RADAR KUDUS – Publikasi besar-besaran dokumen penyelidikan terhadap terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (U.S. Department of Justice/DOJ) kembali membuka tabir jejaring pergaulan elite dunia.
Arsip tersebut memuat nama-nama tokoh berpengaruh lintas sektor—mulai dari politik, bisnis, hingga budaya—yang tercatat pernah berinteraksi dengan Epstein.
Seluruh figur yang disebut menegaskan tidak pernah terlibat dalam praktik pelecehan seksual yang dilakukan Epstein.
Baca Juga: Dokumen Baru Epstein Seret Nama Bill Gates, Catatan Pribadi Jadi Sorotan
Namun demikian, kemunculan nama-nama besar dalam arsip yang sangat luas ini tetap memicu sorotan global, terutama terkait relasi sosial dan akses kekuasaan di kalangan elite internasional.
Mengutip laporan PBS News, Senin (2/2/2026), dokumen tersebut merupakan bagian dari jutaan halaman materi yang dibuka ke publik berdasarkan Epstein Files Transparency Act.
Rilis ini mencakup ratusan ribu surel, ribuan rekaman video, serta puluhan ribu foto yang menggambarkan luasnya interaksi sosial Epstein dengan figur-figur berpengaruh dunia.
Meski arsip tersebut memuat banyak nama ternama, otoritas penegak hukum menegaskan bahwa tidak satu pun dari tokoh yang tercantum didakwa secara pidana terkait kasus Epstein.
Berikut sejumlah nama elite global yang paling banyak disorot dalam dokumen tersebut:
Baca Juga: Rilis Berkas Epstein Guncang Elite Global, Reputasi Gates, Musk, hingga Pejabat AS Disorot
1. Andrew Mountbatten-Windsor
Mantan Pangeran Inggris ini menjadi salah satu figur yang paling sering dikaitkan dengan Epstein.
Virginia Roberts Giuffre pernah menuduh dirinya diperdagangkan oleh Epstein dan dipaksa berhubungan dengan Mountbatten-Windsor saat berusia 17 tahun.
Tuduhan tersebut dibantah, namun Raja Charles III mencabut gelar kerajaan Andrew pada akhir tahun lalu.
Nama Mountbatten-Windsor muncul ratusan kali dalam dokumen, termasuk undangan makan malam di Istana Buckingham serta foto yang menampilkan dirinya dalam pose kontroversial dengan seorang perempuan tak dikenal.
2. Sarah Ferguson
Duchess of York ini pada Maret 2011 menyampaikan permintaan maaf secara terbuka karena membiarkan Epstein melunasi sebagian utangnya.
Meski sempat menyatakan tidak akan lagi berurusan dengan Epstein, dua bulan kemudian Ferguson diketahui mengirim email meminta saran terkait penampilannya di acara Oprah Winfrey.
Dalam balasannya, Epstein menyebut dirinya digambarkan secara tidak adil oleh media dan mengklaim telah “membayar utangnya kepada masyarakat”.
3. Elon Musk
Pendiri Tesla ini muncul dalam sejumlah korespondensi periode 2012–2013, khususnya terkait kemungkinan kunjungan ke pulau pribadi Epstein di Karibia.
Musk menegaskan dirinya menolak semua undangan tersebut. “Epstein mencoba mengajak saya ke pulau miliknya dan saya MENOLAK,” tulis Musk di platform X pada 2025.
4. Richard Branson
Pendiri Virgin Group tercatat bertukar banyak email dengan Epstein. Dalam salah satu pesan tahun 2013, Branson menulis ajakan bernada bercanda untuk bertemu “dengan membawa harem”.
Meski demikian, pihak perusahaan menegaskan hubungan Branson dengan Epstein terbatas pada pertemuan bisnis atau acara kelompok lebih dari satu dekade lalu dan tidak melibatkan pelanggaran apa pun.
5. Donald Trump
Dokumen menunjukkan relasi Trump dengan Epstein sebelum keduanya berselisih.
Arsip terbaru memuat ribuan referensi terkait Trump, mulai dari artikel berita hingga gosip keluarga.
Wakil Jaksa Agung Todd Blanche menyebut FBI menerima ratusan laporan terkait tokoh terkenal, namun sebagian besar dinilai tidak kredibel.
6. Bill Clinton
Mantan Presiden AS ini tercatat beberapa kali berada di sekitar Epstein lebih dari dua dekade lalu, termasuk melakukan penerbangan dengan jet pribadi Epstein.
Perwakilan Clinton menegaskan hubungan tersebut berakhir setelah dakwaan pidana pertama Epstein pada 2006 dan tidak ada tuduhan publik yang mengaitkan Clinton dengan kejahatan Epstein.
7. Steven Tisch
Pemilik klub New York Giants muncul lebih dari 400 kali dalam dokumen. Korespondensi menunjukkan Epstein menawarkan perkenalan dengan perempuan dewasa.
Tisch mengakui pernah bertukar email singkat, namun menyesali keterlibatan tersebut dan menyebut Epstein sebagai sosok yang “mengerikan”.
8. Casey Wasserman
Presiden Komite Olimpiade Los Angeles 2028 ini tercatat bertukar email bernada menggoda dengan Ghislaine Maxwell pada 2003.
Wasserman menyatakan tidak memiliki hubungan pribadi maupun bisnis dengan Epstein dan menyesali korespondensi tersebut. Maxwell sendiri kini menjalani hukuman 20 tahun penjara.
Baca Juga: Hidup Bukan Sekadar Mengalir: Antara Ikhtiar, Arah, dan Tanggung Jawab
9. Ehud Barak
Mantan Perdana Menteri Israel ini mengakui tetap berhubungan dengan Epstein hingga bertahun-tahun setelah pengakuan bersalah Epstein pada 2008.
Barak mengatakan ia kerap bertemu Epstein di New York dan menggunakan pesawat pribadinya, namun menegaskan tidak pernah menyaksikan perilaku yang tidak pantas.
10. Larry Summers
Mantan Menteri Keuangan AS dan mantan Presiden Universitas Harvard ini merupakan kenalan lama Epstein.
Dokumen mencatat pertemuan dan makan malam bersama, termasuk komunikasi pada 2019 setelah Epstein kembali didakwa.
Summers menyebut interaksi tersebut sebagai “kesalahan penilaian besar”.
11. Howard Lutnick
Menteri Perdagangan AS pada era Trump ini tercatat mengunjungi pulau Epstein bersama keluarganya pada Desember 2012.
Departemen Perdagangan AS menyatakan interaksi Lutnick bersifat terbatas, dilakukan di hadapan istrinya, dan tidak melibatkan pelanggaran apa pun.
12. Sergey Brin
Pendiri Google ini direncanakan bertemu Epstein dan Maxwell di New York pada 2003, termasuk undangan menonton film dan makan malam.
Juru bicara Google tidak memberikan komentar atas temuan tersebut.
13. Steve Bannon
Mantan penasihat Presiden Trump ini dilaporkan bertukar ratusan pesan ramah dengan Epstein sebelum penangkapan dan kematian Epstein pada 2019.
Korespondensi membahas politik, perjalanan, hingga rencana dokumenter. Hingga kini, Bannon belum memberikan tanggapan resmi.
14. Miroslav Lajcak
Penasihat keamanan nasional Perdana Menteri Slovakia ini mengundurkan diri setelah dokumen yang menunjukkan komunikasi masa lalunya dengan Epstein dirilis.
Lajcak menegaskan tidak pernah terlibat pelanggaran hukum dan menyatakan korespondensi tersebut terkait tugas diplomatik resmi.
Selain nama-nama di atas, dokumen Epstein juga menyebut berbagai figur global lainnya dari dunia hiburan, politik, dan bisnis internasional.
Daftar tersebut mencerminkan luasnya jaringan sosial Epstein di kalangan elite dunia.
Secara keseluruhan, publikasi arsip ini menegaskan bahwa kekuasaan, kekayaan, dan akses sosial tidak menghapus kebutuhan akan akuntabilitas.
Kasus Epstein kembali menjadi pengingat pentingnya transparansi, pengawasan publik, dan kehati-hatian dalam menilai relasi elite global di panggung internasional.
Editor : Ali Mustofa