Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jaga Ketahanan Energi Pasca-Lebaran: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Ajak Masyarakat Hemat Penggunaan LPG

Ghina Nailal Husna • Jumat, 27 Maret 2026 | 11:09 WIB
Ilustrasi LPG
Ilustrasi LPG

 

RADAR KUDUS – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi mengeluarkan imbauan nasional terkait penghematan konsumsi energi rumah tangga.

Langkah ini diambil sebagai strategi preventif untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah fluktuasi harga komoditas energi di pasar global.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menekankan bahwa perubahan perilaku sederhana dalam kehidupan sehari-hari memiliki dampak akumulatif yang besar bagi ketersediaan pasokan energi negara, khususnya terkait penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Baca Juga: Operasi Kompresi: Militer AS Mengepung, Diplomasi Menekan, Iran di Ambang Batas Sabtu Ini

Dalam keterangannya di sela-sela kunjungan kerja di Colomadu, Jawa Tengah, Kamis (26/03/2026), Bahlil menggarisbawahi pentingnya efisiensi saat memasak.

Ia mengingatkan para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner untuk lebih disiplin dalam mengoperasikan kompor gas.

"Kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah masak jangan kompornya boros. Segera matikan. Ini hal sederhana, tapi kalau dilakukan jutaan rumah tangga, penghematannya sangat signifikan bagi kuota subsidi kita," ujar Bahlil dalam konferensi pers tersebut.

Imbauan ini bukan tanpa alasan. Pemerintah terus berupaya menekan angka impor LPG yang selama ini membebani neraca perdagangan, sembari memastikan bahwa kelompok masyarakat yang berhak tetap mendapatkan akses energi dengan harga terjangkau.

Selain sektor rumah tangga, Menteri Bahlil mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mengkaji berbagai opsi kebijakan efisiensi energi yang lebih luas.

Salah satu wacana yang sedang dipertimbangkan adalah penerapan kembali sistem Kerja dari Rumah (Work From Anywhere/WFA atau WFH) bagi sektor-sektor tertentu.

Langkah ini diproyeksikan dapat:

1. Menekan Konsumsi BBM: Mengurangi mobilitas kendaraan pribadi secara masif di kota-kota besar.

2. Efisiensi Perkantoran: Mengurangi beban penggunaan listrik di gedung-gedung pemerintahan dan swasta.

3. Stabilitas Transportasi: Menjaga kelancaran arus logistik nasional pasca-puncak mudik 2026.

Meskipun mengeluarkan seruan penghematan, Menteri Bahlil memastikan bahwa kondisi ketahanan energi nasional saat ini berada dalam level yang aman dan terkendali.

Ia memberikan jaminan bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), LPG, hingga daya listrik tidak akan mengalami kendala distribusi hingga masa libur Lebaran 2026 berakhir.

Baca Juga: Bus AKAP Dikemudikan Warga Rembang Seruduk Truk Tronton di Pantura Demak, Lalu Lintas Sempat Macet Panjang

"Masyarakat tidak perlu panik. Stok BBM dan LPG kita amankan. Subsidi tetap dijaga setidaknya sampai setelah Lebaran ini.

Namun, sikap bijak dalam menggunakan energi adalah bentuk kolaborasi nyata rakyat dengan pemerintah," tambahnya.

Pemerintah berharap dengan adanya kesadaran kolektif untuk meminimalkan pemborosan energi, stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga meski tantangan energi global terus membayangi sepanjang tahun 2026. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#efisiensi energi #LPG rumah tangga #subsidi energi #konsumsi gas bumi #penghematan listrik #kebijakan WFH #energi nasional 2026 #harga energi global #impor LPG #operasional kompor gas #rumah tangga hemat #stabilitas energi #Colomadu Jawa Tengah #kuota subsidi #kemandirian energi. #hemat energi #menteri esdm #pasokan bbm #ketahanan energi nasional #bahlil lahadalia