RADAR KUDUS - Hari ini, Jumat 6 Februari 2026, Iran dan Amerika Serikat (AS) akan melaksanakan pertemuan penting di Muscat, Oman, mengenai program nuklir Iran yang menarik perhatian dunia.
Pertemuan ini telah dikonfirmasi oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada 4 Februari, meskipun sempat terancam batal karena perbedaan lokasi dan format.
Pertemuan tersebut dijadwalkan dimulai pukul 10.00 waktu setempat.
Dari pihak AS, pemerintah menyatakan bahwa mereka akan berpartisipasi sepenuhnya, sementara Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, berharap untuk membahas tidak hanya masalah nuklir, tetapi juga rudal balistik Iran, dukungan bagi kelompok proksi di kawasan, serta isu pelanggaran hak asasi manusia di Iran.
Kerangka dasar yang diusulkan oleh mediator dari Qatar, Turki, dan Mesir mencakup pembatasan signifikan terhadap pengayaan uranium oleh Iran, serta batasan pada penggunaan rudal dan persenjataan sekutu.
Oman kembali berfungsi sebagai tuan rumah netral setelah sebelumnya memfasilitasi perbincangan serupa, dengan Utusan Khusus AS, Steve Witkoff, dan Araghchi memimpin delegasi masing-masing.
Peluang untuk mencapai kesepakatan masih sulit dipastikan di tengah ketegangan yang ada di kawasan, tetapi langkah ini diharapkan dapat mengurangi potensi konflik lebih lanjut di Timur Tengah.
Perkembangan yang terjadi hari ini tentu akan diawasi dengan saksama oleh komunitas internasional, mengingat dampaknya terhadap stabilitas global. (Anita F )
Editor : Ali Mustofa