Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pemerintah Gelar 244 Program Pariwisata Nasional Sambut Liburan Nataru

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 17 Desember 2025 | 01:35 WIB

 

RAMAI: Para wisatawan kunjungi Pantai Bandengan Jepara di momen Nataru.
RAMAI: Para wisatawan kunjungi Pantai Bandengan Jepara di momen Nataru.

RADAR KUDUS - Menjelang puncak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, pemerintah tancap gas.

Sektor pariwisata dijadikan motor penggerak ekonomi dengan strategi agresif: ratusan agenda hiburan, festival budaya, hingga insentif perjalanan disiapkan serentak di berbagai penjuru Tanah Air. Targetnya jelas—mendorong pergerakan wisatawan dan memastikan manfaat ekonomi terasa hingga ke daerah.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengumumkan, sepanjang periode liburan akhir tahun, pemerintah menyiapkan 244 program pariwisata yang tersebar dari barat hingga timur Indonesia.

Langkah ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari kebijakan terukur untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di kuartal akhir tahun.

Baca Juga: IHSG Menguat di Awal, Namun Bergerak Datar Sepanjang Hari

244 Event, Empat Ajang Besar Jadi Magnet Wisata

Dalam konferensi pers kesiapan Nataru 2025 di Jakarta, Ni Luh Puspa menjelaskan bahwa dari ratusan agenda tersebut, terdapat empat event berskala besar yang diproyeksikan menjadi magnet utama wisatawan.

Event-event ini dipilih karena daya tariknya yang kuat, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Salah satu yang paling menyita perhatian adalah Djakarta Warehouse Project (DWP) 2025 yang digelar di Bali.

Festival musik elektronik kelas dunia ini ditargetkan menyedot hingga 70 ribu pengunjung.

Dengan reputasi internasional dan basis penggemar yang kuat, DWP diyakini memberi dampak signifikan bagi okupansi hotel, transportasi lokal, hingga UMKM setempat.

Selain itu, Big Bang Festival Jakarta diproyeksikan menjadi lumbung pengunjung terbesar. Pemerintah menargetkan hampir 900 ribu orang akan memadati acara ini.

Perpaduan konser, pameran, dan hiburan keluarga membuat festival ini menyasar segmen pasar yang luas.

Festival Daerah Ikut Unjuk Gigi

Tak hanya kota besar, daerah juga mendapat panggung utama. Yogyarockarta Festival di Yogyakarta, misalnya, disiapkan untuk menarik sekitar 5.000 pengunjung dengan konsep musik dan budaya yang menyasar generasi muda.

Sementara itu, Festival Minangkabau ditargetkan mendatangkan lebih dari 50 ribu pengunjung, mengandalkan kekuatan budaya, kuliner, dan tradisi khas Sumatra Barat.

Menurut Ni Luh Puspa, penyebaran event ke berbagai daerah menjadi strategi penting agar perputaran uang tidak terkonsentrasi di satu wilayah saja. Dengan begitu, manfaat ekonomi bisa dirasakan lebih merata, terutama oleh pelaku usaha lokal.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Tertekan Saat Investor Ambil Sikap Menunggu

Paket Wisata Khusus Nataru Disiapkan

Selain event, Kementerian Pariwisata juga menyiapkan sekitar 65 paket wisata khusus untuk periode Nataru.

Paket-paket ini dirancang fleksibel, mencakup 10 Destinasi Pariwisata Prioritas serta berbagai destinasi non-prioritas yang tak kalah menarik.

Paket tersebut ditawarkan melalui berbagai travel fair yang digelar sejak Desember hingga Januari 2026. Pemerintah masih melakukan kompilasi data penjualan paket wisata untuk memetakan minat wisatawan dan mengukur efektivitas program.

Langkah ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan wisatawan yang menginginkan perjalanan praktis dan terencana, sekaligus membantu pelaku industri pariwisata meningkatkan okupansi di musim liburan.

Baca Juga: Anto Van Java bertemu manajemen baru PSIS, ajak suporter bersatu, siap dikritik terbuka demi masa depan Laskar Mahesa Jenar.

Transportasi Didiskon, Liburan Jadi Lebih Terjangkau

Tak berhenti di sektor pariwisata, pemerintah juga menggerakkan kementerian lain untuk mendukung kelancaran Nataru.

Kementerian Perhubungan memberikan insentif berupa diskon transportasi di berbagai moda, mulai dari laut, darat, hingga udara.

Wakil Menteri Perhubungan Suntana menyatakan, diskon ini ditujukan untuk meringankan beban biaya perjalanan masyarakat.

Dengan harga tiket yang lebih terjangkau, diharapkan minat bepergian meningkat dan roda ekonomi bergerak lebih cepat.

Untuk angkutan laut PELNI, diskon sebesar 20 persen diberikan kepada penumpang kelas ekonomi untuk pembelian tiket periode 17 Desember hingga 10 Januari.

Kebijakan ini dinilai strategis, mengingat moda laut menjadi tulang punggung konektivitas di wilayah kepulauan.

Kereta, Penyeberangan, hingga Pesawat Ikut Turun Harga

Moda kereta api juga mendapat perhatian khusus. Diskon tiket kereta api kelas ekonomi mencapai 30 persen untuk periode keberangkatan 22 Desember hingga 10 Januari. Insentif ini diperkirakan akan meningkatkan mobilitas antar kota, terutama di Pulau Jawa.

Sementara itu, layanan penyeberangan ASDP turut memberikan potongan harga pada periode yang sama. Untuk transportasi udara, diskon tiket pesawat berkisar antara 13 hingga 14 persen dari harga normal.

Pemerintah menegaskan, seluruh potongan harga ini hanya berlaku untuk tarif ekonomi. Kebijakan tersebut dirancang agar bantuan tepat sasaran dan bisa dinikmati oleh lebih banyak lapisan masyarakat.

Baca Juga: Pasang Surut Kehidupan Ridwan Kamil Dari Puncak Karier, Kini Digugat Cerai Bu Cinta

Sinergi Pariwisata dan Transportasi

Kombinasi antara event pariwisata dan diskon transportasi dinilai sebagai langkah strategis. Pemerintah tidak hanya menciptakan alasan untuk bepergian, tetapi juga mempermudah akses masyarakat untuk melakukannya.

Ni Luh Puspa menilai, sinergi lintas kementerian menjadi kunci sukses penyelenggaraan Nataru tahun ini. Pariwisata tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan transportasi yang terjangkau dan memadai.

Dengan kalender acara yang padat dan insentif perjalanan yang menarik, pemerintah optimistis pergerakan wisatawan akan meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Target Ekonomi Daerah dan UMKM

Di balik gegap gempita event dan diskon, tujuan utama pemerintah tetap pada penguatan ekonomi daerah.

Setiap wisatawan yang datang diharapkan membelanjakan uangnya untuk penginapan, kuliner, transportasi lokal, hingga produk UMKM.

Pemerintah menilai Nataru sebagai momen krusial untuk mengerek pendapatan pelaku usaha kecil yang selama ini bergantung pada musim liburan. Dengan arus wisatawan yang besar, efek berganda ekonomi diharapkan terasa nyata.

Liburan Akhir Tahun dengan Wajah Baru

Liburan Nataru 2025 diproyeksikan tampil dengan wajah berbeda. Tidak hanya identik dengan mudik dan kepadatan lalu lintas, tetapi juga dengan festival, konser, dan pengalaman wisata yang beragam.

Melalui 244 program pariwisata dan insentif transportasi, pemerintah ingin memastikan liburan akhir tahun menjadi momentum kebangkitan ekonomi sekaligus ajang promosi destinasi nasional.

Jika strategi ini berjalan sesuai rencana, Nataru 2025 bukan sekadar liburan panjang, melainkan panggung besar bagi pariwisata Indonesia untuk menunjukkan daya tariknya di mata dunia.

Editor : Mahendra Aditya
#libur nataru #Paket Wisata Nataru #Libur Nataru 2025