Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Serangan Rusia Ancam Operasional Pembangkit Listrik Ukraina di Tengah Musim Dingin Ekstrem

Redaksi Radar Kudus • Senin, 26 Januari 2026 | 12:08 WIB
ilustrasi; serangan berulang Rusia terhadap infrastruktur energi
ilustrasi; serangan berulang Rusia terhadap infrastruktur energi

RADAR KUDUS - Serangan Rusia yang terus berulang terhadap infrastruktur energi Ukraina membuat fasilitas pembangkit listrik di negara tersebut berada di ambang penutupan.

Sejumlah pembangkit listrik tenaga termal dilaporkan mengalami kerusakan serius dan terpaksa dihentikan operasionalnya sementara waktu untuk menjalani proses perbaikan.

Akibat serangan tersebut, jutaan warga Ukraina harus bertahan hidup di tengah musim dingin ekstrem dengan suhu mencapai minus 20 derajat Celsius tanpa pasokan listrik dan pemanas ruangan.

Kondisi ini memicu krisis kemanusiaan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang tinggal di wilayah konflik.

Pemerintah Ukraina menyebut serangan terhadap fasilitas energi terjadi secara sistematis dan terarah.

Rusia dituding secara sengaja menargetkan pembangkit listrik, gardu induk, serta jaringan distribusi energi untuk melumpuhkan pasokan listrik nasional.

Dampaknya tidak hanya dirasakan pada sektor kelistrikan, tetapi juga mengganggu akses air bersih, layanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemadaman listrik dilaporkan berlangsung selama berjam-jam hingga berhari-hari di sejumlah wilayah, bertepatan dengan puncak musim dingin.

Tanpa listrik, sistem pemanas tidak dapat berfungsi, sementara pasokan air bersih ikut terganggu karena pompa air tidak beroperasi.

Warga terpaksa mencari cara bertahan, mulai dari menggunakan pemanas darurat hingga berlindung di pusat-pusat pengungsian yang disediakan pemerintah.

Menurut otoritas Ukraina, strategi Rusia menargetkan infrastruktur energi bertujuan untuk melemahkan ketahanan sipil dan menurunkan moral masyarakat serta pasukan Ukraina.

Dengan terputusnya listrik dan pemanas, Rusia dinilai berupaya menciptakan tekanan psikologis dan kemanusiaan di tengah konflik yang masih berlangsung.

Di sisi lain, tim teknisi dan pekerja energi Ukraina terus melakukan perbaikan darurat di tengah ancaman serangan lanjutan.

Pemerintah juga bekerja sama dengan mitra internasional untuk memperoleh bantuan peralatan, suku cadang, serta generator listrik guna menjaga pasokan energi tetap berjalan, meski dalam kondisi terbatas.

Komunitas internasional menyatakan keprihatinan atas serangan terhadap infrastruktur sipil tersebut.

Sejumlah negara dan organisasi kemanusiaan menyerukan perlindungan terhadap fasilitas vital serta peningkatan bantuan kemanusiaan bagi warga Ukraina yang terdampak musim dingin ekstrem.

Hingga kini, situasi di Ukraina masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Serangan terhadap infrastruktur energi diperkirakan terus menjadi tantangan besar, sementara warga sipil harus berjuang menghadapi cuaca ekstrem di tengah konflik yang berkepanjangan. (Ghina)

 

Editor : Mahendra Aditya
#rusia #ukraina