Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Di Tengah Ancaman Bahaya, Warga Nekat Ambil Air dari Sinkhole Limapuluh Kota yang Dipercaya Bisa Menyembuhkan Penyakit

Ali Mustofa • Jumat, 9 Januari 2026 | 15:39 WIB
Sinkhole yang muncul di Jorong Tepi, Lima Puluh Kota, Sumbar kini tampak berwarna kebiruan.
Sinkhole yang muncul di Jorong Tepi, Lima Puluh Kota, Sumbar kini tampak berwarna kebiruan.

RADAR KUDUS – Kemunculan lubang besar atau sinkhole di kawasan persawahan Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, menimbulkan fenomena unik sekaligus mengkhawatirkan.

Di tengah kondisi lahan yang dinilai masih berbahaya, sebagian warga justru mendatangi lokasi dan mengambil air dari dalam lubang tersebut karena meyakini memiliki khasiat pengobatan.

Menanggapi situasi itu, tim ahli dari Badan Geologi Bandung yang ditugaskan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan imbauan tegas.

Baca Juga: Mantan Menag Gus Yaqut Resmi Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji 2023-2024

Masyarakat diminta menghentikan aktivitas pengambilan maupun konsumsi air dari sinkhole hingga terdapat hasil penelitian ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Tim Badan Geologi tiba di lokasi pada Kamis pagi (8/1) untuk melakukan kajian awal.

Salah satu anggota tim, Taufik Wirabuana, menyatakan keprihatinannya atas tindakan warga yang terpengaruh informasi tidak jelas yang beredar di media sosial terkait manfaat air dari lubang tersebut.

“Jangan mudah percaya pada isu-isu yang tidak memiliki dasar ilmiah. Misalnya klaim air ini bisa menyembuhkan penyakit. Selama belum ada bukti yang jelas, masyarakat sebaiknya tidak mempercayainya,” ujar Taufik, Jumat (9/1).

Ia menjelaskan, saat ini tim memusatkan perhatian pada pemeriksaan cepat kondisi geologi, termasuk karakter tanah dan kandungan air, untuk mengetahui penyebab serta jenis fenomena yang terjadi di wilayah Pombatan tersebut.

Pengumpulan data akan dilakukan secara intensif dalam beberapa hari ke depan guna memastikan tingkat keamanan area tersebut, baik bagi permukiman warga maupun lahan pertanian di sekitarnya.

“Kemungkinan pemeriksaan dilakukan hingga Sabtu dan Minggu. Saat ini kami belum melakukan kajian menyeluruh, masih fokus pada asesmen cepat. Kami ingin memastikan kondisi tanahnya, airnya, serta karakter sinkhole di sini, karena tentu berbeda dengan yang ada di wilayah Jawa,” jelasnya.

Baca Juga: Sholat Khusyu’: Antara Rutinitas dan Perubahan Akhlak

Kehadiran tim ahli ini merupakan tindak lanjut cepat Kementerian ESDM setelah menerima laporan kekhawatiran masyarakat serta maraknya spekulasi yang berkembang di tengah warga.

Sementara itu, anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, yang turut mendampingi tim di lapangan, berharap hasil kajian teknis dapat segera diumumkan.

Dengan demikian, masyarakat memperoleh kepastian dan tidak lagi mendatangi lokasi demi aktivitas yang berisiko.

“Mudah-mudahan kajian dari Badan Geologi ini bisa menjawab berbagai spekulasi liar sekaligus meredam kecemasan warga terkait fenomena sinkhole,” kata Fajar.

Ke depan, hasil kajian tersebut akan menjadi dasar bagi Pemerintah Daerah dalam menentukan langkah-langkah mitigasi dan penanganan lanjutan atas potensi bencana di wilayah tersebut.

Editor : Ali Mustofa
#geologi #persawahan #esdm #pengobatan #Masyarakt #sinkhole