RADAR KUDUS – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memastikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama yang digelar di Istora Senayan, Jakarta Selatan, hari ini (31/1).
Kehadiran Presiden tidak sendiri, karena sejumlah menteri Kabinet Merah Putih juga direncanakan turut mengikuti agenda bersejarah tersebut.
Kepastian itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf. Ulama yang akrab disapa Gus Yahya.
Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian Merosot, Galeri24 dan UBS Kompak Turun Rp89 Ribu per Gram
Menurutnya, menuturkan bahwa PBNU telah mengirimkan undangan resmi kepada Presiden Prabowo Subianto beserta seluruh jajaran menteri kabinet, pimpinan lembaga, dan badan negara untuk hadir secara langsung dalam peringatan satu abad NU.
“Kami telah menyampaikan undangan kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, serta kepada seluruh menteri kabinet dan pimpinan badan maupun lembaga negara,” ujar Gus Yahya, Sabtu (31/1).
Tak hanya pejabat pemerintahan, PBNU juga mengundang para duta besar dari berbagai negara sahabat Indonesia untuk menghadiri peringatan Harlah ke-100 NU.
Gus Yahya berharap seluruh undangan dapat hadir dan bersama-sama mengikuti momentum penting dalam sejarah organisasi Islam terbesar di Tanah Air tersebut.
“Mudah-mudahan Bapak Presiden berkenan hadir bersama kami. Berbagai persiapan teknis sudah kami koordinasikan, termasuk pengamanan dengan Paspampres,” tambahnya.
Pantauan di lokasi, sejumlah pejabat negara telah tampak hadir lebih awal di Istora Senayan.
Di antaranya Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, serta tokoh politik nasional yang juga Ketua Umum PPP, Mardiono.
Baca Juga: Shalat, Anugerah Langit Penjaga Keseimbangan Hidup Manusia
Dalam rangka peringatan seabad NU ini, PBNU memperkirakan sekitar 10 ribu peserta akan memadati Istora Senayan.
Peserta berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Peringatan Harlah ke-100 NU mengusung tema Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia.
Gus Yahya menjelaskan, tema tersebut dipilih karena sejalan dengan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yang juga menjadi ruh perjuangan NU sejak berdirinya.
Yakni, upaya bersama untuk mewujudkan peradaban yang luhur dan bermartabat bagi seluruh umat manusia.
Editor : Ali Mustofa