Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Park Bom Buka Suara Lewat Surat Tulisan Tangan, Singgung YG Entertainment dan Sejumlah Nama Penting

Ghina Nailal Husna • Selasa, 3 Maret 2026 | 20:07 WIB

Surat tulis tangan Park Bom dalam SNS singgung YG Entertainment (@newharoobompark)
Surat tulis tangan Park Bom dalam SNS singgung YG Entertainment (@newharoobompark)

RADAR KUDUS – Penyanyi asal Korea Selatan, Park Bom, kembali menjadi sorotan publik setelah membagikan surat tulisan tangan yang berisi klarifikasi terkait kontroversi lama yang pernah menimpanya.

Dalam surat tersebut, ia menyebut sejumlah nama penting di industri hiburan Korea, termasuk Park Sandara, Yang Hyun-suk, Teddy Park, serta CL.

Surat itu ditulis sebagai upaya Park Bom untuk “menyampaikan kebenaran secara langsung” kepada publik, khususnya para penggemar dan warganet yang selama bertahun-tahun mengikuti perjalanan kariernya.

Dalam isi suratnya, Park Bom menyinggung kembali polemik terkait obat Adderall yang sempat menyeret namanya dalam isu penyalahgunaan zat terlarang.

Ia menegaskan bahwa obat tersebut bukanlah narkotika yang digunakan secara ilegal, melainkan bagian dari pengobatan untuk Attention Deficit Disorder (ADD) atau gangguan pemusatan perhatian yang ia derita.

Menurutnya, pelabelan Adderall sebagai obat psikotropika dalam pemberitaan telah memberikan dampak besar terhadap citra dan kariernya.

Ia mengaku takut apabila isu tersebut kembali muncul ke publik dan “menghancurkannya sepenuhnya.”

Park Bom juga menyampaikan bahwa pada masa itu, regulasi terkait Adderall di negaranya belum secara jelas ditetapkan.

Ia mengklaim bahwa aturan hukum yang secara spesifik mengatur obat tersebut baru muncul setelah kasus yang menyeret namanya mencuat.

Tuduhan Pengalihan Isu

Dalam surat tersebut, Park Bom turut menyinggung bahwa namanya dijadikan sorotan untuk menutupi isu lain yang melibatkan Park Sandara.

Ia menyiratkan bahwa dirinya “dibuat menjadi pecandu narkoba” untuk meredam pemberitaan berbeda yang terjadi saat itu.

Pernyataan ini memunculkan kembali diskusi publik mengenai bagaimana agensi dan industri hiburan menangani krisis reputasi artis, terutama ketika menyangkut isu sensitif seperti obat-obatan dan hukum.

Pesan untuk YG Entertainment dan Nama-Nama Terkait

Park Bom secara langsung menyebut YG Entertainment serta pendirinya, Yang Hyun-suk, bersama produser Teddy Park dan CL dalam suratnya.

Ia berharap pihak-pihak tersebut tidak melaporkan atau menyatakan bahwa dirinya menggunakan obat melebihi dosis yang diresepkan.

Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa obat tersebut adalah bagian dari terapi medis yang sah dan bukan bentuk penyalahgunaan.

Meski tidak secara rinci menjelaskan konteks terbaru dari permintaannya, Park Bom mengisyaratkan adanya kekhawatiran bahwa isu lama dapat kembali mencuat dan merusak reputasinya.

Park Bom mengaku bahwa ia sempat merasa “seperti telah mati” saat isu tersebut pertama kali mencuat. Ia menggambarkan pengalaman itu sebagai masa yang sangat berat secara emosional dan mental.

Keputusan untuk kembali membahasnya, menurutnya, bukanlah hal yang mudah. Ia menyatakan bahwa keberaniannya menulis surat tersebut muncul karena merasa “jiwanya masih memegang” persoalan tersebut hingga kini.

Surat tersebut ditutup dengan ucapan terima kasih kepada publik dan permintaan agar warganet melihat fakta secara objektif.

Unggahan surat tulisan tangan ini langsung memicu beragam respons di media sosial. Sebagian penggemar menyatakan dukungan dan empati, sementara yang lain kembali mempertanyakan detail kasus yang sempat menjadi kontroversi besar dalam industri K-pop tersebut.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak YG Entertainment maupun individu-individu yang disebutkan dalam surat tersebut.

Kasus ini kembali membuka diskusi lebih luas tentang kesehatan mental, penggunaan obat resep, serta tekanan besar yang dihadapi para artis di industri hiburan Korea Selatan.

Bagi Park Bom, surat ini tampaknya menjadi upaya untuk menutup bab lama yang masih membekas dalam perjalanan hidup dan kariernya. (*)

Editor : Mahendra Aditya
#park bom #surat tulisan tangan #park bom 2ne1