RADAR KUDUS – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat.
Dalam kunjungannya, Presiden menyempatkan diri melihat tumpukan kayu gelondongan yang terbawa arus banjir hingga masuk ke kawasan permukiman warga.
Saat hendak menuju Posko Pengungsian di kawasan Jembatan Aceh Tamiang, Presiden Prabowo berhenti sejenak untuk mengamati sisa kayu, puing bangunan, serta berbagai perabot rumah tangga yang terseret derasnya aliran banjir dan menghantam rumah warga.
Baca Juga: Polisi Tetapkan Enam Tersangka Kasus Pengeroyokan yang Tewaskan Dua Korban di Kalibata Jakarta
Didampingi Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi serta Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Presiden berdialog singkat sambil meninjau langsung kondisi lapangan, termasuk endapan lumpur yang masih menggenangi area permukiman.
Usai meninjau lokasi terdampak, Kepala Negara melanjutkan agenda dengan mengunjungi tenda-tenda pengungsian guna memastikan penanganan korban bencana berjalan dengan baik.
Di Kabupaten Aceh Tamiang, Presiden juga meninjau posko kesehatan yang memberikan pelayanan medis bagi warga terdampak banjir.
Kepada warga yang tengah menjalani pengobatan, Presiden Prabowo menanyakan kondisi kesehatan mereka sekaligus menyampaikan doa agar segera pulih.
Ia juga menyempatkan berbincang dengan tenaga medis yang bertugas untuk memastikan layanan kesehatan berjalan optimal.
Setelah meninjau posko kesehatan dan area sekitar jembatan, Presiden kembali menyapa para pengungsi.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai upaya mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.
Baca Juga: Pasar Logam Mulia Menghangat, Harga Emas Pegadaian Terus Merangkak Naik
Presiden secara khusus menyoroti aktivitas penebangan pohon yang tidak terkendali dan meminta pemerintah daerah agar lebih ketat dalam melakukan pengawasan.
“Kita harus menjaga lingkungan dan alam kita. Penebangan pohon tidak boleh dilakukan sembarangan. Saya minta pemerintah daerah lebih waspada dan meningkatkan pengawasan,” tegas Prabowo.
Di hadapan masyarakat, Presiden juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat warga serta kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, hingga Polri, dalam penanganan bencana.
Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat akan terus berupaya mempercepat proses pemulihan di Aceh Tamiang.
“Saya melihat langsung kondisinya. Insya Allah, pemerintah akan turun tangan membantu semuanya. Saya mohon maaf jika masih ada hal-hal yang belum tertangani. Kami sedang bekerja keras,” ujar Presiden.
Baca Juga: Indra Sjafri Ambil Tanggung Jawab, Timnas U-22 Gagal Total di SEA Games 2025
Sebelumnya, Presiden Prabowo juga meninjau korban banjir di Takengon, Aceh. Dalam kunjungannya tersebut, ia menyampaikan empati sekaligus komitmen pemerintah untuk hadir secara penuh membantu masyarakat terdampak.
“Anak-anakku, ibu-ibu, saya datang hari ini untuk melihat langsung keadaan, mendengar laporan dari bupati, wakil bupati, dan tokoh masyarakat, agar kita bisa mempercepat pemulihan,” kata Presiden melalui Tim Media Presiden di Jakarta.
Presiden menegaskan bahwa percepatan pemulihan pascabencana menjadi prioritas utama pemerintah, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda pemerintah dalam mengevaluasi kondisi sejumlah wilayah yang terdampak bencana alam.
Menurut Presiden, situasi di lapangan memang tidak mudah, namun pemerintah memastikan tidak akan tinggal diam.
“Kondisinya memang berat dan memprihatinkan. Tapi percayalah, bapak dan ibu tidak sendirian. Kami semua bertekad bekerja keras untuk membantu meringankan beban masyarakat,” ungkapnya.
Sebelum mengakhiri kunjungan, Presiden Prabowo memanjatkan doa bagi keselamatan warga dan memastikan bantuan akan terus disalurkan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap tabah menghadapi situasi pascabencana.
“Saya mohon semuanya bersabar. Insya Allah keadaan bisa segera kita pulihkan agar kehidupan kembali berjalan lebih baik,” tutup Presiden Prabowo Subianto.
Dengan peninjauan langsung ini, pemerintah berharap proses pemulihan di Aceh, khususnya di Takengon dan Aceh Tamiang, dapat berlangsung lebih cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Editor : Ali Mustofa