Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dokumen Baru Epstein Bongkar Korespondensi Sensitif dengan Bill Gates

Ali Mustofa • Kamis, 5 Februari 2026 | 16:25 WIB
Foto: Bill Gates.
Foto: Bill Gates.

RADAR KUDUS – Jutaan surel milik terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein resmi dibuka ke publik pada pekan lalu.

Dari pembukaan dokumen tersebut, sejumlah nama tokoh dunia ikut terseret, salah satunya pendiri Microsoft sekaligus filantropis, Bill Gates.

Salah satu email yang menjadi sorotan bertanggal 18 Juli 2013.

Baca Juga: Dokumen DOJ AS Ungkap Hubungan Gates dan Epstein Soal Simulasi Pandemi Sebelum Covid-19

Dalam korespondensi tersebut, muncul klaim bahwa Bill Gates berselingkuh dari Melinda Gates, yang saat itu masih berstatus sebagai istrinya.

Disebutkan dalam email itu, Gates menerima antibiotik untuk mengobati penyakit menular seksual yang diklaim diperolehnya dari hubungan dengan perempuan asal Rusia.

Upaya itu disebut dilakukan secara diam-diam agar tidak diketahui oleh Melinda.

Epstein dalam sejumlah email juga mengungkap relasinya dengan Gates, mulai dari pengadaan obat-obatan hingga perannya dalam memfasilitasi pertemuan rahasia dengan perempuan yang telah menikah.

Menanggapi tuduhan tersebut, juru bicara Bill Gates membantah keras isi klaim dalam dokumen itu.

Ia menyatakan tudingan tersebut tidak masuk akal dan sepenuhnya keliru.

“Satu-satunya hal yang terlihat dari dokumen-dokumen ini adalah rasa frustrasi Epstein karena tidak memiliki hubungan jangka panjang dengan Gates, serta sejauh mana dia berupaya menjebak dan mencemarkan nama baik Gates,” ujar juru bicara Gates dalam pernyataan yang dikutip dari People, Senin (2/2/2026).

Baca Juga: Update Harga Pangan Nasional: Cabai Rawit Merah dan Telur Ayam Masih Tinggi

Selain isu perselingkuhan, email lain yang terungkap turut menyinggung pembahasan soal simulasi pandemi, yang terjadi jauh sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia pada awal 2020.

Fakta ini kembali memicu perdebatan dan teori konspirasi terkait pandemi tersebut.

Dalam sebuah email dengan subjek “bgc3: Deliverable and Scope”, Epstein mengajukan sejumlah proposal kerja yang mencakup berbagai bidang, mulai dari keamanan nasional hingga sektor kesehatan.

Salah satu topik yang dibahas adalah neuroteknologi, termasuk rencana penyusunan buku putih mengenai pemanfaatan neuroteknologi sebagai senjata dalam industri intelijen dan pertahanan nasional.

Topik lainnya mencakup pengembangan data kesehatan digital, yakni sistem berbasis zero-knowledge proof yang bertujuan meningkatkan akses terhadap data kesehatan pribadi sekaligus menjamin keamanannya.

Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Galeri24 dan UBS Kompak Bertahan

Epstein juga menyinggung kajian tentang penyakit kronis dan ilmu otak, yang diarahkan pada rekomendasi pemanfaatan neuroteknologi untuk penyakit degeneratif.

Selain itu, proposal tersebut memuat rencana penyusunan laporan komprehensif terkait ekonomi kesehatan, khususnya pengeluaran kesehatan konsumen di Amerika Serikat.

Dalam dokumen tersebut, Epstein mengklaim telah bertemu dan berdiskusi dengan sejumlah pakar setelah berinteraksi dengan Gates.

Beberapa nama yang disebut antara lain Rodger, Mark, Chris, Trevor, dan Geoff.

Di akhir email, Epstein menyampaikan terima kasih serta menyatakan kesiapannya untuk membantu dalam bentuk apa pun, sebagaimana dikutip dari media Turki, Haberler.

Sementara itu, munculnya kembali email-email yang menyeret nama Bill Gates kembali mengungkit hubungan keduanya, yang sempat menjadi sorotan publik saat Gates bercerai dengan Melinda.

Bahkan, beredar kabar bahwa kedekatan Gates dengan Epstein menjadi salah satu faktor perceraian tersebut.

Melinda Gates sendiri pernah mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap hubungan suaminya dengan Epstein.

Baca Juga: Trigger Finger: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya dengan Latihan Sederhana

Dalam sebuah wawancara pada Maret 2022, Melinda menyatakan bahwa ia telah menyampaikan keberatannya secara langsung kepada Bill.

“Seperti yang pernah saya katakan, bukan hanya satu hal, ada banyak hal. Saya tidak suka dia pernah bertemu dengan Jeffrey Epstein, dan saya sudah menjelaskannya kepadanya,” ujar Melinda kala itu.

Bill Gates kemudian mengakui bahwa pertemuannya dengan Epstein merupakan sebuah kesalahan besar.

Ia menyebut keputusannya berinteraksi dengan Epstein sebagai tindakan bodoh.

Menurut Gates, saat itu ia mengira pertemuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi kegiatan filantropi kesehatan global.

Baca Juga: Perjanjian Nuklir AS–Rusia Berakhir, Dunia Terancam Perlombaan Senjata Baru

Namun pada akhirnya, ia menyadari bahwa keputusan tersebut sepenuhnya keliru.

“Jika dipikir kembali, saya bodoh menghabiskan waktu bersamanya. Saya pikir itu bisa membantu pekerjaan filantropi saya di bidang kesehatan global, tetapi kenyataannya itu hanyalah kesalahan besar,” ujar Gates.

Sementara itu, dokumen-dokumen baru terkait Epstein yang dirilis otoritas Amerika Serikat juga mengungkap sekitar tiga juta halaman berkas, yang menyebut sejumlah tokoh ternama dunia.

Nama Bill Gates termasuk yang paling sering muncul dalam korespondensi Epstein.

Salah satu email tertanggal 3 Maret 2017, sebagaimana dilansir Haberler, mengungkap pembahasan teknis kolaborasi antara Epstein dan Gates beserta timnya.

Email tersebut ditujukan langsung kepada Gates dengan sapaan akrab “Bill” dan turut ditembuskan kepada Larry Cohen.

Larry Cohen diketahui sebagai CEO sekaligus mitra pengelola Gates Ventures, perusahaan jasa pribadi milik Gates.

Hingga 2018, Gates Ventures dikenal dengan nama bgC3, yang bergerak sebagai lembaga kajian isu kesehatan dan pembangunan global serta investasi teknologi.

Baca Juga: Magis Lintas Generasi: Cakra Khan Hidupkan Suara Chrisye dalam Duet Ramadan yang Menggetarkan Jiwa

Dalam email tersebut, Epstein menyebutkan lima topik utama yang sedang digarap, yakni simulasi pandemi, senjata neuroteknologi, data kesehatan digital, penyakit kronis dan ilmu otak, serta ekonomi kesehatan.

Topik simulasi pandemi memuat rekomendasi teknis lanjutan untuk simulasi varian pandemi, sementara topik senjata neuroteknologi membahas potensi pemanfaatannya dalam bidang intelijen dan pertahanan nasional.

Isi email ini memicu spekulasi luas karena menunjukkan adanya pembahasan pandemi bertahun-tahun sebelum Covid-19 melanda dunia.

Meski demikian, otoritas terkait menegaskan bahwa dokumen Epstein merupakan bagian dari proses peninjauan yang masih berjalan dan publik diminta berhati-hati dalam menafsirkan isi berkas tersebut.

Editor : Ali Mustofa
#Epstein #dokumen #amerika serikat #bill gates #filantropi