RADAR KUDUS - Cabang tenis Indonesia di SEA Games Thailand 2025 memasuki fase penentuan dengan cerita yang kontras.
Di saat sebagian besar wakil Merah Putih harus menghentikan langkahnya di semifinal, satu pasangan justru melaju tanpa ragu. Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen kini tinggal selangkah lagi dari medali emas nomor ganda putri.
Kemenangan mereka di semifinal bukan hanya soal skor, tetapi tentang stabilitas di tengah tekanan. Ketika sektor lain terpukul oleh dominasi tuan rumah, Aldila dan Janice memilih fokus pada satu target: menyelesaikan pekerjaan.
Baca Juga: Bangkit dari Cedera, Tujuh Tahun Menunggu, Emilia Nova Akhirnya Pecahkan Rekor dan Rebut Emas
Bertanding di National Tennis Development Center, Nothanburi, Aldila dan Janice tampil nyaris tanpa cela. Pasangan Filipina Stefi Marithe Aludo dan Tenniele Madis dibuat kesulitan sejak awal gim. Duet Indonesia mengunci kemenangan dua set langsung dengan skor telak 6-1, 6-1.
Permainan rapi dari baseline, servis konsisten, dan komunikasi tanpa celah menjadi pembeda. Tidak ada drama panjang. Tidak ada kejar-mengejar angka. Aldila dan Janice memegang kendali sejak poin pertama hingga akhir laga.
Kemenangan ini membawa Aldila dan Janice ke partai puncak. Lawan yang menunggu bukan nama asing: Lanlana Tararudee dan Peangtarn Plipuech dari Thailand. Pasangan ini sebelumnya menyingkirkan ganda putri Indonesia lainnya dan menjadi simbol kekuatan tuan rumah di cabang tenis.
Final ini bukan sekadar perebutan emas. Ini adalah ujian mental. Bermain melawan tuan rumah di partai puncak selalu berarti tekanan berlapis, mulai dari atmosfer tribun hingga ekspektasi publik lokal. Namun, Aldila dan Janice datang dengan modal penting: ritme permainan yang terjaga.
Keberhasilan Aldila dan Janice menjadi satu-satunya kemenangan Indonesia di cabang tenis pada Rabu. Wakil lainnya harus menerima kenyataan pahit.
Pasangan Anjali Kirana Junarto dan Priska Madelyn Nugroho tersingkir di semifinal ganda putri usai kalah dari pasangan Thailand yang sama, Tararudee dan Plipuech. Laga berlangsung ketat di set pertama sebelum akhirnya berakhir 7-6 (5), 6-2 untuk tuan rumah.
Di sektor lain, hasil serupa juga terjadi. Indonesia harus mengakui bahwa hari itu bukan milik mereka, kecuali di satu nomor.
Baca Juga: Update Medali SEA Games 2025 : Indonesia Kumpulkan 72 Emas
Ganda Campuran dan Tunggal yang Terhenti
Aldila sendiri gagal melengkapi harinya dengan tiket final kedua. Berpasangan dengan Christopher Rungkat di nomor ganda campuran, langkah mereka terhenti di semifinal. Mereka kalah dari Pruchya Isaro dan Peangtarn Plipuech melalui pertandingan ketat yang berakhir dengan super tie-break.
Di nomor tunggal putra, harapan Indonesia berada di tangan Muhammad Rifqi Fitriadi. Namun, ia harus mengakui keunggulan Kasidit Samrej dari Thailand dengan skor 2-6, 5-7. Rifqi juga gagal melaju di ganda putra saat berpasangan dengan Christopher Rungkat.
Dua pasangan ganda putra Indonesia lainnya pun tidak mampu membalikkan keadaan. Anthony Susanto dan Lucky Candra Kurniawan tersingkir setelah kalah dua set langsung dari pasangan Thailand.
Meski banyak langkah terhenti di semifinal, tenis Indonesia tetap membawa pulang hasil. Format SEA Games yang tidak menggelar laga perebutan perunggu membuat semua semifinalis otomatis mengamankan medali.
Hasilnya, pada hari itu cabang tenis menyumbangkan lima medali perunggu dari berbagai nomor: tunggal putra, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Tambahan ini melengkapi dua medali emas yang sebelumnya telah diraih dari nomor beregu putra dan beregu putri.
Artinya, meski gagal melaju ke final di banyak sektor, tenis tetap menjadi cabang yang produktif bagi Indonesia.
Baca Juga: Nyaris Bersamaan di Garis Akhir, Ayustina Delia Buktikan Ketahanan Elite di SEA Games 2025
Aldila–Janice dan Makna Konsistensi
Di tengah hasil yang naik-turun, Aldila dan Janice berdiri sebagai pengecualian. Mereka tidak sekadar menang, tetapi menang dengan cara meyakinkan. Konsistensi ini menjadi faktor penting menjelang final.
Duet ini memadukan pengalaman dan ketenangan. Aldila dikenal matang dalam membaca permainan, sementara Janice memberi energi dan kecepatan. Kombinasi ini membuat mereka tidak mudah goyah, bahkan saat tekanan meningkat.
Partai final melawan pasangan Thailand akan menjadi laga dengan lapisan cerita. Selain faktor tuan rumah, ada juga unsur balas kekalahan dari pasangan Indonesia lain. Kemenangan Aldila dan Janice akan menjadi penegasan bahwa Indonesia masih mampu menantang dominasi tenis Thailand di kawasan.
Bagi kontingen Indonesia, satu emas tambahan dari tenis akan memiliki arti strategis. Bukan hanya menambah angka, tetapi juga menjaga moral tim di tengah persaingan ketat SEA Games 2025.
Tinggal Selangkah, Bukan Waktu untuk Gentar
Aldila dan Janice kini berada di posisi yang tidak nyaman sekaligus menjanjikan. Tinggal satu kemenangan lagi, tetapi justru di situlah tekanan paling besar berada. Namun, performa semifinal memberi sinyal jelas: mereka siap.
Jika konsistensi tetap terjaga, peluang emas bukan sekadar harapan. Ia sudah berada dalam jangkauan.
Editor : Mahendra Aditya