RADAR KUDUS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan akan menjalin koordinasi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) menyusul operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di wilayah Banten dan Jakarta.
Langkah tersebut dilakukan lantaran salah satu pihak yang diamankan dalam operasi senyap itu merupakan jaksa yang bertugas di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa koordinasi antarpenegak hukum sejatinya sudah menjadi praktik yang terus dijalankan KPK.
Baca Juga: Manchester City Lolos Semifinal Carabao Cup 2025/26 Usai Tekuk Brentford 2-0
Termasuk dalam penanganan perkara yang diduga melibatkan aparat kejaksaan tersebut, yang terjaring OTT pada Rabu (17/12).
Menurut Budi, pimpinan KPK juga telah menegaskan pentingnya sinergi dengan lembaga penegak hukum lain.
Baik dengan Kejaksaan Agung maupun kepolisian, koordinasi dilakukan secara intens demi menjaga efektivitas pemberantasan korupsi.
Hal itu disampaikannya kepada awak media di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (18/12).
Ia memastikan tidak akan ada tumpang tindih kewenangan dalam penanganan perkara tersebut.
Sebab, komitmen antar aparat penegak hukum dalam upaya memberantas tindak pidana korupsi dinilai sama-sama kuat dan sejalan.
Dalam OTT yang digelar di Banten dan Jakarta itu, KPK mengamankan total sembilan orang.
Baca Juga: Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Terbaru, Kamis 18 Desember 2025
Rinciannya, satu orang merupakan aparat penegak hukum dari kejaksaan, dua orang berprofesi sebagai penasihat hukum, serta enam lainnya berasal dari pihak swasta.
Seluruh pihak yang diamankan langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Budi menjelaskan, penangkapan dilakukan sejak sore hingga malam hari di sejumlah lokasi berbeda.
Selain mengamankan para pihak terkait, tim KPK juga menyita barang bukti berupa uang tunai dengan total nilai mencapai sekitar Rp 900 juta.
Namun demikian, KPK belum membeberkan secara rinci kronologi maupun konstruksi perkara dalam OTT tersebut.
Baca Juga: Harga Emas Batangan Antam Naik, Ini Daftar Lengkap Pecahannya
Menurut Budi, seluruh pihak yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik, sehingga detail perkara belum dapat disampaikan ke publik.
Ia menegaskan, perkembangan lebih lanjut, termasuk penetapan status hukum para pihak dan uraian lengkap perkara, akan diumumkan setelah seluruh proses pemeriksaan dan pendalaman data rampung dilakukan.
Operasi tangkap tangan tersebut merupakan bagian dari langkah KPK dalam mengusut dugaan tindak pidana korupsi.
Seluruh tahapan pasca OTT saat ini masih terus berjalan, sembari menunggu hasil analisis dan ekspose perkara oleh tim penyidik KPK.