Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ancaman Hukum Resbob yang Hina Sunda dan Viking, Dedi Mulyadi: “Sudah Diproses Hukum”

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 12 Desember 2025 | 16:31 WIB

 

Gubernur Jawa barat Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa barat Dedi Mulyadi

RADAR KUDUS - Kemarahan publik terhadap konten kreator Adimas Firdaus alias Resbob terus meledak dari berbagai penjuru.

Setelah video dirinya yang menghina Suku Sunda dan suporter Persib Bandung (Viking) menyebar cepat di media sosial, reaksi dari masyarakat, tokoh publik, dan pemerintah daerah bermunculan tanpa jeda.

Unggahan videonya yang menyebut seluruh orang Sunda dengan kata-kata bernada binatang memantik amarah massal. Reaksi keras dari pelawak senior Sule menjadi pemantik besar gelombang protes, namun setelah itu giliran pemerintah Jawa Barat turun tangan.

Baca Juga: Resbob Menghina Viking dan Sunda, Respons Sule: Ingat Itu Ya… Anda Rendah di Pandangan Manusia

Kemarahan ini bukan sekadar kemarahan emosional. Ini menyentuh harga diri, identitas, dan marwah budaya Sunda—sesuatu yang dianggap tidak bisa dipermainkan oleh siapa pun, apalagi oleh konten kreator yang mencari sensasi.

Di tengah riuh komentar warganet yang mendesak agar pemerintah bertindak, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akhirnya buka suara. Dalam kolom komentar Instagram-nya, seorang warga bertanya langsung:

“Pak Dedi, gimana tanggapan soal yang rasis ke suku Sunda? Jangan diam.”

Tak menunggu lama, Dedi menjawab singkat namun tegas:

“Sedang proses hukum.”

Jawaban yang padat itu langsung membuat warganet lega. Dedi menegaskan kembali bahwa kasus ini sudah dilaporkan ke Polisi, dan sepenuhnya diserahkan pada mekanisme penegakan hukum. Ia menekankan bahwa ujaran bernada rasis seperti ini tidak bisa ditoleransi.

Baca Juga: Tanggapan Sule Tentang Resbob yang Menghinda Viking dan Sunda: Semoga Selamat Dunia Akhirat

“Sudah dilaporkan, biarkan hukum yang menyentuhnya.”

Dedi menyayangkan tindakan Resbob yang awalnya hanya menyentil suporter Persib namun kemudian mengarah ke penghinaan Suku Sunda. Baginya, sikap seperti itu tidak terpuji dan harus diproses agar menjadi pelajaran.

Meski begitu, Dedi tetap meminta masyarakat agar tidak terpancing emosi berlebihan, mengingat aksi balasan justru bisa menciptakan kegaduhan baru.

Wakil Gubernur Jabar Ikut Geram: “Segera Tangkap untuk Efek Jera”

Reaksi keras juga datang dari Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan. Baginya, tindakan Resbob sudah melewati batas kewajaran dan bukan hanya sekadar penghinaan personal.

Erwan melihat ada unsur SARA, yang jika dibiarkan dapat merusak harmoni masyarakat di Jawa Barat.

“Meminta pihak Kepolisian untuk segera menangkap pelaku serta memberikan efek jera agar tidak terulang lagi,” ujar Erwan tegas.

Ia mengingatkan bahwa tindakan ini dilakukan oleh individu, bukan kelompok. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak melakukan serangan balik, karena proses hukum sudah berjalan.

Ketika video Resbob viral, banyak yang tak percaya bahwa ucapan seperti itu bisa dilontarkan secara live. Dalam video tersebut, Adimas sedang menyetir mobil sambil melakukan siaran langsung di media sosialnya.

Baca Juga: Viral Resbob Hina Suku Sunda: Kang Dedi Mulyadi Ajak Warga Sunda Tetap Tenang dan Berkelas

Awalnya ia menyinggung rivalitas klasik antara Viking dan Bonek. Namun dalam hitungan detik, obrolan itu berubah jadi hinaan yang jauh lebih kasar:

“Pokoknya semua Sunda ang. Semua orang Sunda ang!”

Potongan video itu menyebar cepat, membuat kemarahan publik tak terbendung. Banyak artis dan tokoh publik ikut mengecam, mulai dari pesepakbola, selebritas, hingga pendukung Persib.

Tak lama setelah video viral, kuasa hukum Viking Persib Club, Arvio Pratama, melaporkan Resbob ke Polrestabes Bandung. Meski Resbob sudah membuat video permintaan maaf di TikTok, langkah hukum tetap dijalankan.

“Yang tersinggung bukan satu dua orang, tapi seluruh masyarakat Sunda,” tegas Arvio.

Hukum Menjerat: Pasal Berlapis Menunggu

Dengan laporan yang masuk, Resbob terancam beberapa pasal serius, antara lain:

Jika diproses penuh, ancaman hukuman dapat berupa pidana penjara.

Komedian Sule
Komedian Sule

Respons Sule yang Menggelegar: “Mulut Anda Lebih Najis dari Anjing”

Meski pemerintah turun tangan, api kemarahan publik mulai membara setelah Sule mengungkapkan kejengkelannya.

Sule menyampaikan pesan keras, namun tetap dalam koridor logika yang tajam. Salah satu kalimat paling menohok yang menjadi viral adalah:

“Anjing itu najis liurnya, tapi dia masih punya etika. Mulut Anda lebih najis daripada anjing.”

Ia bahkan menutup videonya dengan kalimat yang menghantam harga diri Resbob:

“Ingat itu ya. Anda itu rendah, rendah di pandangan manusia. Semoga selamat dunia akhirat. Hati-hati.”

Unggahan Sule banjir dukungan. Ribuan komentar warganet menyetujui sikap keras yang disampaikan sang komedian.

Baca Juga: Daftar Jejak Kontroversi Resbob: Dari Azizah Salsha Sampai Menghina Sunda dan Viking Supporter Persib Bandung

Mengapa Kasus Ini Pecah Jadi Isu Besar?

Angle yang jarang dibahas media lain: kasus ini bukan hanya tentang ucapan kasar — tapi tentang keterhubungan emosional orang Sunda terhadap jati diri budayanya.

Orang Sunda dikenal santun dan tidak mudah marah. Namun ketika identitas budaya mereka dihina secara terang-terangan, itu dianggap menyentuh ranah:

Ini menjelaskan mengapa reaksi publik begitu besar. Bukan tentang viral, bukan tentang sensasi—tapi soal martabat yang diinjak-injak.

Editor : Mahendra Aditya
#Resbob minta maaf #viking persib club lapor polisi #Bigmo dan Resbobb #resbob hina suku sunda #resbob #viking #sule #Bigmo Jannah #Resbob klarifikasi #viking persib #resbobb menghina suku sunda #bigmo #sule angkat bicara #Resbobb #sunda #Resbob viral