Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Korps Garda Revolusi Islam Iran Klaim Serang Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln

Ali Mustofa • Senin, 2 Maret 2026 | 11:21 WIB

Foto: Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln di Laut Arab. (dok. AFP)
Foto: Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln di Laut Arab. (dok. AFP)

RADAR KUDUS – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan terhadap kapal induk milik Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, di kawasan Teluk pada Minggu.

Serangan tersebut disebut sebagai respons atas operasi militer Amerika Serikat bersama Israel yang sebelumnya dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada Sabtu waktu setempat.

Dalam pernyataan yang disiarkan media lokal dan dikutip Agence France-Presse, IRGC menyebut kapal induk AS itu menjadi sasaran empat rudal balistik.

Baca Juga: Iran Kembali Menggempur Israel dan Target AS, Gelombang Kesembilan Dimulai

Mereka juga memperingatkan bahwa wilayah daratan dan perairan akan menjadi “kuburan” bagi pihak yang dianggap sebagai agresor.

Namun, pihak Pentagon membantah klaim tersebut. Komando Pusat AS menyatakan bahwa USS Abraham Lincoln tidak mengalami serangan langsung, bahkan rudal yang diluncurkan disebut tidak mendekati target.

Di tengah ketegangan tersebut, laporan lain menyebutkan tiga personel militer AS tewas dan lima lainnya mengalami luka serius dalam konflik dengan Iran.

Meski demikian, rincian mengenai lokasi maupun kronologi kejadian belum diungkapkan secara jelas.

Komando Pusat AS menjelaskan bahwa korban jiwa tersebut terjadi dalam rangkaian Operasi Epic Fury.

Sejumlah prajurit lain dilaporkan mengalami luka ringan akibat serpihan ledakan dan gegar otak, dan saat ini sedang dalam proses pemulihan sebelum kembali bertugas.

Operasi militer utama disebut masih berlangsung, sementara informasi tambahan, termasuk identitas korban, akan disampaikan setelah keluarga diberi pemberitahuan resmi.

Baca Juga: Iran Klaim 560 Tentara AS Tewas dan Terluka dalam Serangan ke Pangkalan Militer

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer di kawasan Timur Tengah berjalan sukses.

Ia mengklaim sembilan kapal angkatan laut Iran berhasil ditenggelamkan dan markas besar angkatan laut negara tersebut sebagian besar telah dihancurkan.

Trump juga menyebut puluhan pemimpin Iran tewas dalam serangan tersebut, serta menyatakan kesiapan untuk membuka jalur perundingan meskipun belum dapat memastikan waktu pelaksanaannya.

Ia menggambarkan situasi terkini sebagai perkembangan yang sangat positif bagi pihaknya.

Sementara itu, langkah pemerintah AS menuai reaksi dari parlemen.

Baca Juga: Harga Emas Pegadaian 2 Maret: UBS Rp3,167 Juta, Galeri24 Rp3,130 Juta per Gram

Pemimpin Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat, Hakeem Jeffries, menyampaikan keprihatinan atas jatuhnya korban jiwa dan menilai keputusan untuk melanjutkan perang sebagai tindakan yang berisiko.

Ia mendesak Kongres segera mengambil langkah untuk membatasi kebijakan presiden.

Diketahui sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran dalam operasi yang dinamakan Epic Fury pada Sabtu (28/2).

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Ali Khamenei, serta ratusan warga sipil.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke sejumlah target pada Sabtu dan Minggu, termasuk serangan ke wilayah Riyadh dan provinsi di bagian timur Arab Saudi.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah pun terus meningkat seiring rangkaian aksi saling serang antara kedua pihak.

Editor : Ali Mustofa
#iran #rudal balistik #Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln