Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Instalasi Seni Kontroversial Kembali Guncang Washington D.C.: Patung "Titanic" Trump-Epstein Muncul di National Mall

Ghina Nailal Husna • Rabu, 11 Maret 2026 | 06:57 WIB

Patung
Patung

RADAR KUDUS – Kawasan ikonik National Mall di Washington D.C. kembali menjadi panggung bagi aksi protes visual yang menggemparkan.

Pada Selasa pagi, sebuah patung kontroversial yang menggambarkan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bersama mendiang terpidana kasus kejahatan seksual, Jeffrey Epstein, muncul di area publik tersebut, memicu perdebatan luas di kalangan masyarakat dan politisi.

Patung yang diberi judul "The King of the World" ini menampilkan kedua figur tersebut dalam pose yang sangat familiar bagi penggemar film: meniru adegan ikonik Jack dan Rose di haluan kapal dalam film Titanic.

Instalasi tersebut dipasang oleh sebuah kelompok aktivis yang menamakan diri mereka "The Secret Handshake."

Penggunaan estetika film legendaris tersebut dinilai sebagai bentuk sindiran tajam. Dengan memposisikan Trump dan Epstein dalam pose romantis yang megah, kelompok ini diduga ingin menyoroti kedekatan masa lalu di antara keduanya yang kini terus menjadi sorotan publik.

Kemunculan patung ini bukanlah insiden terisolasi, melainkan bagian dari kampanye berkelanjutan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang ingin terus menekan isu keterkaitan tokoh publik dengan Jeffrey Epstein.

Dalam beberapa pekan terakhir, Washington D.C. telah menjadi galeri bagi serangkaian instalasi serupa:

"Jeffrey Epstein Walk of Shame": Pekan sebelumnya, instalasi menyerupai Hollywood Walk of Fame dipasang di Farragut Square.

Lempengan jalan tersebut mencantumkan nama-nama miliarder, tokoh politik, hingga figur publik papan atas yang diduga memiliki hubungan dengan lingkaran sosial Epstein.

"Best Friends Forever": Pada September lalu, sebuah patung perunggu yang menampilkan sosok Trump dan Epstein sedang bergandengan tangan sempat mengejutkan pengunjung di area yang sama, yakni National Mall.

Aksi-aksi instalasi seni ini mencuat di tengah memanasnya kembali diskusi publik mengenai dokumen-dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat baru-baru ini merilis berkas-berkas baru yang memuat daftar nama individu yang dikaitkan dengan jaringan Epstein.

Sejumlah dokumen tersebut secara spesifik menyebutkan nama Donald Trump, yang memicu reaksi keras dari berbagai pihak.

Menanggapi tuduhan yang beredar di masyarakat, pihak Gedung Putih telah mengeluarkan pernyataan tegas.

Mereka menegaskan bahwa segala bentuk klaim yang menghubungkan keterlibatan Trump dalam aktivitas ilegal Epstein adalah "sepenuhnya tidak berdasar dan tidak didukung oleh bukti yang kredibel."

Bagi para kritikus dan pengamat politik, penggunaan instalasi seni di ruang publik seperti ini merupakan taktik komunikasi politik yang efektif untuk menjaga isu tetap relevan di media massa.

Dengan memvisualisasikan narasi yang kompleks melalui seni pahat, kelompok seperti "The Secret Handshake" berhasil memaksa publik untuk terus mendiskusikan catatan masa lalu tokoh-tokoh besar di tengah iklim politik yang terus berubah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun otoritas taman nasional terkait langkah hukum terhadap para pemasang instalasi tersebut.

Namun, kehadiran patung-patung ini dipastikan terus menarik perhatian ribuan turis dan warga lokal yang melintasi pusat pemerintahan Amerika Serikat tersebut. (*)

Editor : Mahendra Aditya
#donald trump #patung #Epstein