Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Laut Sempat Surut Drastis Usai Gempa, Kini BMKG Pastikan Situasi Berangsur Normal

Ali Mustofa • Kamis, 2 April 2026 | 11:27 WIB
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Maluku Utara (Malut)-Sulawesi Utara (Sulut). (Basarnas)
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Maluku Utara (Malut)-Sulawesi Utara (Sulut). (Basarnas)

RADAR KUDUS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa ancaman tsunami pascagempa bermagnitudo 7,6 yang mengguncang kawasan Maluku Utara dan Sulawesi Utara telah berakhir.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/4), bahwa peringatan dini tsunami resmi dihentikan setelah hasil pemantauan menunjukkan kondisi permukaan laut kembali normal.

Peringatan tersebut dinyatakan berakhir pada pukul 09.56 Wita.

Ia menegaskan, pencabutan peringatan dini menjadi langkah penting karena memungkinkan tim gabungan segera bergerak ke wilayah terdampak untuk melakukan penanganan dan pemantauan lanjutan di lapangan.

Sebelumnya, gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 terdeteksi berpusat di laut sekitar 129 kilometer tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 33 kilometer.

Gempa ini tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas deformasi kerak bumi dengan mekanisme patahan naik (thrust fault).

Guncangan terasa cukup kuat di sejumlah daerah, seperti Ternate dengan intensitas V–VI MMI, Manado IV–V MMI, serta beberapa wilayah Gorontalo II–III MMI.

Menyusul kejadian tersebut, BMKG sempat menetapkan status siaga tsunami di wilayah Ternate, Halmahera, dan Bitung, serta status waspada untuk beberapa wilayah lain di Sulawesi Utara.

Berdasarkan data alat pemantau muka air laut, gelombang tsunami sempat tercatat di beberapa titik.

Di Halmahera Barat tinggi gelombang mencapai sekitar 0,3 meter, sementara di Bitung sekitar 0,2 meter. Gelombang juga terpantau di Sidangoli, Minahasa Utara, dan Belang dengan ketinggian di bawah satu meter.

Hingga pukul 09.59 WIB, BMKG mencatat terjadi 40 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar 5,5.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, serta memastikan informasi yang diikuti hanya berasal dari sumber resmi pemerintah.

Sementara itu, setelah gempa terjadi, fenomena surutnya air laut secara tidak biasa sempat dilaporkan di beberapa kawasan pesisir.

Salah satunya terlihat di pesisir Basaan, Kabupaten Minahasa Tenggara.

Dalam unggahan media sosial warga, terlihat air laut menyusut drastis dan menarik perhatian masyarakat setempat yang berkumpul di sekitar pantai untuk mengamati kondisi tersebut.

Meski situasi berangsur kondusif, kewaspadaan warga tetap meningkat sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan dampak lanjutan.

Salah satu warga menyebut masyarakat berharap keadaan tetap aman, namun tetap siaga menghadapi segala kemungkinan.

 
Editor : Ali Mustofa
#kewaspadaan #masyarakat #magnitudo #bmkg #tsunami