Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

BELUM REDA! Aceh Kembali Diguncang 11 Gempa Sehari

Zakarias Fariury • Kamis, 1 Januari 2026 | 08:46 WIB
Peta Titik Gempa Aceh
Peta Titik Gempa Aceh

RADAR KUDUS -  Aktivitas seismik yang intens menyelimuti wilayah Aceh di penghujung tahun 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi sedikitnya 11 kali gempa bumi yang mengguncang berbagai titik di Provinsi Aceh hanya dalam kurun waktu setengah hari, Rabu (31/12/2025).

Rentetan gempa tektonik ini memicu kekhawatiran publik, terutama setelah otoritas terkait menaikkan status Gunung Bur Ni Telong di Bener Meriah dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III).

Baca Juga: Aceh Diguncang 11 Gempa dalam Sehari, BMKG Terus Lakukan Pemantauan

Rangkaian Gempa Beruntun

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, menjelaskan bahwa aktivitas kegempaan tersebut terpantau sejak pukul 00.00 WIB hingga menjelang siang hari.

"Hingga pukul 11.10 WIB, tercatat sudah 11 kejadian gempa di seluruh wilayah Aceh dengan kekuatan yang bervariasi," ujar Andi di Banda Aceh, Rabu (31/12).

Guncangan pertama terdeteksi di Kabupaten Pidie Jaya pada pukul 00.13 WIB dengan Magnitudo (M) 2,2. Aktivitas seismik kemudian merambat ke sejumlah wilayah lain seperti Gayo Lues, Bener Meriah, dan Subulussalam.

Puncak getaran terkuat terjadi pada pukul 09.13 WIB, saat gempa bermagnitudo M 4,4 mengguncang Aceh Jaya dengan kedalaman dangkal 10 kilometer.

Menurut Andi, fenomena ini disebabkan oleh pergerakan sesar aktif yang tersebar, baik di daratan maupun di wilayah perairan Aceh.

Kaitan dengan Aktivitas Vulkanik

Intensitas gempa tektonik ini dilaporkan berdampak langsung pada peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Bur Ni Telong.

Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat adanya rentetan gempa vulkanik sejak Selasa (30/12) malam yang berpusat di sekitar puncak gunung.

Akibat eskalasi tersebut, sebagian warga yang bermukim di kawasan rawan bencana mulai dievakuasi ke titik pengungsian yang lebih aman.

Peningkatan status menjadi Siaga mengindikasikan adanya potensi ancaman erupsi yang perlu diantisipasi secara cepat.

Baca Juga: Gempa M 5,6 Guncang Pantai Selatan Bengkulu Utara, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Imbauan BMKG

Pihak BMKG terus melakukan pemantauan 24 jam penuh terhadap fluktuasi kegempaan di Serambi Mekkah. Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan.

"Kami meminta warga untuk tetap tenang dan hanya merujuk pada informasi resmi dari BMKG atau BPBA. Jangan mudah terpengaruh oleh isu atau berita bohong yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," tegas Andi. (*)

Editor : Ali Mustofa
#Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika #aceh #gempa #gempa bumi #cuaca eksrem #bmkg #gempa aceh