Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lonjakan Penumpang Saat Libur Nataru, 2,5 Juta Tiket KAJJ Ludes Terjual

Mahendra Aditya Restiawan • Sabtu, 27 Desember 2025 | 01:31 WIB
KAI Commuter
KAI Commuter

 

RADAR KUDUS - Musim libur Natal dan Tahun Baru kembali membuktikan kereta api sebagai moda transportasi andalan masyarakat.

Hingga Kamis, 25 Desember 2025, penjualan tiket kereta api jarak jauh (KAJJ) tercatat menembus angka 2,5 juta pelanggan.

Capaian ini menandai tingginya mobilitas publik di penghujung tahun sekaligus menggambarkan kepercayaan terhadap layanan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Data tersebut dihimpun selama periode angkutan Nataru 2025/2026. Dari total kapasitas 2,76 juta tempat duduk yang disediakan, lebih dari 2,52 juta telah terjual.

Artinya, tingkat keterisian kereta jarak jauh telah mencapai 91,5 persen, sebuah angka yang mencerminkan lonjakan perjalanan yang signifikan.

Antusiasme Masyarakat di Libur Akhir Tahun

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyebut tingginya penjualan tiket ini tidak lepas dari tradisi liburan akhir tahun yang identik dengan mudik, kunjungan keluarga, hingga wisata.

Kereta api dinilai menawarkan kenyamanan, kepastian waktu, serta harga yang kompetitif di tengah padatnya arus transportasi darat dan udara.

Tak hanya kereta jarak jauh, secara keseluruhan penjualan tiket kereta api selama masa Nataru telah menyentuh 2,94 juta tiket dari total kapasitas 3,5 juta tempat duduk.

Angka ini mencakup layanan KA jarak jauh dan kereta api lokal untuk perjalanan periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Relasi Favorit Diserbu Penumpang

Lonjakan penumpang paling terlihat pada relasi-relasi utama yang menghubungkan kota besar dan destinasi wisata.

Jalur Gambir–Yogyakarta dan sebaliknya menjadi salah satu primadona, dengan puluhan ribu pelanggan tercatat memadati rute tersebut.

Selain itu, relasi Lempuyangan–Pasar Senen, Semarang Tawang–Gambir, hingga Bandung–Gambir juga mencatat angka penumpang tinggi.

Jalur-jalur ini dianggap strategis karena menghubungkan pusat ekonomi, kawasan wisata, dan daerah tujuan mudik.

Menurut KAI, pilihan masyarakat terhadap relasi tersebut menunjukkan pola perjalanan yang tidak hanya didominasi mudik, tetapi juga wisata keluarga dan perjalanan rekreasi akhir tahun.

Kereta Lokal Masih Dinamis

Berbeda dengan KA jarak jauh, penjualan tiket kereta api lokal menunjukkan pola yang lebih fleksibel. Hingga 25 Desember 2025 pagi, penjualan tiket KA lokal tercatat sekitar 422 ribu tiket atau 56,8 persen dari total kapasitas.

KAI menjelaskan, karakteristik KA lokal memang unik karena sebagian besar tiket baru bisa dibeli mendekati hari keberangkatan. Karena itu, angka penjualan masih berpotensi terus meningkat hingga akhir masa liburan.

Puncak Arus dan Prediksi Arus Balik

Pergerakan penumpang menunjukkan tren meningkat sejak awal periode angkutan. Puncak arus tercatat terjadi pada 24 Desember 2025, sehari sebelum Natal, dengan jumlah pelanggan harian mencapai lebih dari 259 ribu orang.

Setelah Hari Raya Natal, volume penumpang cenderung dinamis. Namun KAI memprediksi lonjakan berikutnya akan kembali terjadi menjelang pergantian tahun dan pada fase arus balik awal Januari.

Diskon Tiket Jadi Daya Tarik

Untuk menjaga kelancaran mobilitas, KAI mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal dan memanfaatkan aplikasi Access by KAI.

Selain memudahkan pemesanan, tersedia pula program diskon tarif hingga 30 persen yang berlaku hingga 10 Januari 2026, dengan kuota lebih dari 1,5 juta tempat duduk.

Program ini diharapkan dapat memberi alternatif perjalanan yang lebih terjangkau sekaligus mengurai kepadatan di tanggal-tanggal favorit.

Editor : Mahendra Aditya
#tiket kereta api #libur nataru #Penjualan Tiket KAI #tiket kereta #Tiket KAI