Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Akibat Konflik Timur Tengah Puluhan Ribu Jamaah Umroh Indonesia Tertahan Belum Bisa Pulang

Anita Fitriani • Rabu, 4 Maret 2026 | 10:02 WIB

Jamaah umroh Indonesia tertahan belum bisa pulang akibat konflik Timur Tengah (Foto: Istock)
Jamaah umroh Indonesia tertahan belum bisa pulang akibat konflik Timur Tengah (Foto: Istock)

RADAR KUDUS - Akibat pertikaian di wilayah Timur Tengah, konflik yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari 2026, telah menyebabkan banyak jamaah umroh asal Indonesia terjebak di Arab Saudi dan ada juga yang harus menunda keberangkatan mereka.

Kementerian Agama (Kemenag) atau Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat bahwa ada sebanyak 43.363 jamaah yang terpaksa menunda perjalanan sebelum pelaksanaan Haji 2026, sementara informasi lain menyebut sekitar 58 ribu jamaah masih berada di Tanah Suci karena penutupan ruang udara dan pembatalan penerbangan.

Keadaan ini menimbulkan kekhawatiran nasional, dan pemerintah sedang melakukan koordinasi secara intensif untuk memastikan keselamatan para jamaah.

Konflik bersenjata yang semakin meningkat di Timur Tengah sejak hari Sabtu lalu (28 Februari 2026) berdampak langsung kepada ribuan warga Indonesia yang sedang menjalankan ibadah umroh di Arab Saudi.

Lebih dari 58 ribu jamaah umroh Indonesia terhambat untuk kembali ke tanah air akibat memburuknya situasi keamanan, dengan banyak penerbangan internasional dibatalkan atau dialihkan.

Penutupan akses udara oleh negara-negara transit seperti Abu Dhabi dan Qatar semakin memperburuk keadaan, hal itu membuat jamaah tersisa di bandara atau hotel di Jeddah dan Madinah.

Sesuai dengan pernyataan dari Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, terdapat 43. 363 jamaah umroh yang seharusnya berangkat sebelum musim Haji 2026 harus menunda perjalanan demi alasan keamanan, sementara data dari Siskopatuh (Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus) menunjukkan bahwa 58 ribu jamaah masih berada di Arab Saudi.

Penerbangan langsung seperti Garuda Indonesia dan Lion Air ke Jeddah dan Madinah melalui rute Yaman masih tetap beroperasi, namun banyak agen perjalanan memilih untuk menunda keberangkatan karena risiko yang ditimbulkan oleh konflik, termasuk serangan rudal dan drone.

Di area seperti Purwakarta, Sumatera Barat, dan Blora, jamaah individu dari biro perjalanan Al-Muharijin atau keluarga Tuminah mengalami keterlambatan dalam transit, dengan kesulitan dalam menjadwalkan ulang akomodasi hotel meskipun Kemenag sudah berkoordinasi dengan pihak berwenang di Saudi.

Pemerintah melalui Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah mengawasi situasi dengan ketat, mempersiapkan rencana darurat seperti perpanjangan akomodasi jika paket umroh telah berakhir, sambil meminta para calon jamaah untuk bersabar dan menunggu sampai situasi kembali aman.

Walaupun saat ini jamaah dikabarkan dalam keadaan aman dan kebutuhan makan serta tempat tinggal masih ditanggung oleh paket perjalanan, kekhawatiran muncul jika penundaan terus berlanjut setelah masa paket habis.

Kemenag menegaskan bahwa keselamatan adalah prioritas utama, dengan koordinasi berkelanjutan antara Indonesia dan Arab Saudi untuk alternatif kepulangan, termasuk kemungkinan evakuasi darurat bila konflik semakin memburuk.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak panik, dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah, karena situasi perang di Timur Tengah bisa berubah sewaktu-waktu.

Editor : Mahendra Aditya
#perang timur tengah #timur tengah #jamaah umroh Indonesia #konflik timur tengah #kemenag #58 ribu jamaah #arab saudi