Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

AKGTK 2025 Digelar Serentak untuk Peningkatan Mutu Guru Madrasah

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 23 Desember 2025 | 22:28 WIB

 

Ilustrasi guru sedang menulis catatan wali kelas di raport
Ilustrasi guru sedang menulis catatan wali kelas di raport

RADAR KUDUS - Upaya meningkatkan kualitas pendidikan madrasah kembali diuji lewat satu instrumen penting: Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) 2025.

Digelar serentak secara nasional pada 22–23 Desember 2025, asesmen ini bukan sekadar ujian rutin, melainkan mekanisme pemetaan kapasitas sumber daya manusia pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama.

Berbeda dari penilaian administratif, AKGTK dirancang sebagai alat baca yang tajam. Negara ingin mengetahui sejauh mana kompetensi pedagogik, profesional, hingga manajerial para guru, kepala madrasah, pengawas, dan tenaga kependidikan berkembang.

Baca Juga: Cek Hasil TKA SMA 2025 Sekarang, Nilai Ini Bisa Pengaruhi SNBP 2026

Hasilnya akan menjadi dasar kebijakan lanjutan—bukan hanya arsip laporan.

Asesmen Digital, Skala Nasional

Pelaksanaan AKGTK 2025 dilakukan sepenuhnya secara daring melalui laman resmi akgtk.kemenag.go.id.

Skema ini memungkinkan pelibatan peserta secara masif tanpa batas geografis. Seluruh peserta diimbau memastikan notifikasi akun EMIS-GTK mereka aktif, karena sistem akan mengatur jadwal dan sesi asesmen secara otomatis.

AKGTK berada di bawah koordinasi Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah. Secara regulatif, asesmen ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Agama Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru.

Artinya, AKGTK bukan program insidental, melainkan bagian dari siklus peningkatan mutu jangka panjang.

Baca Juga: Bapanas Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Natal dan Tahun Baru

Tujuan Lebih Dalam dari Sekadar Skor

Jika dilihat dari tujuan resminya, AKGTK memikul peran strategis. Asesmen ini dirancang untuk mengumpulkan data kompetensi pedagogik guru madrasah secara komprehensif.

Namun tidak berhenti di situ, AKGTK juga memotret kapasitas manajerial kepala madrasah, kemampuan supervisi pengawas, hingga keterampilan teknis tenaga kependidikan lainnya.

Data yang dihasilkan akan dipetakan dari level kecamatan hingga nasional. Dengan begitu, Kemenag dapat membaca ketimpangan kompetensi antarwilayah, mengidentifikasi kebutuhan pelatihan spesifik, dan menyusun intervensi berbasis data—bukan asumsi.

Dalam konteks ini, AKGTK berfungsi sebagai cermin besar. Guru dan tenaga kependidikan diajak melihat posisi kompetensinya secara objektif, sementara negara memperoleh gambaran utuh kualitas SDM pendidikan madrasah.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit “To the Moon”: Harga Tembus HAP, Distribusi dan Cuaca Jadi Pemicu Utama

Refleksi, Bukan Penghakiman

Salah satu pesan penting dari pelaksanaan AKGTK adalah pendekatannya yang reflektif. Asesmen ini tidak dimaksudkan sebagai alat menghukum atau mengklasifikasi “guru baik” dan “guru buruk”.

Sebaliknya, AKGTK menjadi sarana evaluasi diri sekaligus pijakan untuk pengembangan profesional berkelanjutan.

Hasil asesmen akan digunakan untuk menyusun program peningkatan kapasitas, baik dalam bentuk pelatihan pedagogik, penguatan supervisi akademik, hingga pengembangan kewirausahaan bagi kepala madrasah. Dengan kata lain, nilai AKGTK adalah awal proses, bukan akhir.

Baca Juga: Protokol Ketat Natal 2025: Cara Katedral Jakarta Menjaga Ibadah Tetap Aman dan Khidmat

Jadwal Padat, Materi Menyeluruh

AKGTK 2025 berlangsung selama dua hari dengan pembagian sesi yang dirancang sesuai rumpun keilmuan dan jabatan.

Pada Senin, 22 Desember 2025, peserta akan menghadapi empat sesi masing-masing berdurasi 90 menit.

Materi mencakup Aqidah Akhlak, Al-Qur’an Hadist, Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, IPA, IPS, Biologi, hingga Sejarah serta asesmen khusus bagi kepala dan pengawas madrasah.

Hari kedua, Selasa, 23 Desember 2025, fokus beralih ke mata pelajaran eksakta dan literasi dasar. Matematika, Fisika, dan Kimia mendapatkan alokasi waktu lebih panjang, yakni 120 menit.

Disusul sesi literasi, numerasi, dan sains untuk guru kelas MI, serta rumpun ilmu sosial dan keagamaan seperti Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Fikih, dan Sejarah Kebudayaan Islam.

Struktur ini menunjukkan satu hal: AKGTK tidak menilai guru secara seragam. Setiap bidang diuji sesuai karakteristik keilmuannya, sehingga hasil asesmen lebih relevan dan akurat.

Dampak Sistemik bagi Pendidikan Madrasah

Dalam skala besar, AKGTK berperan sebagai instrumen pengendali mutu. Data yang terkumpul akan memengaruhi arah kebijakan pendidikan madrasah ke depan.

Mulai dari penentuan prioritas pelatihan, penyusunan kurikulum pengembangan guru, hingga penguatan peran pengawas sebagai pendamping akademik.

Bagi guru dan tenaga kependidikan, AKGTK menjadi momentum untuk membaca ulang praktik pembelajaran yang selama ini dijalankan.

Apakah metode mengajar masih relevan? Apakah kompetensi profesional terus diperbarui? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi penting di tengah tuntutan pendidikan abad ke-21.

Arah Baru Penjaminan Mutu

Di tengah perubahan ekosistem pendidikan nasional, AKGTK 2025 menegaskan satu pesan: peningkatan kualitas guru tidak bisa berbasis asumsi. Ia harus dibangun di atas data, refleksi, dan tindak lanjut yang terukur.

Dengan pelaksanaan serentak, sistem daring, dan cakupan nasional, AKGTK menjadi salah satu upaya paling serius Kemenag dalam membangun peta mutu pendidikan madrasah.

Tantangan ke depan bukan lagi pada pelaksanaan asesmen, melainkan pada konsistensi menindaklanjuti hasilnya.

Informasi teknis dan kendala pelaksanaan dapat dikonsultasikan melalui helpdesk resmi AKGTK di alamat email gtkmimts2025@gmail.com.

Editor : Mahendra Aditya
#Asesmen Kompetensi Guru Madrasah #Tujuan AKGTK #Jadwal AKGTK Kemenag #Kemenag AKGTK #AKGTK daring #kemenag #akgtk #Asesmen Kompetensi Guru Madrasah Digital #AKGTK 2025 #Fungsi AKGTK #akgtk kemenag #Apa itu AKGTK