Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Program MBG Disorot, Kepala SPPG Wajib Pantau Memasak hingga Distribusi

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 16 Desember 2025 | 21:48 WIB
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang dalam kegiatan bersama SPPG di Lumajang, Jawa Timur, Sabtu, pada Sabtu (13/12/2025).
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang dalam kegiatan bersama SPPG di Lumajang, Jawa Timur, Sabtu, pada Sabtu (13/12/2025).

RADAR KUDUS – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan pentingnya peran kepala Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) dalam mengawal secara langsung proses pengolahan hingga penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa, Nanik menyampaikan bahwa kepala SPPG seharusnya sudah berada di lokasi sejak pagi hari, setelah adanya serah terima tugas dari tenaga ahli gizi yang sebelumnya bertugas.

Sebagai penanggung jawab dapur MBG, pimpinan SPPG memiliki kendali penuh atas dua tahapan krusial, yakni proses memasak dan pendistribusian makanan.

Baca Juga: Mengenal Sosok Griselda Sastrawinata-Lemay, Desainer Indonesia Rancang Kostum Gala Judy dan Nick di Film Zootopia 2!

Menurut Nanik, selama ini sering kali aktivitas dapur sepenuhnya ditangani oleh ahli gizi hingga pagi hari.

“Saya memahami yang bekerja sejak dini hari biasanya ahli gizi. Tapi apakah benar selalu ahli gizi? Kadang yang berjaga justru dibantu akuntan,” ujar Nanik.

Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan arahan dalam kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola Makan Bergizi Gratis serta Pengawasan dan Pemantauan SPPG di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (14/12).

Dalam kesempatan itu, Nanik menekankan bahwa kepala SPPG wajib turun langsung memantau proses memasak, memastikan bahan pangan diolah sesuai prosedur, matang sempurna, serta aman dikonsumsi.

Pengawasan juga harus dilakukan pada tahap pembagian porsi dan distribusi ke sekolah maupun penerima manfaat lainnya.

Selain itu, kepala SPPG diminta aktif memantau harga bahan pangan di pasar dan memberikan edukasi terkait gizi.

Dengan tanggung jawab tersebut, kepala SPPG harus terlibat penuh dalam pengaturan jam kerja seluruh tim, mulai dari dirinya sendiri, akuntan, ahli gizi, hingga relawan yang terlibat.

Baca Juga: 7 Sumber Kolagen Alami yang Bisa Membantu Kulit Tetap Kencang dan Sehat

Nanik menjelaskan, pada shift pagi sekitar pukul 08.00 hingga 09.00, tugas utama berada di tangan akuntan.

Akuntan bertanggung jawab mengecek pembelian bahan baku, menilai harga serta kualitas bahan bersama relawan penerima bahan, sekaligus mengawasi proses pencucian ompreng yang dikembalikan dari sekolah penerima serta pengelolaan bahan pangan.

Sementara itu, pada shift selanjutnya dari sore hingga malam hari, tanggung jawab beralih kepada ahli gizi.

“Saya biasanya bisa masuk dapur MBG sekitar pukul 16.00 atau 17.00 setelah serah terima dari akuntan,” jelasnya.

Ahli gizi, lanjut Nanik, memiliki peran penting dalam memastikan bahan makanan sesuai dengan perencanaan menu, memeriksa mutu bahan, serta mengawasi proses pencucian, pemotongan, hingga penyiapan bahan sebelum masuk tahap memasak. (Amelia NA)

Editor : Ali Mustofa
#BGN #Mbg #Ahli gizi