Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Profil Thomas Djiwandono: Anak Mantan Gubernur BI dan Cicit Pendiri BNI

Ali Mustofa • Selasa, 27 Januari 2026 | 14:29 WIB

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono

RADAR KUDUS – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) resmi mengesahkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk masa jabatan 2026–2031.

Keputusan itu diambil dalam Rapat Paripurna DPR RI yang berlangsung hari ini, Selasa (27/1).

Dalam rapat tersebut, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menanyakan persetujuan anggota dewan atas laporan Komisi XI mengenai hasil uji kelayakan dan kepatutan calon deputi BI.

Baca Juga: Tegas! Ahok Minta Erick Thohir dan Jokowi Diperiksa Terkait Pencopotan Direksi Pertamina

“Kami menanyakan, apakah laporan Komisi XI atas hasil uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi BI dapat disetujui?” tanya Saan.

“Setuju,” jawab para peserta rapat paripurna serentak.

Lalu, siapa sosok Thomas Djiwandono yang kini resmi menjabat sebagai Deputi Gubernur BI?

Thomas Djiwandono, yang akrab dipanggil Tommy, lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972.

Ia merupakan anak pertama dari pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati.

Sang ayah pernah menjabat sebagai Gubernur BI periode 1993–1998 dan kini mengajar di Nanyang Technological University (NTU), Singapura.

Sementara ibunya, Biantiningsih, adalah kakak kandung Prabowo Subianto, pendiri Partai Gerindra.

Baca Juga: Emas Antam Koreksi Rp1.000 per Gram, Buyback di Level Rp2,749 Juta

Selain itu, Tommy juga merupakan cicit R.M. Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank BNI 46. Ia sudah menikah dan memiliki tiga anak.

Dalam hal pendidikan, Thomas menempuh sekolah menengah di SMP Kanisius, Menteng, Jakarta.

Ia kemudian melanjutkan studi di bidang sejarah di Haverford College, Pennsylvania, Amerika Serikat.

Selanjutnya, ia meraih gelar master bidang Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, Washington, Amerika Serikat.

Karier Thomas bergerak di dua bidang utama: ekonomi dan politik. Kedua jalur itu tidak lepas dari aktivitas keluarga dalam perusahaan dan partai yang mereka dirikan.

Baca Juga: Galeri24 dan UBS Kompak Naik, Harga Emas Jadi Sorotan Investor

Awal kariernya dimulai sebagai wartawan magang di Majalah Tempo pada 1993, kemudian melanjutkan kerja di Indonesia Business Weekly pada 1994.

Ia juga sempat menjadi analis keuangan di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong.

Pada 2006, kariernya meningkat ketika pamannya, Hashim Djojohadikusumo, meminta Thomas untuk bergabung di Arsari Group.

Ia kemudian menduduki posisi Deputy CEO Arsari Group, perusahaan agrobisnis milik keluarga.

Di dunia politik, Thomas merupakan kader Partai Gerindra dan pernah menjadi calon legislatif (caleg) di Provinsi Kalimantan Barat.

Ia juga menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra selama 17 tahun, partai yang dibentuk oleh pamannya, Prabowo Subianto.

Namun, per 31 Desember 2025, Thomas resmi mengundurkan diri dari keanggotaan partai.

Bahkan, sejak awal 2025, ia telah melepaskan jabatan sebagai Bendahara Umum karena mengemban tugas baru sebagai Wakil Menteri Keuangan dan mempersiapkan karier di Bank Indonesia.

Baca Juga: Ketegangan Jiwa, Musuh Tersembunyi Manusia Modern

Jabatan Wakil Menteri Keuangan ia emban sejak Juli 2024 pada era Presiden Joko Widodo, mendampingi Wakil Menteri Keuangan I, Suahasil Nazara.

Kini, Thomas Djiwandono terpilih menjadi Deputi Gubernur BI menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri pada 13 Januari lalu.

Penunjukan ini berdasarkan hasil musyawarah Komisi XI DPR RI yang berlangsung di Jakarta, Senin (26/1).

“Telah dilakukan kesepakatan melalui musyawarah mufakat, dan hasilnya disepakati Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI pengganti Juda Agung,” kata anggota Komisi XI, Misbakhun, di Kompleks Parlemen Jakarta.

Misbakhun menambahkan, keputusan tersebut kemudian dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI untuk disetujui pimpinan dewan.

Editor : Ali Mustofa
#bank indonesia #uji kelayakan #Thomas Djiwandono