Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Operasi Senyap KPK di Bekasi, Sepuluh Orang Diamankan Termasuk Bupati

Ali Mustofa • Jumat, 19 Desember 2025 | 17:25 WIB

Dari Rekor Termuda ke OTT KPK: Kejatuhan Kilat Bupati Bekasi Ade Kuswara
Dari Rekor Termuda ke OTT KPK: Kejatuhan Kilat Bupati Bekasi Ade Kuswara

RADAR KUDUS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan telah mengamankan Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan bahwa Ade Kuswara termasuk salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.

Hal itu disampaikannya kepada awak media di Jakarta, Jumat.

Baca Juga: Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini, Seluruh Produk Nonsubsidi Naik

Menurut Budi, saat ini Ade Kuswara masih menjalani pemeriksaan secara intensif oleh penyidik KPK.

Proses pendalaman perkara masih berlangsung di internal lembaga antirasuah tersebut.

Sebelumnya, KPK telah mengonfirmasi tengah melaksanakan rangkaian OTT di wilayah Bekasi.

Hingga Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB, tim penyidik mengamankan total sepuluh orang yang diduga terkait dalam perkara tersebut.

Sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum terhadap seluruh pihak yang diamankan, termasuk Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang.

OTT di Bekasi ini menjadi operasi tangkap tangan kesepuluh yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2025.

Sebelumnya, KPK memulai rangkaian OTT tahun ini pada Maret 2025 dengan mengamankan anggota DPRD serta pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Baca Juga: Emas Antam Bergerak Turun Tipis pada Perdagangan Jumat

Selanjutnya, pada Juni 2025, KPK menggelar OTT terkait dugaan suap proyek pembangunan jalan di lingkungan Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara serta Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Sumut.

OTT berikutnya berlangsung pada 7–8 Agustus 2025 di Jakarta, Kendari, Sulawesi Tenggara, dan Makassar, Sulawesi Selatan.

Operasi tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi proyek pembangunan rumah sakit umum daerah di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.

Pada 13 Agustus 2025, KPK kembali melakukan OTT di Jakarta terkait dugaan suap kerja sama pengelolaan kawasan hutan.

Kemudian, pada 20 Agustus 2025, KPK mengungkap kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan yang turut menyeret Wakil Menteri Ketenagakerjaan saat itu, Immanuel Ebenezer Gerungan.

Baca Juga: Usai Terima SK Pengangkatan, Sejumlah PPPK di Grobogan Malah Mundur, Kenapa?

Operasi senyap juga dilakukan pada 3 November 2025 terhadap Gubernur Riau Abdul Wahid terkait dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau Tahun Anggaran 2025.

Selanjutnya, pada 7 November 2025, KPK menangkap Bupati Ponorogo, Jawa Timur, Sugiri Sancoko, dalam kasus dugaan suap pengurusan jabatan, proyek pekerjaan di RSUD dr. Harjono Ponorogo, serta dugaan penerimaan gratifikasi lainnya.

Pada 9–10 Desember 2025, KPK kembali mengamankan Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, terkait dugaan penerimaan hadiah dan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah Tahun Anggaran 2025.

Terakhir sebelum OTT Bekasi, KPK menggelar operasi di Tangerang pada 17–18 Desember 2025.

Dalam OTT tersebut, KPK menangkap seorang jaksa, dua pengacara, serta enam pihak swasta, sekaligus menyita uang tunai sebesar Rp900 juta sebagai barang bukti.

Editor : Ali Mustofa
#kpk #Ade Kuswara Kunang #operasi senyap #bekasi #tangkap tangan