JAKARTA - Pencapaian membanggakan kembali ditorehkan oleh Kabupaten Jepara.
Pasalnya berhasil mendapatkan penghargaan atas enam Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia tahun 2025 dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Penghargaan ini diterima langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara, Ali Hidayat, dalam Malam Apresiasi WBTB di Jakarta, Selasa (16/12).
Turut mendampingi Sekdin Disparbud Agus Priyadi, Kabid Kebudayaan Mohamad Adjib Ghufron, Subkor sejarah dan Kepurbakalaan Lia Supardianik, dan Subkor Kesenian Rizki Joko Premono.
Enam objek pemajuan kebudayaan (OPK) Jepara yang berhasil mendapat apresiasi WBTb Indonesia tahun 2025 meliputi, Batik Jepara, Horog-Horog (makanan khas), Memeden Gadhu (tradisi), Baratan Kalinyamatan (upacara adat), Pindang Serani (makanan khas) serta Ukir Kaligrafi Teknik Sulam Pita Jepara (teknologi tradisional).
Ini menambah daftar capaian yang telah diraih oleh Jepara. Seperti Seni Ukir pada 2015, Lomban, Perang Obor, dan Jembul Tulakan pada 2020. Tenun Troso 2022, Kentrung, Emprak pada 2023. Macan Kurung dan Barikan pada 2024 lalu.
Ali Hidayat merasa bangga atas hal tersebut. Menurutnya hal itu menjadi wujud pentingnya menjaga warisan budaya agar tidak tergerus zaman. Ia juga berkomitmen untuk 'Ngurip-urip budaya yang sudah ada jangan sampai punah'.
"Penghargaan ini menjadi amanah untuk dapat terus dijaga dan dilestarikan," ungkapnya pada Selasa (16/12).
Upaya pemajuan serta pelestarian dimaksudkan agar dapat menjadi pondasi pembangunan sekaligus daya tarik wisata daerah.
Pihaknya juga menyoroti perlunya fasilitasi ruang dan waktu yang memadai agar WBTb yang telah diraih ini dapat terus eksis dan relevan, sehingga dapat terwariskan kepada generasi muda.
“Kami berharap masyarakat di era modernisasi untuk tetap mengutamakan, mencintai, menghargai produk, seni, tradisi, dan budaya lokal agar lestari ke generasi berikutnya,” sebutnya.
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo memberikan terimakasih dan apresiasi kepada Kemenbud. Berharap prestasi ini bisa meningkatkan pariwisata dan membawa kesejahteraan masyarakat Jepara.
“Kami berkomitmen untuk melestarikan dan mengembangkan potensi budaya yang ada di Kota Ukir. Tidak hanya situs-situs budaya, tapi juga tari, lagu, makanan dan berbagai domain budaya yang ada di masyarakat Jepara,” sambungnya.
Menurutnya, upaya tersebut tak ubahnya untuk menjaga kekayaan kultural yang sudah diwariskan secara turun temurun, serta diharapkan mampu menggenjot sektor ekonomi kreatif di Kota Ukir.
"Jadi multimanfaat. Kebudayaan lestari, ekonomi kreatif dan pariwisata juga terangkat," singkatnya.
Diketahui, Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah penetapan WBTb terbanyak tahun ini. Atas capaian tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi, turut hadir secara langsung dalam malam apresiasi tersebut.
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dalam sambutannya mengatakan, tahun ini ada 514 WBTb yang ditetapkan secara nasional.
Menurutnya, Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar dan masih banyak elemen kebudayaan yang belum terdaftar sebagai WBTb.
"Kami dorong objek pemajuan kebudayaan meliputi tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan tradisional yang ada di Indonesia," ucapnya.(fik)
Editor : Ali Mustofa