RADAR KUDUS - Menjelang pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026, para pencari kerja dari lulusan SMA hingga S1 mulai mempersiapkan strategi matang guna menembus ketatnya persaingan birokrasi.
Salah satu taktik yang dinilai paling efektif adalah dengan mencermati kementerian atau lembaga yang tergolong sepi peminat namun menawarkan kompensasi yang kompetitif.
Berdasarkan data evaluasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), terdapat anomali menarik di mana sejumlah instansi pusat yang memiliki jumlah pelamar relatif sedikit justru memberikan penawaran gaji yang cukup menggiurkan.
Baca Juga: CEK SEKARANG! Bocoran Pembukaan CPNS 2026, Syarat dan Cara Daftarnya
Tercatat, penghasilan di instansi-instansi tersebut mampu melampaui angka Rp5 juta, bahkan untuk formasi tertentu mencapai Rp12,5 juta per bulan.
Peluang di Tengah Minimnya Persaingan
Meski pemerintah belum menetapkan tanggal pasti pembukaan pendaftaran CPNS 2026, pola data dari seleksi sebelumnya memberikan gambaran bagi calon peserta.
Mengincar formasi yang kurang populer namun strategis dapat menjadi jalan pintas bagi pelamar untuk meminimalkan persaingan tanpa harus mengorbankan kesejahteraan finansial.
Berikut adalah daftar instansi yang tercatat memiliki jumlah pelamar rendah namun menawarkan penghasilan tinggi:
1. Sekretariat Jenderal Komnas HAM
Menjadi salah satu instansi dengan persaingan paling longgar, instansi ini hanya mencatat 292 pelamar untuk 38 formasi. Meski sepi peminat, lulusan S1 di lembaga ini bisa membawa pulang gaji hingga Rp12,5 juta per bulan.
Baca Juga: UPDATE! Kemenkeu Buka Seleksi CPNS 2025-2029, Ini Cara Daftarnya
2. Kementerian PAN-RB
Kementerian yang mengatur birokrasi ini justru kurang diminati dengan hanya 311 pelamar pada 61 formasi yang tersedia. Padahal, rentang gaji yang ditawarkan sangat kompetitif, yakni antara Rp9,67 juta hingga Rp12,29 juta.
3. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Sebagai lembaga riset terbesar, BRIN membuka hingga 500 formasi namun hanya menarik 397 pelamar. Untuk posisi Peneliti Ahli Muda, penghasilan yang dijanjikan berkisar antara Rp7 juta hingga Rp11 juta.
4. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)
BPIP mencatat 570 pelamar untuk 53 formasi. Gaji yang ditawarkan cukup bervariasi, seperti posisi Auditor Ahli Pertama yang mencapai Rp9,93 juta dan Penata Kelola Hukum di angka Rp7,38 juta.
5. Kementerian Koordinator Bidang Polhukam
Instansi strategis ini hanya menarik 946 pelamar untuk 86 formasi. Bagi mereka yang berhasil lolos, total penghasilan yang diterima dilaporkan dapat menembus angka Rp9 juta per bulan.
6. Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial (KY)
Dengan kuota 145 formasi dan jumlah pelamar sebanyak 848 orang, Setjen KY menawarkan standar gaji yang cukup mapan, mulai dari Rp5 juta hingga Rp9 juta per bulan.
7. Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas)
Instansi ini memiliki rasio pelamar yang cukup rendah, yakni 731 orang untuk 86 posisi. Estimasi penghasilan yang ditawarkan berada pada rentang Rp6,71 juta hingga Rp8,06 juta.
8. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)
BNPT membuka 194 formasi dengan jumlah peminat sebanyak 773 orang. Gaji yang disiapkan untuk CPNS di lembaga ini dimulai dari Rp5,5 juta hingga Rp8 juta.
9. Kementerian Koordinator Bidang PMK
Pada seleksi sebelumnya, terdapat 314 pelamar untuk 65 formasi. Untuk jabatan seperti Fasilitator Pemerintahan, gaji yang ditawarkan berada di kisaran Rp3 juta hingga Rp6 juta.
10. Sekretariat Jenderal MPR
Meski hanya tersedia 25 formasi dengan 306 pelamar, instansi ini menawarkan gaji yang stabil. Untuk posisi teknis informasi, gaji yang diterima berkisar antara Rp2,79 juta hingga Rp5,4 juta.
Imbauan Bagi Calon Pelamar
Masyarakat diharapkan tidak menunggu pengumuman resmi untuk mulai bersiap. Pemilihan instansi yang tepat sejak awal, didukung dengan persiapan dokumen seperti KTP, ijazah legalisir, hingga SKCK, akan menjadi nilai tambah dalam menghadapi seleksi CPNS 2026 mendatang. (*)
Editor : Ali Mustofa