Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bapanas Tegaskan Pasokan Telur Ayam Cukup untuk Penuhi Kebutuhan Nataru

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 16 Desember 2025 | 18:19 WIB
Ilutrasi - Pekerja menimbang telur ayam hasil panen di sebuah peternakan ayam petelur.
Ilutrasi - Pekerja menimbang telur ayam hasil panen di sebuah peternakan ayam petelur.

RADAR KUDUS - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan bahwa ketersediaan telur ayam ras di seluruh Indonesia berada dalam keadaan aman dan dapat memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono menekankan bahwa telur ayam merupakan salah satu komoditas utama, dengan ketersediaan yang terjamin selama libur akhir tahun sehingga masyarakat merasa nyaman dan kebutuhan mereka terpenuhi.

"Dari segi ketersediaan, kita dalam keadaan aman dan memadai. Memang pada saat perayaan hari besar keagamaan nasional, biasanya terdapat peningkatan permintaan bahan pangan," ujar Maino dalam penjelasannya di Jakarta, Senin.

Bapanas menjamin ketersediaan stok pangan pokok strategis seperti telur ayam untuk menyambut momen Natal dan tahun baru dalam keadaan aman dan mencukupi.

Meskipun ada kemungkinan meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat, pemerintah sudah menyiapkan langkah-langkah mitigasi.

"Ketika membahas Natal dan Tahun Baru, yang perlu diperhatikan adalah banyaknya masyarakat yang membuat kue, membuat telur menjadi komoditas yang dibeli masyarakat, sehingga hal ini menjadi perhatian kita. Namun sekali lagi, ketersediaan kita memadai," tegas Maino.

Ia menegaskan bahwa masyarakat dapat merasa tenang karena pemerintah telah mempersiapkan pasokan pangan, terutama menjelang libur sekolah yang berpotensi meningkatkan konsumsi, meski lonjakan Natal dan Tahun Baru tidak setinggi saat Ramadhan dan Lebaran/Idul Fitri.

"Terlebih lagi, ini juga bertepatan dengan liburan sekolah." Tentu saja, salah satu alasan meningkatnya kebutuhan pangan adalah karena masyarakat melakukan liburan," ujarnya.

Dalam Proyeksi Neraca Pangan Telur Ayam Ras yang dibuat Bapanas bersama para pemangku kepentingan, produksi telur ayam ras pada Desember 2025 diperkirakan mencapai 544,4 ribu ton dan masih dapat memenuhi kebutuhan konsumsi.

Bapanas mencatat total ketersediaan untuk bulan Desember ini diperkirakan mencapai 655,5 ribu ton setelah menambahkan produksi bulanan dengan carry over stok bulan November yang berjumlah 111,1 ribu ton.

Sementara itu, kebutuhan konsumsi telur ayam pada Desember 2025 diperkirakan akan naik 7,9 persen menjadi 581 ribu ton dari 538,3 ribu ton pada November.

Proyeksi kebutuhan bulanan untuk konsumsi telah mencakup kebutuhan rumah tangga, non-rumah tangga, serta kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Neraca akhir tahun persediaan telur ayam ras untuk 2025 diprediksi akan tumbuh signifikan mencapai 154,2 persen dibandingkan sisa stok akhir tahun lalu.

Perkiraan stok nasional telur ayam pada akhir tahun 2025 diprediksi tetap berada di angka 74,5 ribu ton. Sementara itu, stok akhir tahun 2024 yang akan menjadi stok awal 2025 berjumlah 29,3 ribu ton.

"Tentunya saya percaya semua pemerintah daerah telah memastikannya, memeriksa situasi ketersediaan pangan di setiap daerah dan memastikan bahwa stok atau pasokan mencukupi untuk masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru ini," kata Maino.

Ia menyebutkan bahwa pemerintah juga memiliki berbagai program, seperti bantuan distribusi untuk memindahkan dari daerah-daerah pusat ke daerah-daerah yang kurang, agar masyarakat dapat merayakan Natal dan tahun baru dengan damai.

"Ini selaras dengan instruksi Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman untuk memastikan pangan tersedia, mencukupi, dan harganya terjangkau," kata Maino.

Rata-rata harga telur ayam ras secara nasional per 14 Desember dalam Panel Harga Pangan tercatat di angka Rp31.457 per kilogram, yang menunjukkan kenaikan sebesar 4,86 persen dari Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen sebesar Rp30.000 per kg.

"Hingga minggu kedua bulan Desember, terdapat 65 kabupaten/kota yang mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) telur ayam," ujarnya (Apriyani)

Editor : Ali Mustofa
#nataru 2026 #Ketersediaan Stok Pangan