RADAR KUDUS – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencatatkan capaian positif dalam penanganan arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Berdasarkan data evaluasi nasional, angka kecelakaan lalu lintas selama periode tersebut mengalami penurunan yang cukup signifikan, yakni sebesar 7,8 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat melakukan peninjauan kesiapan arus balik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung.
Penurunan ini dinilai sebagai prestasi krusial mengingat tantangan yang dihadapi petugas di lapangan jauh lebih berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Yang membuat pencapaian ini menonjol adalah fakta bahwa penurunan angka kecelakaan terjadi di saat volume pergerakan masyarakat justru mengalami kenaikan pesat.
Jenderal Sigit mengungkapkan bahwa jumlah pemudik pada tahun 2026 ini melonjak hingga 20,49 persen dibandingkan tahun 2025.
Jika dikalkulasi, terdapat tambahan sekitar 2,9 juta orang yang melakukan perjalanan mudik tahun ini. Lonjakan ini semula diprediksi akan meningkatkan risiko fatalitas di jalan raya, namun strategi pengamanan yang diterapkan justru memberikan hasil sebaliknya.
"Kami mencatat adanya penurunan angka kecelakaan sebesar 7,8 persen. Ini adalah hal yang positif, mengingat jumlah pemudik kita meningkat sangat signifikan mencapai lebih dari 20 persen atau sekitar 2,9 juta orang tambahan dari tahun lalu," ujar Kapolri dalam keterangannya di Bakauheni.
Kesuksesan menekan angka fatalitas ini tidak lepas dari sinergi antara pengaturan lalu lintas yang ketat dan kedisiplinan para pengguna jalan.
Kapolri secara khusus memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang bertugas tanpa henti di pos-pos pengamanan, serta kepada masyarakat yang mulai sadar akan pentingnya keselamatan berkendara.
"Tentunya saya juga berterima kasih kepada masyarakat dan seluruh anggota yang bisa menjaga agar angka kecelakaan, khususnya terkait fatalitas, ini bisa kita kurangi.
Kolaborasi di lapangan antara Polri, TNI, perhubungan, dan pihak terkait lainnya terbukti sangat efektif," tambahnya.
Beberapa faktor kunci yang diduga menjadi penentu keberhasilan ini antara lain:
Rekayasa Lalu Lintas yang Dinamis: Penerapan one way dan contraflow yang lebih terukur berdasarkan data traffic counting.
Penambahan Fasilitas Rest Area Mengurangi tingkat kelelahan pengemudi yang sering menjadi penyebab utama kecelakaan.
Edukasi Masif: Sosialisasi keselamatan berkendara yang dilakukan jauh sebelum puncak arus mudik dimulai.
Baca Juga: Sisi Lain V BTS: Mengapa Kim Taehyung Disebut Sosok yang Mustahil untuk Tidak Dicintai?
Meski angka kecelakaan menurun, Kapolri tetap menginstruksikan jajarannya untuk tidak lengah, terutama dalam mengawal arus balik menuju Jabodetabek dan kota-kota besar lainnya.
Keamanan di pelabuhan penyeberangan seperti Bakauheni-Merak menjadi prioritas utama untuk mencegah penumpukan kendaraan yang berlebihan.
Pemerintah berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan hingga seluruh pemudik kembali ke kediaman masing-masing dengan selamat, sekaligus menjadi standar baru dalam pengelolaan transportasi massal di masa mendatang. (*)
Editor : Ghina Nailal Husna