SEMARANG – Umat Muslim di Kota Semarang, Jawa Tengah, kembali menanti waktu berbuka puasa setiap hari selama bulan suci Ramadhan.
Mengetahui jadwal buka puasa (waktu Maghrib) menjadi hal penting agar ibadah puasa dilaksanakan secara sah dan sesuai tuntunan syariat.
Jadwal Buka Puasa Resmi Berdasarkan Kemenag
Dalam imsakiyah resmi yang dirilis oleh Kementerian Agama (Kemenag), waktu berbuka puasa ditandai dengan berkumandangnya azan Maghrib yang menandai berakhirnya ibadah puasa harian.
Menurut data jadwal sholat untuk Ramadhan 1446/2025 H, waktu Maghrib di Semarang umumnya berkisar antara 17.50 hingga 18.01 WIB tergantung tanggalnya.
Misalnya pada awal Ramadhan, waktu berbuka di kota ini tercatat pada pukul 18.01 WIB pada 1 Maret 2025 dan berangsur sedikit berubah setiap harinya mengikuti perubahan posisi matahari.
Panduan Waktu Buka Puasa Hari Ini
Untuk hari-hari tertentu di musim Ramadhan, waktu berbuka bisa sedikit berbeda.
Sebagai contoh, untuk 20 Februari 2026, jadwal buka puasa di Semarang ditetapkan pada pukul 18.04 WIB menurut jadwal imsakiyah terbaru yang tersedia.
Perbedaan kecil pada waktu Maghrib ini dipengaruhi oleh rotasi bumi dan perubahan panjang siang hari dari awal hingga akhir Ramadhan.
Jadwal tersebut disusun berdasarkan perhitungan astronomi yang akurat dan mengikuti zona waktu Asia/Jakarta.
Tips Menanti Waktu Berbuka
Waktu berbuka puasa tidak hanya ditentukan dari tabel jadwal, tetapi juga dapat dipastikan ketika adzan Maghrib berkumandang di masjid setempat.
Banyak warga Semarang memilih mengatur alarm atau aplikasi jadwal sholat untuk memastikan waktu buka tidak terlewat. Menyegerakan berbuka puasa setelah adzan Maghrib juga dianjurkan dalam sunnah.
Selain itu, tradisi ngabuburit—kegiatan menunggu waktu berbuka—selama sore hari biasanya diisi dengan aktivitas ringan seperti membaca Al-Quran, berkumpul bersama keluarga, atau berburu takjil khas kota Semarang seperti kolak, gorengan, maupun es buah.
Sambil menunggu azan, umat Muslim bisa menyiapkan makanan dan minuman untuk berbuka agar ibadah tetap khusyuk.
Editor : Mahendra Aditya