RADAR KUDUS - Kabar gugatan cerai Atalia Praratya terhadap Ridwan Kamil menjadi perbincangan luas dalam beberapa hari terakhir.
Di tengah sorotan tajam publik terhadap kehidupan pribadinya, Atalia justru memilih tetap bergerak.
Tanpa banyak pernyataan, ia melanjutkan aktivitas sosial yang selama ini menjadi napas pengabdiannya: membantu masyarakat terdampak bencana banjir di Sumatera.
Langkah ini membuat banyak pihak menaruh perhatian. Di saat sebagian orang mungkin memilih menepi untuk memulihkan diri, Atalia justru berada di lapangan, menggalang bantuan dan menyapa mereka yang sedang menghadapi kesulitan jauh lebih besar dari persoalan pribadinya.
Gugatan Cerai yang Mengagetkan Publik
Pada Senin, 15 Desember 2025, Atalia Praratya secara resmi mendaftarkan gugatan cerai terhadap suaminya, Ridwan Kamil, ke Pengadilan Agama Kota Bandung.
Kabar ini mengejutkan publik, mengingat keduanya dikenal sebagai pasangan yang telah hampir tiga dekade membina rumah tangga dan kerap tampil dengan citra harmonis.
Proses hukum pun mulai berjalan. Sidang perdana dijadwalkan digelar pekan ini. Meski isu rumah tangga mereka menjadi konsumsi media nasional, baik Atalia maupun Ridwan Kamil belum memberikan pernyataan terbuka terkait alasan perceraian tersebut.
Di tengah situasi itu, Atalia justru menunjukkan sikap yang berbeda. Alih-alih larut dalam pusaran isu, ia tetap menjalankan peran sosialnya.
Fokus pada Kemanusiaan di Tengah Badai Pribadi
Melalui akun Instagram pribadinya, @ataliapr, Atalia membagikan aktivitas penyaluran bantuan bagi korban banjir di Sumatera, khususnya di wilayah Mandailing Natal, Sumatera Utara. Dalam unggahannya, ia menyampaikan rasa syukur karena bantuan tahap pertama telah berhasil dikirimkan.
“Alhamdulillah, bantuan tahap 1 melalui Jabar Bergerak telah kami kirimkan ke wilayah Mandailing Natal, Sumatera Utara. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan menjadi penguat di masa sulit,” tulis Atalia.
Unggahan tersebut seketika mendapat perhatian besar. Ribuan warganet memenuhi kolom komentar, bukan hanya menanggapi kegiatan sosialnya, tetapi juga menyelipkan doa dan dukungan di tengah proses cerai yang sedang dihadapinya.
Ibu Cinta dan Konsistensi Aksi Sosial
Julukan Ibu Cinta yang melekat pada Atalia Praratya bukan tanpa alasan. Selama bertahun-tahun, ia dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, mulai dari pendidikan, pemberdayaan perempuan, hingga penanganan kebencanaan.
Dalam kasus banjir Sumatera ini, Atalia tak sekadar menggalang dana dari kejauhan. Ia dan timnya terlihat terlibat langsung dalam koordinasi bantuan, memastikan donasi tersalurkan tepat sasaran.
Aktivitas tersebut bahkan dilakukan menjelang perayaan Natal, momen yang kerap menjadi waktu krusial bagi masyarakat terdampak bencana.
Sikap ini seolah menegaskan bahwa persoalan pribadi tak menghalangi komitmennya terhadap kerja-kerja sosial.
Turun Langsung ke Lokasi Bencana
Tak hanya di Sumatera Utara, Atalia juga dilaporkan sempat terjun langsung membantu korban banjir di Aceh. Kehadirannya di lapangan menjadi simbol empati dan kepedulian, sekaligus memberikan semangat bagi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.
Bagi sebagian orang, kehadiran figur publik di lokasi bencana memang membawa dampak psikologis tersendiri. Bukan semata soal bantuan materi, tetapi juga tentang rasa didengar dan diperhatikan.
Atalia tampak memahami hal itu. Di tengah masa sulit yang ia alami secara personal, ia memilih hadir untuk orang lain.
Media Sosial yang Berubah Sunyi
Jika menilik akun media sosial Atalia dalam beberapa waktu terakhir, ada satu hal yang mencolok. Unggahan kebersamaan dengan Ridwan Kamil kian jarang terlihat. Feed Instagram-nya lebih banyak diisi aktivitas sosial, kegiatan kemanusiaan, dan pesan-pesan empati.
Perubahan ini tak luput dari perhatian warganet. Banyak yang menilai, Atalia tengah memilih fokus pada hal-hal yang memberi makna, ketimbang menjelaskan persoalan rumah tangganya ke ruang publik.
Isu Lama yang Kembali Disorot
Keretakan rumah tangga Ridwan Kamil dan Atalia Praratya sempat tercium sejak nama Ridwan Kamil terseret isu dugaan perselingkuhan dengan seorang influencer, Lisa Mariana. Tuduhan tersebut sempat bergulir panjang dan berujung pada proses hukum.
Ridwan Kamil sendiri telah membantah tudingan tersebut dan menjalani tes DNA. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa ia bukan ayah dari anak yang diklaim Lisa Mariana.
Meski demikian, isu itu terlanjur menjadi luka yang sulit dihapus dari ingatan publik.
Dalam perjalanan waktu, baik Ridwan Kamil maupun Atalia sempat disebut berusaha mempertahankan rumah tangga mereka. Namun kini, setelah hampir 30 tahun menikah, Atalia mengambil keputusan besar untuk berpisah.
Ketegaran Seorang Perempuan di Ruang Publik
Langkah Atalia Praratya tetap aktif membantu korban banjir di tengah proses cerai memunculkan satu kesan kuat: ketegaran.
Ia tidak menutup diri, tidak pula melampiaskan masalah pribadinya ke ruang publik. Ia memilih bekerja, membantu, dan hadir bagi mereka yang membutuhkan.
Bagi banyak perempuan, terutama yang mengikuti kiprahnya selama ini, sikap Atalia menjadi contoh bahwa luka pribadi tidak selalu harus menghentikan langkah. Ada cara untuk tetap berdiri, bahkan ketika hidup sedang menguji.
Antara Proses Hukum dan Panggilan Nurani
Proses cerai Atalia dan Ridwan Kamil kini berjalan di jalur hukum. Pengadilan akan menentukan arah akhir dari perjalanan rumah tangga mereka.
Namun di luar ruang sidang, kehidupan terus bergerak, dan bencana alam tidak menunggu siapa pun selesai dengan urusan pribadinya.
Atalia Praratya tampaknya memilih menjawab situasi itu dengan tindakan nyata. Di tengah sorotan, ia tetap setia pada panggilan nurani: membantu sesama.
Keputusan itu mungkin tidak meredam semua spekulasi, tetapi cukup untuk menunjukkan satu hal penting: di balik status, jabatan, dan persoalan pribadi, kemanusiaan tetap menjadi prioritas.
Editor : Mahendra Aditya