Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Menko Zulhas Soroti Dampak Perang Timur Tengah, Pastikan Stok Pangan Nasional Aman

Fikri Thoharudin • Senin, 9 Maret 2026 | 16:48 WIB

MEMBAUR: Menko Pangan Zulkifli Hasan tengah menyapa para warga di Balai Desa Petekeyan Kecamatan Tahunan pada Senin (9/3).
MEMBAUR: Menko Pangan Zulkifli Hasan tengah menyapa para warga di Balai Desa Petekeyan Kecamatan Tahunan pada Senin (9/3).

JEPARA — Menteri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, menyatakan dukungannya terhadap Iran.

Hal itu disampaikan secara terbuka saat Zulkifli Hasan selaku Menteri Koordinator Bidang Pangan, melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Jepara pada Senin (9/3).

Zulhas tampak muak dengan kondisi perang, yang dapat berimbas pada perekonomian global.

Indonesia juga jadi satu di antaranya, berpotensi terdampak.

“Amerika-Israel dan Iran perang. Kita doakan, Iran diberikan kekuatan dan kemenangan. Yang salah yang nyerang to? Iran yang diserang, gak ngapa-ngapain dibom. Kalau kita punya rumah, gak ngapa-ngapa dibom. Yang salah siapa? Yang ngebom kan?” jelasnya. 

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah memastikan ketersediaan pangan nasional. 

Tetap aman, meskipun situasi geopolitik dunia memanas akibat konflik di Timur Tengah. 

"Insyaallah aman. Kalau beras masih banyak, tiga juta ton lebih. Kira-kira untuk setahun," sebutnya.

Dalam kunjungan tersebut, Zulhas meninjau sejumlah lokasi di Kabupaten Jepara.

Di antaranya Balai Desa Kaliombo yang selama ini kerap terdampak banjir. Selain itu, ia juga mengunjungi rusun khusus (Rusus) di Kedung, kawasan Pantai Bulakbaru, Balai Desa Petekeyan, serta Kantor Kecamatan Jepara.

Pada lima titik tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat. 

Setiap lokasi mendapatkan bantuan sekitar 250 paket, sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa jika perekonomian dunia terganggu akibat perang, maka negara-negara lain juga berpotensi terkena dampaknya. 

Oleh karena itu, pemerintah berupaya mengantisipasi, berbagai kemungkinan agar kondisi dalam negeri tetap stabil.

Menurutnya, Presiden telah memperkirakan potensi gejolak global sejak awal. Sehingga pemerintah mempercepat langkah menuju swasembada pangan. 

Dengan kebijakan tersebut, Indonesia dinilai lebih siap menghadapi kemungkinan krisis pangan dunia.

Ia menegaskan bahwa stok beras nasional saat ini dalam kondisi melimpah. 

Selain memastikan ketersediaan stok pangan, pemerintah juga menyiapkan program bantuan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah. 

Bantuan tersebut disalurkan selama dua bulan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Lebaran.

Zulhas juga meminta pemerintah daerah aktif mengendalikan harga bahan pokok di pasaran. 

Jika terjadi kenaikan harga, kepala daerah diminta segera menggelar bazar atau pasar murah. Agar masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan dengan harga terjangkau.

Menurutnya, dengan persatuan dan gotong royong, Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global, termasuk dampak konflik internasional. 

Pemerintah pun optimistis ketersediaan pangan selama Ramadan hingga lebaran, tetap cukup dengan harga yang stabil.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#zulhas #perang #cadangan pangan #beras #timteng #menko #pangan