RADAR KUDUS – India diam-diam mengambil langkah strategis dalam upaya memperkuat posisinya di industri semikonduktor global.
Alih-alih berfokus pada pusat teknologi di Amerika Serikat seperti California, pemerintah India justru mengarahkan perhatiannya ke Eindhoven, Belanda—kota yang dikenal sebagai markas perusahaan teknologi litografi semikonduktor terkemuka dunia, ASML.
Langkah ini bukan sekadar kunjungan diplomatik biasa. Pemerintah India mengirim delegasi yang terdiri dari para profesional dan pengambil keputusan teknis yang secara langsung terlibat dalam pengembangan industri semikonduktor nasional.
Delegasi tersebut dipimpin oleh pejabat senior dari India Semiconductor Mission, termasuk direktur teknologi Manish Hooda, serta perwakilan dari Kedutaan Besar India dan jaringan kerja sama perdagangan serta inovasi India–Belanda.
Berbeda dengan pendekatan birokratis yang sering hanya menghasilkan pengumuman kebijakan tanpa implementasi konkret, delegasi kali ini diisi oleh para pelaksana proyek yang bertugas mengubah kebijakan industri semikonduktor India menjadi kerja sama nyata dan investasi berskala besar.
Menyasar Titik Kritis dalam Rantai Pasok
Salah satu alasan utama kunjungan ini dinilai strategis adalah karena India langsung menyasar titik paling krusial dalam rantai pasok industri semikonduktor global.
Eindhoven tidak hanya menjadi rumah bagi ASML, tetapi juga berbagai perusahaan teknologi penting seperti NXP Semiconductors serta jaringan pemasok tingkat pertama dan kedua yang mendukung industri tersebut.
Dengan mendekati perusahaan-perusahaan ini, India tidak hanya berupaya menarik investasi dari perusahaan manufaktur chip, tetapi juga membangun ekosistem teknologi yang lebih luas—mulai dari penyedia peralatan produksi hingga perusahaan pendukung lainnya.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pemerintah India memahami bahwa dominasi dalam industri semikonduktor tidak hanya bergantung pada pembangunan pabrik chip (foundry), tetapi juga pada penguasaan teknologi, rantai pasok, dan jaringan industri global.
Insentif Besar untuk Menarik Investasi
Dalam upaya menarik perusahaan global untuk berinvestasi, pemerintah India menawarkan paket insentif yang cukup agresif.
Program tersebut mencakup subsidi dari pemerintah pusat hingga 50 persen dari total investasi proyek.
Selain itu, pemerintah negara bagian juga dapat memberikan dukungan tambahan sebesar 20 hingga 25 persen.
Dengan kombinasi insentif tersebut, perusahaan yang berinvestasi di India berpotensi mendapatkan dukungan finansial yang sangat signifikan dari pemerintah.
Sejauh ini, delapan proyek semikonduktor telah berjalan dalam berbagai tahap pengembangan di India. Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah rencana pembangunan fasilitas manufaktur chip bernilai miliaran dolar oleh Tata Group, yang dinilai sebagai bukti keseriusan India dalam membangun industri semikonduktor domestik.
Memanfaatkan Dinamika Geopolitik Global
Selain faktor ekonomi, langkah India ini juga tidak terlepas dari dinamika geopolitik global yang sedang berubah.
Ketegangan perdagangan dan teknologi antara Amerika Serikat dan China telah memicu berbagai pembatasan ekspor teknologi, termasuk pada sektor semikonduktor.
Kondisi tersebut membuat banyak perusahaan teknologi Barat mulai mencari alternatif lokasi produksi di luar China—strategi yang dikenal sebagai “China plus one”.
Dalam konteks ini, India berupaya memposisikan diri sebagai pilihan utama bagi perusahaan global yang ingin mendiversifikasi rantai pasok mereka.
Dengan populasi besar, sumber daya manusia yang melimpah di bidang teknologi, serta sistem hukum yang relatif stabil, India berusaha menawarkan kombinasi antara skala pasar dan stabilitas regulasi.
Bagian dari Kemitraan Strategis yang Lebih Luas
Kunjungan delegasi ke Eindhoven juga diyakini sebagai bagian dari upaya membangun kemitraan strategis yang lebih luas antara India dan negara-negara Eropa, khususnya Belanda.
Langkah ini dilakukan sebelum adanya pengumuman politik atau kesepakatan besar di tingkat pemerintahan.
Dengan kata lain, diplomasi industri yang dilakukan saat ini berfungsi sebagai proses awal untuk menghasilkan proyek-proyek konkret yang nantinya dapat diumumkan dalam kerja sama bilateral yang lebih besar.
Pendekatan seperti ini dianggap sebagai contoh kebijakan industri yang terarah dan realistis. Alih-alih mengandalkan slogan atau rencana jangka panjang tanpa implementasi, pemerintah India tampak berfokus pada tiga elemen utama; diplomasi yang terarah, insentif investasi yang kuat, serta fokus pada sektor industri strategis.
Jika strategi ini berhasil, India berpotensi menjadi salah satu pemain penting dalam rantai pasok semikonduktor global dalam dekade mendatang. (*)
Editor : Mahendra Aditya