RADAR KUDUS – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan beredarnya foto dan video deretan sepeda motor listrik berjenis trail dengan logo Badan Gizi Nasional (BGN).
Keberadaan kendaraan operasional dalam jumlah besar ini memicu diskusi publik terkait urgensi, fungsi teknis, hingga besaran anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bukan sekadar kendaraan hobi, motor listrik ini dipersiapkan sebagai alat kerja vital bagi para petugas lapangan.
Baca Juga: Misteri "Drone" Laut di Perairan Lombok: Penemuan UUV Beraksara Asing Gegerkan Nelayan Utara
Secara spesifik, kendaraan ini akan digunakan oleh para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.
Mengingat topografi Indonesia yang beragam, pemilihan model trail dinilai strategis untuk memastikan para petugas mampu menjangkau daerah-daerah terpencil dengan akses jalan yang sulit.
Motor-motor ini nantinya berfungsi untuk memantau distribusi makanan, melakukan supervisi kualitas gizi di dapur umum, hingga memastikan program MBG tepat sasaran sampai ke tangan penerima manfaat.
Berdasarkan data yang dihimpun, rencana awal pengadaan kendaraan operasional ini ditargetkan sebanyak 25.000 unit pada tahun anggaran 2025. Hingga saat ini, realisasi fisik yang sudah tersedia mencapai 21.801 unit.
Meskipun unit-unit tersebut sudah mulai terlihat di beberapa titik penyimpanan, pihak BGN menegaskan bahwa seluruh kendaraan masih dalam tahap proses administrasi.
Status kendaraan tersebut saat ini sedang dicatat sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum nantinya didistribusikan secara resmi ke unit pelayanan di tiap daerah.
Kendaraan listrik yang menarik perhatian tersebut diduga kuat mengarah pada seri premium, seperti Emmo JVH Max dan Emmo JVX GT.
Motor listrik tipe *trail* ini dikenal memiliki daya tahan baterai dan torsi yang mumpuni untuk medan berat (off-road).
Namun, yang paling menjadi sorotan adalah nilai investasinya. Dengan kisaran harga per unit mencapai Rp48 juta hingga Rp56 juta, total nilai pengadaan untuk 21.801 unit ini diperkirakan menembus angka Rp1 triliun hingga Rp1,2 triliun.
Angka yang fantastis ini diharapkan berbanding lurus dengan efisiensi pengawasan program gizi nasional di masa depan.
Pemerintah menekankan bahwa penggunaan motor listrik ini juga merupakan bagian dari komitmen transisi energi menuju kendaraan ramah lingkungan (elektrifikasi).
Baca Juga: “Tembok Ratapan Solo” Muncul di Roblox, Replika Rumah Jokowi Diserbu Pemain Game
Dengan menggunakan motor listrik, biaya operasional jangka panjang diharapkan lebih hemat dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM).
Meski demikian, publik tetap didorong untuk mengawasi penggunaan aset negara ini agar benar-benar digunakan sesuai fungsinya dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis kini turut bergantung pada mobilitas para petugas SPPG yang didukung oleh armada triliunan rupiah tersebut. (*)
Editor : Ghina Nailal Husna