RADAR KUDUS — Keresahan menyelimuti warga Bedreg, Sembego, Maguwoharjo, Sleman, menyusul terjadinya aksi percobaan penculikan anak di lingkungan Masjid Nurul Fallah pada Jumat malam (13/3/2026).
Aksi nekat ini diduga dilakukan oleh komplotan terorganisir yang terdiri dari lima orang dengan pembagian peran yang sistematis.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi para orang tua untuk meningkatkan pengawasan, terutama di tempat ibadah dan keramaian saat jam-jam ibadah berlangsung.
Insiden bermula sekitar pukul 18.20 WIB, sesaat setelah para santri Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) selesai melaksanakan salat Magrib dan berbuka puasa bersama.
Korban, seorang anak perempuan berinisial X yang baru berusia 9 tahun, awalnya didekati oleh orang asing yang mengajaknya berkomunikasi.
Berdasarkan laporan dari Jagawarga setempat, pelaku kemudian membawa korban masuk ke dalam sebuah mobil minibus berwarna hitam.
Namun, aksi tersebut gagal total berkat keberanian korban. Anak perempuan tersebut berontak sekuat tenaga dan berteriak meminta pertolongan kepada warga yang melintas di sekitar mobil.
Karena situasi mulai memanas dan menarik perhatian warga, pelaku panik, melepaskan korban, dan langsung memacu mobilnya melarikan diri.
Informasi yang dihimpun dari para pemuda-mudi masjid mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan.
Komplotan pelaku disinyalir sudah beberapa hari terakhir berada di lingkungan tersebut. Mereka diduga berpura-pura ikut berbuka puasa dan melaksanakan salat Magrib di Masjid Nurul Fallah untuk memantau situasi dan mencari target yang lemah.
Hasil investigasi sementara mencatat pembagian peran komplotan yang sangat rapi:
- Eksekutor: Dua orang bersiaga di dalam mobil minibus hitam.
- Pengawas Selatan: Dua orang berboncengan motor memantau area parkir sisi selatan.
- Pengawas Utara: Satu orang menggunakan motor sendiri memantau situasi di sisi utara masjid.
Meskipun secara fisik dilaporkan dalam kondisi sehat, korban X mengalami trauma psikologis akibat kejadian tersebut.
Saat ini, warga melalui unit Jagawarga telah meningkatkan patroli dan kewaspadaan di titik-titik rawan sekitar Maguwoharjo.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Pastikan anak-anak dalam jangkauan penglihatan saat berada di area publik, terutama saat jam-jam sibuk seperti waktu berbuka puasa atau salat berjemaah," ujar salah satu perwakilan warga.
Pihak keamanan setempat meminta warga segera melaporkan setiap gerak-gerik orang asing yang mencurigakan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. (*)
Editor : Ali Mustofa