Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Prabowo Bicara Blak-blakan: Dunia Tak Akan Lepas dari Perang, Kalau Tak Siap, Kita Bisa Dihabisi

Ali Mustofa • Jumat, 20 Maret 2026 | 15:14 WIB
Ilustrasi Konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. (AI/ChatGPT)
Ilustrasi Konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. (AI/ChatGPT)

RADAR KUDUS – Presiden RI Prabowo Subianto menilai perang merupakan bagian dari perjalanan panjang sejarah umat manusia yang sulit dihindari.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kesiapan pertahanan agar negara tidak lengah di tengah potensi konflik global.

Pernyataan tersebut disampaikan saat ia menjawab pertanyaan terkait kemungkinan terjadinya perang dalam sebuah diskusi bersama pakar dan jurnalis senior di kediamannya di Kabupaten Bogor, yang ditayangkan pada Kamis (19/3/2026).

Menurut Prabowo, kecenderungan manusia untuk menguasai pihak lain menjadi salah satu pemicu utama konflik yang terus berulang.

Dorongan tersebut sering kali berkaitan dengan perebutan sumber daya, wilayah, maupun kepentingan strategis.

“Memang menyedihkan, tetapi sifat manusia cenderung ingin mendominasi yang lain,” ujarnya.

Perang Destruktif, Tapi Harus Diantisipasi

Prabowo menegaskan bahwa perang bersifat merusak dan harus dihindari sebisa mungkin.

Namun, ia mengingatkan bahwa sikap mengabaikan kesiapan justru bisa berakibat fatal bagi suatu negara.

Menurutnya, terlalu mengedepankan idealisme tanpa diimbangi kesiapan pertahanan akan membuat sebuah negara rentan.

Ia juga mengutip pandangan sejarawan Yunani, Thucydides, yang menggambarkan realitas hubungan antarnegara: pihak kuat akan bertindak sesuai kehendaknya, sementara pihak lemah harus menanggung akibatnya.

Siap Perang untuk Menjaga Perdamaian

Selain itu, Prabowo mengangkat pemikiran dari tokoh Romawi, Vegetius, dengan prinsip terkenal Si vis pacem, para bellum, ingin damai, maka harus siap untuk perang.

Ia menilai prinsip tersebut masih relevan hingga kini dan banyak dijadikan dasar oleh negara-negara maju dalam membangun kekuatan militer.

Menurutnya, kesiapan bukan berarti mendorong konflik, melainkan sebagai bentuk pencegahan agar perang tidak terjadi.

Soroti Iran dalam Konflik Global

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung situasi konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Ia menilai Iran sebagai contoh negara yang telah mempersiapkan diri menghadapi konflik dalam jangka panjang.

Menurutnya, Iran telah membangun kesiapan tersebut selama puluhan tahun, termasuk saat menghadapi embargo dan sanksi internasional yang berkepanjangan.

“Iran bertahan meski puluhan tahun dikenai sanksi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesiapan yang matang membuat negara tersebut tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk merespons dalam konflik yang sedang berlangsung.

Editor : Admin
#perang #iran #konflik #manusia