Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Diplomasi Ekonomi Prabowo Subianto: Hasil Cepat dari Kunjungan Eropa

Redaksi Radar Kudus • Senin, 26 Januari 2026 | 12:07 WIB
Presiden Prabowo usai menyampaikan pidato di hadapan peserta WEF. (Foto: tangkapan layar instagram)
Presiden Prabowo usai menyampaikan pidato di hadapan peserta WEF. (Foto: tangkapan layar instagram)

 

RADAR KUDUS- Presiden Prabowo Subianto baru saja menyelesaikan perjalanan kerja penting ke Inggris, Swiss, dan Prancis pada 18 hingga 24 Januari 2026, yang menghasilkan komitmen investasi yang signifikan serta penguatan kemitraan global.

Kunjungan ini mencerminkan strategi diplomasi ekonomi yang aktif, dengan fokus pada investasi, penciptaan lapangan kerja, dan stabilitas global, sesuai dengan prinsip "Prabowonomics".

Presiden Prabowo bertemu dengan Perdana Menteri Keir Starmer dan Raja Charles III, di mana mereka menyepakati investasi di sektor maritim senilai 4 miliar pound sterling atau sekitar Rp90 triliun melalui Maritime Partnership Programme.

Kerja sama ini mencakup pembangunan 1. 582 kapal ikan di tanah air, yang diperkirakan dapat menciptakan 600.000 lapangan kerja, termasuk 30.000 awak kapal dan 400.000 di sektor produksi.

Selain itu, ada kemitraan pendidikan dengan 24 universitas dari Russell Group yang berfokus pada pengembangan STEM dan pendirian universitas baru di Indonesia.

Pada World Economic Forum 2026, Prabowo menyampaikan pidato utama yang menekankan pentingnya perdamaian untuk pertumbuhan ekonomi global, serta memaparkan kekuatan ekonomi Indonesia yang memiliki inflasi 2% dan defisit di bawah 3% dari PDB.

Ia membahas konsep "Prabowonomics" untuk menarik investasi di sektor energi hijau dan digital, serta mengunjungi Paviliun Indonesia untuk diplomasi langsung terkait investasi. Pidato ini mendapatkan tanggapan positif, menempatkan Indonesia sebagai "sinar harapan global" di tengah ketidakpastian dunia.

Sebelum kembali, Prabowo mengundang Presiden Emmanuel Macron untuk makan malam di Istana Élysée yang membahas penguatan hubungan bilateral di sektor-sektor strategis.

Hal Ini semakin memperkuat hubungan antara Indonesia dan Prancis pasca-WEF dan menambah dimensi baru dalam diplomasi ekonomi di Eropa.

Kunjungan ini berhasil menghasilkan investasi senilai Rp90 triliun dan ratusan ribu lapangan kerja, serta mendorong ekspor di sektor maritim dan ketahanan pangan. Indonesia juga bergabung dengan Board of Peace untuk perdamaian di Gaza, menunjukkan bahwa diplomasi ekonomi dapat terintegrasi dengan isu global. Pada 26 Januari 2026, pencapaian ini menjadi modal yang kuat untuk pertumbuhan ekonomi nasional yang "akan mengejutkan dunia". (Anita F)

Editor : Mahendra Aditya
#diplomasi ekonomi #prabowo #Presiden Prabowo #diplomasi #world economic #diplomasi militer