Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Efek Siklon GRANT, BMKG Minta Kapal dan Nelayan Tunda Berlayar, Ada Gelombang Laut 4 Meter di Sejumlah Perairan

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 26 Desember 2025 | 00:44 WIB

 

EKSOTIS: Kapal-kapal milik nelayan dan masyarakat Karimunjawa tengah sandar di dermaga.
EKSOTIS: Kapal-kapal milik nelayan dan masyarakat Karimunjawa tengah sandar di dermaga.

RADAR KUDUS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan serius terkait kondisi laut ekstrem yang diperkirakan terjadi di berbagai wilayah perairan Indonesia.

Gelombang laut setinggi hingga empat meter berpotensi muncul selama periode 25 hingga 28 Desember 2025, kondisi yang dinilai sangat berisiko bagi keselamatan pelayaran dan aktivitas kelautan.

Peringatan ini menjadi penting mengingat akhir tahun identik dengan meningkatnya mobilitas laut, baik untuk pelayaran logistik, penyeberangan antarpulau, maupun aktivitas nelayan.

Baca Juga: Jangan Lewatkan! Deretan Kode Redeem FC Mobile Hari Ini, Ada Icon 108+

Siklon Tropis Jadi Pemicu Utama

BMKG menjelaskan, lonjakan tinggi gelombang dipicu oleh aktivitas Siklon Tropis GRANT yang terpantau berada di Samudra Hindia, tepatnya di selatan Bengkulu.

Sistem cuaca ini memicu peningkatan kecepatan angin serta dinamika arus laut yang berdampak langsung pada kondisi perairan Indonesia bagian barat dan selatan.

Melalui informasi resmi yang dirilis BMKG, gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan strategis yang selama ini menjadi jalur padat aktivitas maritim.

Wilayah Perairan yang Berisiko Tinggi

Sejumlah kawasan yang masuk dalam daftar kewaspadaan antara lain Laut Natuna Utara, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, serta perairan barat Bengkulu.

Selain itu, gelombang tinggi juga diprediksi menerjang Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, hingga Nusa Tenggara Timur.

Wilayah-wilayah tersebut dikenal sebagai jalur pelayaran utama sekaligus area penangkapan ikan. Kondisi gelombang ekstrem di kawasan ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan laut apabila tidak diantisipasi dengan matang.

Risiko Serius bagi Berbagai Jenis Kapal
BMKG memaparkan bahwa perahu nelayan berisiko mengalami gangguan keselamatan ketika kecepatan angin mencapai sekitar 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter.

Kapal tongkang mulai menghadapi potensi bahaya saat angin bertiup 16 knot dan gelombang setinggi 1,5 meter.

Sementara itu, kapal penyeberangan atau ferry memiliki tingkat risiko tinggi ketika kecepatan angin mencapai 21 knot disertai gelombang sekitar 2,5 meter. Kondisi ini membuat navigasi menjadi sulit dan meningkatkan potensi kecelakaan.

Imbauan untuk Tunda Pelayaran

BMKG mengimbau operator kapal, nelayan, serta pelaku usaha kelautan untuk menyesuaikan jadwal pelayaran dengan kondisi cuaca terbaru.

Penundaan perjalanan laut dinilai sebagai langkah paling aman selama periode peringatan dini masih berlangsung.

Selain pelayaran, masyarakat di wilayah pesisir juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi abrasi pantai serta gelombang pasang yang dapat membahayakan aktivitas di tepi laut.

Baca Juga: Libur Nataru Bukan Alasan Tutup Layanan, MenPAN-RB Pastikan ASN Tetap Melayani Publik

Informasi Resmi BMKG

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mengandalkan perkiraan cuaca informal. Informasi resmi dapat diakses melalui situs web BMKG, media sosial, maupun aplikasi cuaca untuk memastikan perkembangan terbaru kondisi maritim.

Keselamatan di laut menjadi tanggung jawab bersama. Dengan mematuhi peringatan dini dan menunda aktivitas berisiko, potensi kecelakaan akibat cuaca ekstrem dapat ditekan.

Editor : Mahendra Aditya
#gelombang tinggi #gelombang 4 meter #keselamatan pelayaran #BMKG 2025 #Keselamatan pelayaran BMKG #bmkg #siklon tropis