Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Perjalanan Terakhir Praka Farizal: Dari Misi PBB ke Penghormatan Negara

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 2 April 2026 | 18:37 WIB
Potret Praka Farizal (Instagram)
Potret Praka Farizal (Instagram)

RADAR KUDUS - Kabar kepulangan jenazah Farizal Rhomadhon menjadi duka yang tidak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga bangsa. Prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon itu dijadwalkan tiba di Indonesia pada akhir pekan ini, setelah melalui serangkaian prosesi militer yang diatur oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Peristiwa ini bukan sekadar kabar kepulangan jenazah seorang prajurit. Lebih dari itu, ini adalah potret nyata risiko yang dihadapi tentara Indonesia dalam menjalankan mandat global sebagai penjaga perdamaian dunia.


Upacara Militer di Lebanon dan Prosedur PBB

Di Beirut, prosesi pelepasan jenazah dilakukan secara militer oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, sebagai bentuk penghormatan terhadap prajurit yang gugur dalam tugas internasional. Seluruh tahapan pemulangan, mulai dari administrasi hingga transportasi, sepenuhnya berada dalam kendali PBB.

Jenazah diberangkatkan dari Lebanon pada Jumat waktu setempat. Dalam perjalanan menuju Indonesia, pesawat akan transit terlebih dahulu di Turki sebelum melanjutkan penerbangan ke Jakarta. Skema ini merupakan prosedur standar dalam pemulangan personel misi perdamaian dari kawasan konflik.


Penyambutan Kenegaraan di Jakarta

Setibanya di Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, jenazah akan disambut dengan prosesi kenegaraan. Ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penghormatan negara terhadap prajurit yang gugur saat mengemban tugas internasional.

Dalam konteks ini, peran Indonesia dalam misi perdamaian dunia memang tidak kecil. TNI dikenal sebagai salah satu kontributor aktif dalam berbagai operasi penjaga perdamaian, termasuk di Lebanon melalui misi UNIFIL.


Menuju Yogyakarta: Duka di Kampung Halaman

Setelah prosesi di Jakarta, jenazah akan diberangkatkan ke daerah asalnya di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di sana, keluarga telah menunggu dalam suasana duka yang mendalam.

Rencana awal, almarhum akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giripeni. Namun, keputusan final tetap berada di tangan keluarga, yang memiliki hak penuh menentukan lokasi peristirahatan terakhir.


Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan pengorbanannya, almarhum mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa dari Prajurit Kepala menjadi Kopral Dua. Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan institusional dalam tubuh TNI bagi prajurit yang gugur dalam tugas negara.

Kenaikan pangkat tersebut bukan hanya simbol administratif, tetapi juga pengakuan atas dedikasi dan keberanian yang telah ditunjukkan selama menjalankan misi.


Risiko Nyata di Balik Misi Perdamaian

Angle yang sering luput dari perhatian publik adalah kenyataan bahwa misi perdamaian tidak selalu berada di zona aman. Wilayah seperti Lebanon masih memiliki dinamika konflik yang kompleks, meskipun berada dalam pengawasan internasional.

Dalam kajian keamanan global, misi seperti yang dijalankan di bawah mandat PBB sering kali berada di wilayah “semi-konflik”—di mana potensi ancaman tetap ada, meski tidak selalu dalam bentuk perang terbuka.

Bagi prajurit seperti Farizal, tugas ini bukan sekadar penugasan biasa. Ini adalah kombinasi antara diplomasi, stabilisasi keamanan, dan kesiapan menghadapi risiko tak terduga.


Indonesia dan Diplomasi Militer Global

Keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian dunia bukan hanya soal kontribusi militer, tetapi juga bagian dari diplomasi internasional. Melalui pengiriman pasukan, Indonesia menunjukkan komitmen terhadap stabilitas global sekaligus memperkuat posisi di mata dunia.

Namun, di balik kontribusi tersebut, ada harga yang harus dibayar. Gugurnya prajurit menjadi pengingat bahwa diplomasi juga memiliki dimensi pengorbanan.


Jejak yang Ditinggalkan

Kisah Praka Farizal bukan hanya tentang seorang prajurit yang gugur. Ini adalah narasi tentang pengabdian, keberanian, dan komitmen terhadap tugas yang melampaui batas negara.

Di kampung halamannya, ia bukan hanya dikenal sebagai tentara, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga dan masyarakat. Kehilangan ini bersifat personal sekaligus nasional.

Pemulangan jenazah Praka Farizal menandai akhir dari sebuah perjalanan panjang, namun juga membuka refleksi lebih luas tentang peran Indonesia di panggung global.

Di tengah sorotan terhadap konflik internasional, kisah ini mengingatkan bahwa di balik misi perdamaian, selalu ada individu yang mempertaruhkan segalanya.

Penghormatan terbaik bukan hanya melalui upacara militer, tetapi juga dengan memahami makna pengabdian yang mereka jalankan.

Editor : Mahendra Aditya
#Praka Farizal Rhomadhon #TNI Lebanon UNIFIL #jenazah prajurit Indonesia #misi perdamaian PBB #berita TNI terbaru