RADAR KUDUS - Presiden Prabowo mengungkapkan kesiapan untuk mengirimkan tentara ke Gaza sebagai bagian dari inisiatif perdamaian yang diprakarsai oleh Presiden AS Donald Trump.
Pernyataan tersebut disampaikan pada pertemuan ASEAN-AS di Kuala Lumpur pada bulan Oktober 2025, di mana Prabowo menekankan komitmennya terhadap kestabilan kawasan.
Sebelumnya, pada KTT Perdamaian Gaza yang diadakan di Sharm El-Sheikh, Mesir, ia telah memberikan perintah kepada TNI untuk mempersiapkan pasukan perdamaian.
Prabowo hadir dalam KTT Perdamaian Gaza di Mesir pada bulan Oktober 2025 dan menyatakan dukungan penuhnya terhadap perjanjian gencatan senjata, penarikan pasukan Israel, dan pembebasan para sandera.
Ia menegaskan tekadnya yang telah lama untuk membela Palestina, dengan Indonesia selalu terlibat oleh negosiator penting seperti AS, Qatar, Mesir, dan Turki.
Pada 22 Januari 2026, Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk oleh Trump; Prabowo menandatangani piagamnya dan mengajak semua pihak untuk membantu masyarakat Gaza.
Kesiapan ini mirip dengan pengiriman pasukan ke Lebanon, yang dilakukan setelah tercapainya gencatan senjata.
Kontribusi Prabowo memperkuat posisi Indonesia sebagai pelaku damai di tingkat global, dengan fokus pada solusi dua negara dan bantuan kemanusiaan.
Upaya ini membuka kesempatan bersejarah untuk mengurangi penderitaan masyarakat Gaza, meskipun rincian negosiasi masih tetap kompleks.
Indonesia siap untuk melanjutkan peran strategis dalam upaya mencapai perdamaian di Timur Tengah. (Anita Fitriani)
Editor : Ali Mustofa