Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Puluhan Ribu Guru Akan Serbu Sidrap, PORSENIJAR PGRI Sulsel 2026 Jadi Magnet Besar

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 2 Januari 2026 | 17:42 WIB
Ilustrasi Porsenijar PGRI
Ilustrasi Porsenijar PGRI

RADAR KUDUS - Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, tak sekadar menjadi lokasi kegiatan seremonial pada 2026.

Daerah ini diproyeksikan berubah menjadi pusat pertemuan terbesar insan pendidik se-Sulawesi Selatan ketika dipercaya menjadi tuan rumah Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (PORSENIJAR) PGRI Sulsel 2026.

Ajang dua tahunan yang dijadwalkan berlangsung pada awal Juli 2026 itu diperkirakan akan menyedot puluhan ribu guru dari 24 kabupaten/kota.

Bukan hanya kompetisi olahraga dan seni, PORSENIJAR kali ini membawa misi yang lebih luas: konsolidasi profesi guru, penguatan solidaritas, sekaligus penggerak ekonomi lokal.

Baca Juga: Jadwal Panas Pekan ke-16 Super League: Ujian Mental Persija dan Persib Jelang Duel Klasik

Sidrap, Tuan Rumah dengan Taruhan Besar

Kepercayaan kepada Sidrap bukan tanpa pertimbangan. Daerah yang dikenal sebagai lumbung pangan Sulsel ini dinilai memiliki kesiapan infrastruktur, aksesibilitas, serta dukungan pemerintah daerah yang solid.

PORSENIJAR 2026 akan menjadi etalase besar Sidrap—bukan hanya bagi guru, tetapi juga bagi sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif lokal.

Ketua Panitia PORSENIJAR PGRI Sulsel 2026, Prof. Dr. H. Muhlis Madani, M.Si, menyebut ajang ini sebagai agenda strategis PGRI, bukan sekadar rutinitas organisasi.

“PORSENIJAR adalah ruang besar untuk mempertemukan para guru dalam suasana sehat, kreatif, dan kolaboratif. Terakhir digelar 2023 di Soppeng dengan peserta puluhan ribu.

Tahun 2026, Sidrap dipercaya melanjutkan tongkat estafet itu,” ujarnya.

Baca Juga: Prediksi Persija vs Persijap Jepara di GBK, Laskar Kalinyamat Main Di Bawah Tekanan Degradasi

Bukan Hanya Lomba, Tapi Konsolidasi Profesi

Berbeda dari kompetisi olahraga pada umumnya, PORSENIJAR dirancang sebagai ruang konsolidasi guru.

Olahraga dan seni menjadi medium, sementara tujuannya adalah memperkuat ikatan emosional, membangun semangat kebersamaan, dan menyegarkan kembali energi para pendidik.

Dalam konteks ini, Sidrap akan menjadi “ruang kelas raksasa” tempat guru saling belajar di luar ruang formal.

Aktivitas pembelajaran kolaboratif, diskusi informal, hingga pertukaran pengalaman antar daerah menjadi nilai tambah yang jarang disorot, namun justru menjadi roh utama PORSENIJAR.

Penjadwalan Disesuaikan Kalender Pendidikan

Salah satu perhatian utama panitia adalah tidak mengganggu proses belajar-mengajar. Oleh karena itu, waktu pelaksanaan diselaraskan dengan masa libur sekolah.

Langkah ini dinilai krusial agar partisipasi guru tetap maksimal tanpa mengorbankan kewajiban utama mereka di sekolah.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang penyegaran, bukan beban. Karena itu penjadwalannya sangat memperhatikan kalender akademik,” kata Prof. Muhlis.

Kepanitiaan tingkat provinsi sendiri telah terbentuk dan akan segera menggelar rapat pleno awal 2026 untuk menyusun peta jalan persiapan, mulai dari teknis lomba hingga pengelolaan peserta.

Baca Juga: Tak Perlu ke Faskes, Ini Cara Skrining BPJS 2026 dan Arti Hasilnya

Koordinasi Daerah Jadi Kunci

Usai rapat pleno, panitia provinsi dijadwalkan melakukan silaturahmi dengan Bupati Sidenreng Rappang serta PGRI Sidrap.

Pertemuan ini akan menjadi fondasi pembentukan panitia lokal, termasuk penunjukan liaison officer (LO) yang bertugas mendampingi kontingen dari berbagai daerah.

Model koordinasi ini dinilai penting mengingat skala kegiatan yang sangat besar. Puluhan ribu peserta berarti kebutuhan akomodasi, transportasi, konsumsi, hingga pengamanan harus dirancang sejak dini.

Efek Domino Ekonomi dan Pariwisata

Salah satu angle yang jarang dibahas adalah dampak ekonomi langsung dari PORSENIJAR. Kehadiran ribuan guru beserta keluarga dan suporter dipastikan menciptakan perputaran uang signifikan di Sidrap.

Hotel, penginapan, rumah makan, transportasi lokal, hingga pelaku UMKM diprediksi akan menikmati efek domino dari kegiatan ini.

Tak hanya itu, PORSENIJAR juga menjadi sarana promosi budaya dan destinasi wisata Sidrap kepada tamu dari seluruh Sulsel.

Bagi pemerintah daerah, ini adalah momentum strategis memperkenalkan potensi lokal dalam skala besar, tanpa harus menggelar promosi mahal.

Ragam Cabang Lomba: Dari Lapangan ke Panggung Seni

PORSENIJAR 2026 akan mempertandingkan delapan cabang olahraga, yakni:

Sementara di sektor seni, terdapat sepuluh mata lomba yang mencerminkan keragaman ekspresi guru, mulai dari:

Ragam cabang ini menegaskan bahwa guru tidak hanya identik dengan ruang kelas, tetapi juga memiliki potensi kreatif yang luas.

Sidrap di Pusat Perhatian Sulsel 2026

Dengan skala, dampak, dan nilai strategisnya, PORSENIJAR PGRI Sulsel 2026 menempatkan Sidrap dalam sorotan regional.

Ini bukan hanya soal siapa juara lomba, tetapi bagaimana sebuah daerah menjadi rumah besar bagi para pendidik, menyatukan semangat, kreativitas, dan kebersamaan.

Jika persiapan berjalan sesuai rencana, Sidrap bukan hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga meninggalkan standar baru bagi pelaksanaan PORSENIJAR di masa depan.

Editor : Mahendra Aditya
#Porsenijar #PORSENIJAR PGRI 2026 #sidrap #PORSENIJAR 2026 #pgri #sulawesi selatan