Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lubang Raksasa Muncul di Persawahan Limapuluh Kota Sumbar, Ahli Geologi Buka Suara

Ali Mustofa • Senin, 5 Januari 2026 | 14:10 WIB

Warga sekitar mendekati sinkhole yang mendadak muncul di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar.
Warga sekitar mendekati sinkhole yang mendadak muncul di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar.

RADAR KUDUS – Ahli Geologi serta Mitigasi Bencana Geologi dan Vulkanologi, Ade Edward, menjelaskan bahwa fenomena sinkhole atau lubang besar yang muncul secara tiba-tiba di permukaan tanah umumnya terjadi di wilayah dengan struktur batuan kapur.

Kondisi tersebut, menurutnya, juga terdapat di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

“Peristiwa sinkhole sebenarnya bukan hal langka. Kejadian ini cukup sering dijumpai, terutama di kawasan perbukitan kapur,” ujar Ade Edward, dikutip dari Antara, Minggu (4/1).

Baca Juga: Sawah Warga Mendadak Ambles, Sinkhole Berdiameter Puluhan Meter Gegerkan Warga Sumbar

Ade menerangkan, wilayah Nagari Situjuah Batua merupakan kawasan batu kapur yang tertutup oleh endapan material hasil erupsi Gunung Sago.

Lapisan penutup inilah yang membuat struktur kapur di bawah permukaan tidak tampak secara kasatmata.

Karena tanahnya tergolong subur, area tersebut selama ini dimanfaatkan warga sebagai lahan pertanian.

Secara geologis, batuan kapur memiliki sifat mudah larut apabila terus-menerus terpapar air hujan.

Proses pelarutan ini dapat memicu terbentuknya rekahan di bawah tanah yang lambat laun berkembang menjadi rongga besar.

Ketika lapisan tanah di atasnya tak lagi mampu menahan beban, amblesan pun terjadi dan membentuk sinkhole.

Ade menambahkan, kejadian serupa tidak hanya terjadi di Nagari Situjuah Batua.

Baca Juga: Lewat BRILink, Warga Pelosok Banyuasin Kini Lebih Mudah Bertransaksi

Fenomena lubang besar di permukaan tanah juga pernah ditemukan di wilayah Kamang, Kabupaten Agam, yang sama-sama berada di kawasan batuan kapur.

“Biasanya, di lokasi sinkhole terdapat aliran sungai bawah tanah. Jika fenomena ini muncul di dekat permukiman atau rumah warga, tentu sangat membahayakan,” jelasnya.

Ia menduga, kemunculan lubang besar di Nagari Situjuah Batua kemungkinan dipicu oleh adanya sumbatan di aliran bawah tanah yang menyebabkan tekanan air meningkat dan memicu retakan, hingga akhirnya tanah di atasnya runtuh secara mendadak.

Untuk mencegah risiko kecelakaan, Ade menyarankan agar lubang tersebut segera ditangani dengan cara ditimbun menggunakan material tanah, pasir, dan batu, kemudian diperkuat melalui pengecoran.

Langkah tersebut dinilai penting demi menjaga keselamatan masyarakat.

Baca Juga: Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru per 5 Januari 2026, Nonsubsidi Turun

“Fenomena ini sebenarnya sudah lama dikenal oleh warga setempat. Mereka menyebutnya dengan istilah ‘Sawah Luluih’,” kata Ade.

Seperti diberitakan sebelumnya, fenomena sinkhole membuat geger warga Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, pada Minggu (4/1).

Lubang besar tersebut muncul secara tiba-tiba di area persawahan setelah terdengar suara dentuman keras.

Salah seorang warga yang diwawancarai Padang Ekspres (Jawa Pos Group) menuturkan bahwa suara menggelegar terdengar sekitar pukul 11.00 WIB.

Tak lama berselang, tanah sawah amblas dan membentuk lubang yang dipenuhi genangan air.

“Begitu didekati, terlihat jelas tanah sawah runtuh dan membentuk lubang cukup besar,” ujar warga tersebut.

Berdasarkan keterangan di lapangan, sinkhole pertama kali diketahui oleh petani yang sedang membajak sawah.

Mereka pula yang mendengar suara dentuman sebelum amblesan terjadi.

Baca Juga: Harga Emas Antam Bertahan, Investor Diuntungkan Kenaikan Buyback

Pada awalnya, diameter lubang diperkirakan sekitar 10 meter, namun terus melebar hingga mencapai sekitar 20 meter.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, perangkat Nagari Jorong Tepi, Salmi, bersama Anggota DPRD Limapuluh Kota Fajar Rillah Vesky dan aparat kepolisian langsung melakukan peninjauan ke lokasi.

Polisi kemudian memasang garis pengaman di sekitar area sinkhole untuk mencegah warga mendekat.

“Pemasangan garis polisi dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan amblas susulan, mengingat kondisi tanah masih belum stabil,” demikian keterangan petugas kepolisian di lokasi.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi lanjutan dari otoritas setempat terkait penyebab detail kejadian tersebut.

Baca Juga: Bapanas Catat Penurunan Harga Sejumlah Komoditas Pangan

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi arahan petugas, termasuk tidak melintasi garis pembatas yang telah dipasang.

Kepanikan sempat melanda warga Jorong Tepi setelah lubang raksasa itu muncul di tengah sawah, disertai suara gemuruh yang menyerupai ledakan.

Fenomena alam tersebut menarik perhatian ratusan warga yang berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung.

Peristiwa itu terjadi di lahan persawahan milik Adrolmios alias Si Ad (61).

Ia mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat kabar dari warga sekitar pada pukul 11.00 WIB.

Menurutnya, kejadian pertama kali diketahui oleh Mak Etek Uwid, warga setempat yang saat itu sedang bekerja di area sawah.

“Tiba-tiba terdengar suara sangat keras, lalu tanah langsung amblas dan lubangnya terus membesar,” ungkapnya.

Baca Juga: Pantauan Sahabat Pegadaian, Harga Emas Galeri24 dan UBS Tak Bergerak

Saat ini, lubang tersebut terisi air dengan kedalaman yang diperkirakan bervariasi, mulai dari sekitar 5,7 meter hingga mencapai sekitar 20 meter.

Diameter lubang berkisar antara 7 hingga 10 meter. Kondisi tanah di sekitar lokasi masih tergolong labil dan berpotensi mengalami amblesan lanjutan.

Situasi tersebut langsung mendapat perhatian dari aparat dan pemerintah daerah.

BPBD Kabupaten Limapuluh Kota bersama kepolisian telah memasang garis pengaman dan pagar pembatas guna mencegah warga mendekati area berbahaya.

Meski demikian, rasa penasaran membuat masyarakat masih memadati sekitar lokasi kejadian.

Hingga kini, tidak ada laporan korban jiwa. Namun aparat terus mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan menjauhi lokasi sinkhole, mengingat struktur tanah belum sepenuhnya stabil.

Pemerintah daerah juga tengah mempertimbangkan langkah penanganan lanjutan berupa penimbunan dan penguatan area untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Editor : Ali Mustofa
#Perbukitan Kapur #masyarakat #sumbar #BPBD #sinkhole