Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mentan Amran: Stok Beras Nasional Capai 4,6 Juta Ton, Cukup untuk 11 Bulan

Anita Fitriani • Rabu, 8 April 2026 | 07:34 WIB
Ilustrasi beras
Ilustrasi beras

 

 

RADAR KUDUS — Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan stok pangan beras nasional dalam kondisi sangat aman jelang puncak musim kemarau akibat El Nino. Berdasarkan data terbaru per 7 April 2026, cadangan beras pemerintah mencapai 4,6 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga sekitar 10–11 bulan ke depan. 

Mentan Amran menyebut total stok beras secara nasional, yang mencakup stok Perum Bulog, stok masyarakat dan padi siap panen (standing crop), mencapai sekitar 28 juta ton.

Dengan pola konsumsi rata‑rata sekitar 2,59–2,6 juta ton per bulan, ketersediaan tersebut diperhitungkan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat tanpa mengalami defisit signifikan meski diproyeksikan terjadi gangguan iklim El Nino dalam beberapa bulan mendatang. 

Dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI, Amran menjelaskan bahwa capaian 4,6 juta ton cadangan beras pemerintah merupakan buah dari peningkatan produksi dan penyerapan hasil panen yang berjalan optimal di berbagai sentra pertanian.

Baca Juga: Stok Beras Capai 4,5 Juta Ton, Pemerintah Jamin Pasokan Aman di Tengah Ancaman El Nino

Stok di gudang Bulog terus bertambah seiring masuknya hasil panen raya di sejumlah provinsi, sehingga posisi cadangan beras pemerintah jauh melampaui kondisi di tahun‑tahun sebelumnya. 

Kementan juga menekankan bahwa pola produksi beras nasional masih mampu bertahan di kisaran 2–2,6 juta ton per bulan, menyesuaikan dengan kebutuhan konsumsi bulanan.

Selain cadangan beras, total stok pangan nasional yang mencakup berbagai komoditas diyakini mampu menjaga stabilitas harga dan menghindari kelangkaan di tingkat konsumen. 

Pemerintah, melalui Badan Pangan Nasional dan jajarannya, terus memantau perkembangan stok di gudang Bulog, rumah tangga petani, serta lahan produksi untuk memastikan distribusi beras berjalan lancar dan tepat sasaran.

Dengan proyeksi cadangan yang mampu mencukupi kebutuhan hingga 11 bulan, pemerintah menegaskan situasi ketahanan pangan Indonesia saat ini dalam kondisi aman dan tidak perlu memicu kepanikan di masyarakat.

Meski demikian, Mentan mengimbau pelaku usaha dan masyarakat untuk tetap menggunakan beras secara bijak, menghindari penimbunan berlebihan, serta mendukung gerakan diversifikasi pangan sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada beras.

Dengan peningkatan produksi, peningkatan cadangan, dan pengelolaan distribusi yang terukur, pemerintah menargetkan ketahanan pangan Indonesia tidak hanya aman dalam jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim dan fluktuasi global.(*) 

Editor : Anita Fitriani
#bahan pangan #beras #stok beras #mentan #stok pangan