RADAR KUDUS - Nama Resbob melesat ke puncak trending dalam hitungan jam. Warganet, kreator konten, hingga sejumlah figur publik ikut menyoroti langkah dan ucapannya.
Bukan tanpa alasan: streamer yang juga kakak kandung Bigmo ini terseret dua kontroversi besar yang menyedot perhatian sepanjang 2025.
Namun, di balik keributan yang memenuhi linimasa, siapa sebenarnya sosok yang dipanggil Resbob ini? Bagaimana ia memulai kiprahnya, dan apa saja jejak kontroversi yang membuat namanya kian dikenal publik?
Kakak Bigmo yang Terjun Serius ke Dunia Streaming
Di kehidupan sehari-hari, pria ini dikenal dengan nama asli Adimas Firdaus. Ia juga merupakan kakak kandung dari YouTuber terkenal Bigmo, dan keduanya beberapa kali tampil bersama dalam konten maupun siaran langsung.
Jejak digitalnya cukup aktif. Adimas memakai nama @adimasfirdauss di Instagram dan telah mengumpulkan lebih dari 17 ribu pengikut. Sementara di TikTok, ia menggunakan akun @resbobbb yang diikuti puluhan ribu pengguna. Tak berhenti di sana, ia juga kerap melakukan siaran langsung di kanal YouTube @panggilajabob, dengan ribuan subscriber yang menanti konten barunya.
Di jagat streamer Indonesia, Resbob hadir dengan gaya ceplas-ceplos, spontan, dan blak-blakan. Karakter itu pula yang membuat sebagian audiens menyukainya — namun di sisi lain justru menjadi sumber masalah terbesar baginya.
Konten IRL yang Melejitkan Namanya
Seperti adiknya, Resbob lebih sering menggarap konten IRL (in real life). Formatnya sederhana: menyapa penonton, ngobrol santai, hingga melakukan kegiatan di luar sembari tetap live. Pola seperti ini relatif ringan namun mudah menjangkau banyak penonton karena terasa lebih dekat dan apa adanya.
Di TikTok, ia gemar membagikan potongan video berisi opini atau cuplikan motivasi ala Resbob. Kalimat-kalimat spontan itu tidak jarang mendapatkan jutaan views. Banyak netizen yang menganggap gaya bicaranya unik dan orisinal, meski ada pula yang menilai dirinya terlalu percaya diri dan tak jarang melewati batas.
Popularitas inilah yang membuat namanya cepat naik. Namun, semakin tinggi perhatian publik, semakin kecil pula ruang untuk kesalahan — dan di titik ini, perjalanan Resbob mulai penuh gesekan.
Saat Kontroversi Mulai Datang: Kasus dengan Azizah Salsha
Tahun 2025 menjadi periode yang melelahkan bagi Adimas. Pada Agustus, ia dilaporkan ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik oleh pihak Azizah Salsha, setelah dalam siaran langsung ia melontarkan celetukan yang dianggap menuduh Azizah berselingkuh. Padahal saat itu, Azizah masih berstatus sebagai istri pesepakbola Pratama Arhan.
Ucapan singkat di sebuah live justru berubah menjadi penyelidikan serius. Warganet terbelah: sebagian mendukung Azizah, sebagian menganggap Resbob hanya bercanda. Namun, kasus itu cukup mengguncang reputasinya.
Belum selesai masalah pertama, badai berikutnya datang lebih besar.
Pernyataan soal Suku Sunda yang Memicu Ledakan Reaksi Publik
Kontroversi kedua yang membuat Resbob meledak di seluruh platform adalah ucapannya dalam sebuah live streaming yang menyinggung suporter Persib Bandung dan dinilai mengarah pada penghinaan terhadap suku Sunda.
Potongan video itu menyebar bak api yang tak bisa dipadamkan. Responsnya tak hanya datang dari warganet, tetapi juga dari publik figur yang dikenal memiliki kedekatan kultural dengan Sunda.
Sule, komedian senior, mengungkapkan kekecewaannya secara terbuka. Aktor Ganindra Bimo bahkan menantang Resbob untuk menyelesaikan masalah ini secara jantan. Reaksi publik begitu keras, seakan menuntut pertanggungjawaban penuh dari sang streamer.
Pernyataannya dipandang merendahkan identitas kelompok besar, sehingga gelombang kecaman tak bisa dihindari.
Permintaan Maaf yang Disambut Pro dan Kontra
Tak lama setelah polemik itu meruncing, Resbob mengunggah permintaan maaf. Ia menyatakan tidak sadar telah melontarkan ucapan yang menyinggung suku tertentu dan menegaskan bahwa hal itu tidak mewakili pandangannya secara pribadi.
Meski begitu, permintaan maaf tersebut justru mengundang dua arus besar: sebagian menerima, sebagian lain menilai permintaan maaf itu hanya formalitas setelah panasnya reaksi publik.
Netizen masih memperdebatkan ketulusannya, dan perbincangan soal Resbob terus mengalir di Reddit, X, TikTok, hingga komentar YouTube.
Konten IRL yang mengandalkan spontanitas adalah pedang bermata dua. Saat otentik, ia memikat. Tapi saat lengah, ia bisa menjatuhkan. Perjalanan Resbob sejauh ini menjadi cermin betapa tipisnya batas antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab dalam ruang digital.
Apakah nama Resbob akan tenggelam oleh kontroversi? Atau justru bangkit dan bertransformasi? Itu masih menjadi tanda tanya besar — namun satu hal pasti: warganet masih terus menonton.
Editor : Mahendra Aditya