Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

“Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?”: Potret Emosional Beban Keluarga yang Tak Tampak

Redaksi Radar Kudus • Senin, 12 Januari 2026 | 16:07 WIB
Photo
Photo

RADAR KUDUS - Kebahagiaan dalam keluarga sering tampak sederhana, padahal kehangatan itu kerap lahir dari pengorbanan seorang ayah yang tidak banyak berbicara.

Di balik suasana rumah yang terasa aman, ada sosok kepala keluarga yang memikul berbagai persoalan seorang diri.

Inilah gagasan utama yang disampaikan film “Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?”, produksi perdana Five Elements Pictures.

Film tersebut diperkenalkan ke publik melalui acara Book Talk dan peluncuran proyek, menandai langkah awal Five Elements Pictures memasuki dunia perfilman Tanah Air.

Karya ini tidak hanya dihadirkan sebagai tontonan, tetapi juga sebagai ajakan untuk merenung, khususnya bagi anak muda yang sejak kecil dituntut matang secara emosional dan harus menjadi penopang keluarga.

Proyek film ini diwujudkan lewat kerja sama dengan IFI Sinema, A&Z Films, dan Leo Pictures.

Disutradarai oleh Kuntz Agus dan diadaptasi dari buku laris karya Khoirul Trian, kolaborasi ini menjadi bentuk komitmen untuk menghasilkan film yang tidak sekadar menghibur, tetapi juga memberi nilai sosial yang kuat.

Baca Juga: Sinopsis Film Bidadari Surga, Siap Tayang 15 Januari, Angkat Tema Romansa dan Perjalanan Hijrah

Cerita film menyoroti ayah yang terus mengalah dan berupaya menjaga keluarganya tetap utuh, meski banyak perjuangannya tidak pernah diketahui anak-anaknya.

Ia tetap berusaha memberikan rasa aman dan kebahagiaan meski harus menghadapi masalah tanpa banyak keluh.

Produser Ody Mulya dan Soemijato Muin menjelaskan bahwa film ini menjadi ruang untuk menyadarkan penonton bahwa perjuangan ayah sering kali tidak terlihat.

Mereka menyampaikan bahwa banyak generasi muda, terutama Gen Z dan Milenial, harus memikul beban emosional yang berat di rumah, dan film ini diharapkan dapat membantu memvalidasi perasaan itu sekaligus mengajak untuk menghargai pengorbanan ayah.

Realitas tersebut ditampilkan melalui karakter Dira dan Darin yang diperankan Mawar De Jongh serta Rey Bong.

Mereka menggambarkan anak-anak yang tumbuh dengan dinamika keluarga tidak sederhana dan sering kali harus menutupi rasa lelahnya sendiri.

“Banyak anak muda yang mau tidak mau harus tampil kuat di rumah. Tokoh saya menggambarkan kelelahan yang mereka simpan,” ujar Rey Bong.

Sementara Mawar menambahkan bahwa film ini mengingatkan bahwa di balik beban anak, ada usaha besar seorang ayah untuk menjaga keluarganya tetap baik-baik saja.

Baca Juga: Zee Asadel Gantikan Sandrinna, Danur 4 Ungkap Masa Lalu Peter Cs

 

Sutradara Kuntz Agus melihat film ini sebagai pengalaman yang hangat secara emosional.

Ia ingin visual dan suasana cerita terasa dekat, sehingga penonton dapat merasakan dinamika keluarga yang mungkin tidak sempurna, tetapi selalu menjadi tempat kembali.

Deretan aktor seperti Dwi Sasono, Unique Priscilla, Baskara Mahendra, Kiara McKenna, dan Dinda Kanya Dewi turut menguatkan cerita.

Melalui penampilan mereka, film ini diharapkan mampu membangkitkan kembali kenangan penonton tentang figur ayah dalam hidup mereka.(laura)

Editor : Ali Mustofa
#film keluarga #Five Elements Pictures #Dinamika keluarga #Beban emosional #Film drama Indonesia