Jelang TKA 2026, Lebih dari 8,6 Juta Murid Ikut Gladi Bersih Simulasi Nasional, Ini Rinciannya
Mahendra Aditya Restiawan• Rabu, 4 Maret 2026 | 09:33 WIB
Ilustrasi siswa SD di depan komputer try out TKA
RADAR KUDUS - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah) bersiap memasuki tahap akhir pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai rencana, Kemendikdasmen menjadwalkan simulasi serta gladi bersih sebagai uji kesiapan teknis, operasional, dan layanan sebelum TKA digelar secara nasional.
Langkah ini dilakukan menyusul penutupan pendaftaran peserta TKA tahun 2026. Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Toni Toharudin menilai jumlah pendaftar tahun ini menunjukkan tren positif dan sesuai dengan perencanaan awal pemerintah.
Menurut Toni, capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya pemahaman satuan pendidikan dan peserta didik terhadap arah kebijakan evaluasi pembelajaran yang sedang dikembangkan pemerintah.
Penutupan pendaftaran juga menjadi sinyal bahwa sistem dan kesiapan sekolah telah memasuki fase krusial.
Gladi bersih TKA dijadwalkan berlangsung pada 9–17 Maret 2026. Kegiatan ini akan diikuti oleh lebih dari 8,6 juta murid dari jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Rinciannya, sebanyak 4.452.973 peserta berasal dari jenjang SD/MI/sederajat, sementara 4.207.509 peserta berasal dari jenjang SMP/MTs/sederajat.
Toni menegaskan, simulasi dan gladi bersih bukan sekadar uji coba, melainkan instrumen penting untuk memastikan seluruh mekanisme berjalan sesuai standar, mulai dari kesiapan sistem digital, perangkat pendukung, hingga pemahaman sekolah terhadap alur pelaksanaan TKA.
Sejalan dengan itu, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Rahmawati menjelaskan bahwa gladi bersih memiliki peran teknis yang sangat krusial.
Berbeda dengan simulasi, gladi bersih dilaksanakan dengan skema dan kondisi yang mendekati situasi nyata saat pelaksanaan TKA.
Gladi bersih mencakup pengujian kesiapan sistem, prosedur operasional, hingga koordinasi petugas di lapangan.
Tujuannya adalah meminimalkan potensi kendala teknis dan memastikan seluruh layanan berjalan optimal saat hari pelaksanaan.
Melalui rangkaian persiapan ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan TKA secara lancar, aman, dan akuntabel.
Hasil TKA diharapkan tidak hanya menjadi alat ukur capaian akademik, tetapi juga dimanfaatkan sebagai dasar perbaikan mutu pembelajaran di satuan pendidikan.