Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Beringin Berusia Ratusan Tahun di Kotagede Yogyakarta Tumbang Mendadak Tanpa Angin dan Hujan, Warga Panik Berlarian

Ali Mustofa • Rabu, 11 Februari 2026 | 15:12 WIB
Pohon beringin berusia lebih dari 100 tahun di kawasan Masjid Gede Mataram, Kotagede, Yogyakarta, kembali tumbang pada Selasa (11/2/2026) siang pukul 14.23 WIB. (x.com/@merapi_uncover)
Pohon beringin berusia lebih dari 100 tahun di kawasan Masjid Gede Mataram, Kotagede, Yogyakarta, kembali tumbang pada Selasa (11/2/2026) siang pukul 14.23 WIB. (x.com/@merapi_uncover)

RADAR KUDUS – Pohon beringin tua yang menjadi ikon kawasan Masjid Gede Mataram, Kotagede, Yogyakarta, kembali roboh pada Selasa (11/2/2026) sekitar pukul 14.23 WIB.

Pohon berusia lebih dari satu abad itu tumbang untuk kedua kalinya dalam kurun waktu kurang dari dua pekan, setelah sebelumnya sebagian batangnya juga ambruk pada 29 Januari 2026.

Informasi kejadian tersebut beredar melalui unggahan akun X @merapi_uncover yang menayangkan rekaman video saat peristiwa berlangsung.

Baca Juga: Gus Yusuf Off dari PKB, Fokus Pengembangan Pesantren dan Pendidikan Umat

Dalam keterangannya, disebutkan pohon tumbang secara mendadak tanpa adanya hujan maupun angin kencang.

Akibat insiden tersebut, sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat yang terparkir di sekitar lokasi tertimpa dahan serta bagian batang pohon yang patah.

“14:23 update info lagi, tidak ada angin tidak ada hujan, pohon beringin Kotagede tumbang lagi menimpa beberapa mobil dan motor (11/2/2026),” tulis akun tersebut dalam unggahannya yang disertai video berdurasi sekitar 37 detik.

Dalam rekaman itu terlihat detik-detik pohon roboh secara tiba-tiba yang membuat warga di sekitar lokasi panik dan bergegas menyelamatkan diri.

Setelah kejadian, sejumlah warga tampak membersihkan ranting yang berserakan serta membantu proses evakuasi kendaraan yang terdampak di area depan masjid.

Pohon beringin tersebut dikenal sebagai salah satu penanda bersejarah di kawasan Kotagede.

Keberadaannya diyakini telah ada sejak masa awal Kerajaan Mataram Islam pada abad ke-16 dan menjadi bagian dari perjalanan sejarah kawasan Masjid Gede Mataram serta kompleks Makam Raja-Raja Kotagede.

Baca Juga: Kasus Korupsi Ekspor CPO, Kejagung Bongkar Rekayasa Klasifikasi Komoditas, 11 Orang Jadi Tersangka

Sebelumnya, pada 29 Januari 2026, pohon yang sama juga mengalami kerusakan akibat hujan deras disertai angin kencang.

Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan berat, bahkan beberapa di antaranya hancur.

Relawan setempat menyebut kondisi pohon sudah sangat tua dan rapuh.

Beberapa cabang dilaporkan pernah patah sebelumnya sehingga dinilai berpotensi membahayakan.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan korban jiwa dalam kejadian terbaru tersebut.

Aparat kepolisian, Satpol PP, serta relawan masih melakukan penanganan di lokasi, termasuk evakuasi dan pengamanan area untuk menghindari risiko lanjutan di kawasan yang tergolong ramai.

Pengelola kawasan wisata sejarah Kotagede bersama instansi terkait diperkirakan segera melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kondisi pepohonan tua di area tersebut guna mencegah peristiwa serupa terulang di kemudian hari.

Editor : Ali Mustofa
#pohon tumbang #kendaraan #yogyakarta #pohon beringin