Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Masyarakat Diminta Bijak Beli BBM, Bahlil: 50 Liter Cukup

Anita Fitriani • Selasa, 31 Maret 2026 | 21:40 WIB
Bahlil Lahadalia (Foto: Tangkapan layar reels Instagram @bahlillahadalia)
Bahlil Lahadalia (Foto: Tangkapan layar reels Instagram @bahlillahadalia)

 

RADAR KUDUS - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengimbau masyarakat untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) dengan cara yang "wajar dan bijak" di tengah fluktuasi harga minyak global dan dinamika politik di Timur Tengah.

Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah memerlukan dukungan masyarakat untuk menghemat penggunaan energi, sehingga cara pengisian BBM seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan harian, bukan dilakukan secara berlebihan.

Ia memberikan contoh dari pengalaman sebagai mantan sopir angkutan kota, di mana ia menilai pengisian sekitar 50 liter setiap hari sudah cukup untuk aktivitas sehari-hari tanpa perlu mengisi lebih dari itu.

Dalam beberapa pernyataannya, Bahlil mendorong masyarakat untuk tidak terjebak pada pembelian panik atau membeli BBM dalam jumlah yang jauh melebihi kebutuhan, seperti ketika sehari hanya perlu 30–40 liter, tidak perlu menambah hingga puluhan liter di luar kebutuhan.

Baca Juga: Pertamina Ingatkan Masyarakat: Harga BBM Tidak Naik, Jangan Panic Buying

 Ia juga memberi peringatan agar masyarakat tidak antre untuk mendapatkan BBM bersubsidi di SPBU untuk tujuan yang tidak produktif, seperti membeli dalam jumlah besar untuk dijual kembali, karena tindakan ini dapat mengganggu distribusi dan menurunkan daya beli masyarakat yang benar-benar memerlukan.

Bahlil menyatakan bahwa pemerintah tidak memiliki rencana untuk mengurangi kuota atau meningkatkan harga BBM bersubsidi, sehingga diharapkan kebijakan penghematan muncul dari kesadaran masyarakat sendiri.

Dengan demikian, ajakan Bahlil untuk "mengisi 50 liter sudah cukup" bukan sekadar sebuah slogan, melainkan merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam menjaga ketahanan energi nasional, mengurangi beban anggaran subsidi, dan mencegah pemborosan sumber daya alam yang terbatas.

Jika masyarakat dapat merespons ajakan ini dengan mengisi BBM secukupnya, pola konsumsi yang lebih rasional dapat membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas harga energi tanpa harus mengorbankan subsidi bagi kelompok yang paling membutuhkan. (*)

Editor : Anita Fitriani
#Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral #BBM #bahlil #bahan bakar minyak #bahlil lahadalia