan kecepatan sangat tinggi.

"Kecepatan ini membuat kerusakan akibat gempa berdampak lebih luas di sepanjang patahan, menjangkau hingga sistem yang ada di Laut Sulawesi," tulis laporan tersebut.

Dengan terungkapnya koneksi antara sesar darat dan laut ini, para ahli memperingatkan bahwa gempa di daratan Sulawesi memiliki risiko ganda: tidak hanya menghancurkan bangunan di darat, tetapi juga mampu menggerakkan dasar laut secara ekstrem yang memicu tsunami raksasa. (*)

Editor : Zakaria
#tsunami palu #bencana alam #sulawesi #gempa bumi #bmkg