Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Transformasi Humpuss Maritim: Ari Askhara Resmi Jadi Dirut Baru

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 15 Januari 2026 | 16:46 WIB
Susunan Pengurus Baru HUMI
Susunan Pengurus Baru HUMI

Jakarta – Perubahan signifikan terjadi di jajaran direksi PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI).

Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara atau lebih dikenal dengan nama Ari Askhara, resmi mengemban tongkat kepemimpinan HUMI setelah ditunjuk sebagai Direktur Utama menggantikan Tirta Hidayat.

Penunjukan ini berlangsung dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu, 14 Januari 2026.

Humpuss Maritim, yang dikenal sebagai pemain utama dalam sektor jasa transportasi energi dan infrastruktur maritim di Indonesia, kini menaruh harapan besar pada kepemimpinan Ari.

Dalam keterbukaan informasi, Ari menegaskan bahwa fokus HUMI ke depan bukan hanya sebagai pemilik kapal semata, melainkan akan bertransformasi menjadi perusahaan logistik maritim dan energi yang terintegrasi secara nasional.

“Ke depannya, HUMI akan menekankan pertumbuhan pendapatan yang sehat melalui sinergi antar grup usaha, pengembangan armada yang adaptif, serta diversifikasi usaha berkelanjutan.

Kami ingin HUMI tampil sebagai penyedia layanan logistik maritim dan energi yang komprehensif, bukan sekadar ship owner,” tegas Ari Askhara.

Selain strategi pertumbuhan, Ari juga menyoroti pentingnya efisiensi biaya operasional dan optimalisasi keuangan.

Menurutnya, transformasi ini harus tetap mengutamakan keselamatan dan kualitas layanan, agar perusahaan bisa bersaing secara kompetitif di industri maritim yang semakin dinamis.

RUPSLB juga menetapkan beberapa pergantian penting di jajaran manajemen. Indra Yurana Sugiarto resmi mengisi posisi direktur, menggantikan Dedi Hudayana.

Sementara itu, dalam jajaran komisaris, Mahdan ditunjuk sebagai komisaris utama sekaligus komisaris independen, menggantikan AR Sofyan, sedangkan Dedi Hudayana kini menempati posisi komisaris, menggantikan Daryono.

Manajemen HUMI menyatakan bahwa restrukturisasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG).

Dengan susunan manajemen baru, perusahaan berharap bisa lebih adaptif menghadapi tantangan industri maritim yang semakin kompetitif dan dinamis.

Pergerakan HUMI ini juga menjadi sorotan karena reputasi Ari Askhara yang pernah memimpin Garuda Indonesia. Namanya dikenal luas di sektor transportasi nasional, meskipun perjalanan kariernya di Garuda sempat diwarnai kontroversi.

Kini, tanggung jawabnya beralih ke sektor maritim, yang memiliki karakter bisnis berbeda: logistik energi dan infrastruktur pelabuhan.

Dari sisi industri, langkah HUMI menunjuk Ari Askhara dipandang sebagai upaya perusahaan untuk meningkatkan profil korporasi dan memperluas jaringan bisnisnya.

Mengingat sektor maritim Indonesia sedang mengalami fase pertumbuhan, terutama dalam pengelolaan energi dan transportasi laut, penempatan sosok dengan pengalaman manajemen tinggi diharapkan mampu mendorong efisiensi, inovasi, dan diversifikasi usaha.

“Dengan dinamika industri maritim saat ini, HUMI perlu pemimpin yang tidak hanya memahami manajemen korporat, tetapi juga mampu menjalin sinergi dengan berbagai pihak, termasuk mitra strategis, regulator, dan investor,” ungkap pengamat industri maritim.

Ia menambahkan, kehadiran Ari dapat memberikan “nafas baru” sekaligus mengangkat citra perusahaan di mata pasar dan publik.

Selain itu, HUMI menegaskan pentingnya menggabungkan pengembangan armada modern dengan inovasi digital dan logistik berbasis energi terbarukan.

Ari sendiri menekankan strategi jangka panjang, yang tidak hanya mengejar pertumbuhan finansial, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan.

Hal ini sejalan dengan tren global di sektor maritim, yang kini menekankan efisiensi energi dan pengurangan jejak karbon.

Pengamat lain menyoroti bahwa pergantian manajemen HUMI ini bisa menjadi momentum untuk melakukan ekspansi usaha, memperkuat rantai logistik, dan memperluas pasar layanan energi dan maritim.

Fokus pada “integrated maritime & energy logistics” menjadi kunci agar HUMI tidak hanya kompetitif, tetapi juga mampu memberikan layanan berkualitas tinggi kepada klien korporat maupun pemerintah.

Seiring dengan perubahan ini, para pemangku kepentingan di sektor maritim menantikan langkah strategis Ari Askhara dalam memperluas portofolio HUMI, membangun sinergi antar perusahaan dalam grup, serta menghadirkan model bisnis yang efisien namun berorientasi pada kualitas layanan.

Semua ini menjadi tanda bahwa HUMI siap menghadapi tantangan baru dan menegaskan posisinya sebagai pemain utama di industri maritim Indonesia.

Editor : Mahendra Aditya
#HUMI #Direktur Utama HUMI #Ari Askhara