RADAR KUDUS - Pemerintah China ingin Iran cepat menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dan mempertahankan kestabilan negara tersebut.
Hal ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam sebuah konferensi pers pada hari Senin, 12 Januari 2026.
China menolak segala jenis intervensi asing dalam urusan domestik Iran.
China menegaskan komitmennya untuk tidak terlibat dalam urusan negara lain dan menghormati kedaulatan mereka.
Mereka menolak penggunaan atau ancaman kekerasan dalam hubungan antarnegara dan terus memantau keadaan di Iran, sambil menjaga keselamatan warga negaranya yang berada di sana.
Saat ini, belum ada laporan tentang korban di kalangan warga China, dan Beijing mengingatkan warganya untuk tetap berhati-hati serta menghubungi kedutaan jika membutuhkan bantuan.
Protes di Iran terjadi akibat penurunan tajam nilai mata uang rial, dengan inflasi yang mendekati 39% serta lonjakan harga barang.
Aksi demonstrasi di ratusan kota berubah menjadi bentrokan dengan aparat keamanan, disertai dengan seruan menentang sistem politik yang ada.
Lembaga HAM melaporkan bahwa puluhan orang telah tewas dan ribuan lainnya ditahan.
Presiden AS Donald Trump menyatakan kesediaannya untuk membantu Iran menuju kebebasan dan mengancam akan bertindak jika terjadi kekerasan terhadap para pengunjuk rasa yang damai.
China menanggapi dengan seruan untuk menjaga kedaulatan serta keutuhan perdamaian di Timur Tengah.
China tetap memantau situasi di Iran dan mengingatkan semua pihak untuk berupaya menjaga stabilitas kawasan.
Ketegangan dalam protes yang meningkat menarik perhatian dunia, termasuk Amerika Serikat yang memberikan dukungan verbal kepada para demonstran. (Anita Fitriani)
Editor : Ali Mustofa