Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Biodata Resbobb, Nama Lengkap, Tanggal Lahir, Agama Hingga Karir, Bikin Konten Menghina Viking dan Sunda

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 12 Desember 2025 | 00:17 WIB
Adimas Firdaus alias Resbobb
Adimas Firdaus alias Resbobb

 

RADAR KUDUS - Nama Adimas Firdaus, atau yang lebih dikenal sebagai Resbobb, mendadak menguasai lini masa setelah sebuah video live streaming memperlihatkan dirinya melontarkan pernyataan bernada penghinaan terhadap suku Sunda, Viking, dan pendukung Persib Bandung.

Dalam hitungan jam, potongan videonya menjadi bahan obrolan semua platform, dari YouTube hingga TikTok, dari X hingga Instagram.

Bukannya sekadar “ribut-ribut digital”, video itu memantik reaksi berantai yang jauh lebih dalam: sentimen kesukuan tersentuh, warganet tersinggung, dan rekam jejak kontroversinya kembali diseret ke permukaan. Publik pun mulai mempertanyakan: siapa sebenarnya sosok bernama Resbobb?

Di kanal YouTube Rgbgob, Adimas membangun karakter penyiar “barbar”, ceplas-ceplos, dan tanpa filter. Model komunikasi yang ia pilih memang sengaja menonjolkan sensasi—dan selama ini, sensasi itu yang membuat namanya dikenal.

Namun kali ini, strategi provokasi yang selama ini menjadi “jualan utama” justru menjadi bumerang. Video itu memperlihatkan bahwa gaya “asal bicara” tidak lagi dilihat sebagai hiburan, melainkan serangan langsung terhadap identitas kebudayaan suatu kelompok.

Netizen pun mendesak penegakan hukum, bukan lagi sekadar meminta permintaan maaf.

Bigmo Ikut Terseret

Yang tak kalah menarik, publik sempat keliru dan menuduh video itu dilakukan oleh Bigmo, adik kandung Adimas yang jauh lebih populer dengan konten gaming. Tidak butuh waktu lama, Bigmo muncul dengan klarifikasi tegas:

“Itu abang gue. Gue nggak setuju sama sekali dengan ucapannya. Gue cinta sepak bola dan semua ras.”

Ucapan ini memperlihatkan dinamika lain yang jarang dibahas: bagaimana kesalahan satu orang bisa membebani reputasi keluarga, terutama ketika keduanya berada di industri yang sama. Ini juga menjadi bukti bahwa meski populer bersama, mereka memiliki nilai dan batasan yang berbeda.

Video itu mencetak reaksi yang jauh lebih luas karena menyangkut isu SARA, ranah paling sensitif di Indonesia. Penghinaan terhadap suku tertentu bukan sekadar pendapat emosional—ia menyentuh identitas kolektif, harga diri budaya, dan sejarah panjang hubungan antar-etnis.

Pakar hukum mulai menganalisis potensi pasal yang dapat dikenakan. Publik semakin geram karena sebenarnya, Adimas masih memiliki kasus hukum lain yang belum selesai, yaitu dugaan pencemaran nama baik terhadap selebgram Azizah Salsha. Kasus tersebut bahkan sudah naik ke tingkat penyidikan.

Dengan insiden baru ini, tekanan publik makin hebat. Banyak yang menilai bahwa gaya bermedia sosial tanpa batas harus dipertanggungjawabkan secara hukum.

Dalam salah satu potongan video, Adimas menyebut bahwa ia sengaja memancing keributan karena “orang Indonesia suka drama.” Ironisnya, strategi itu justru menghancurkan dirinya sendiri.

Konten provokatif yang dulu dianggap hanya sebagai gimmick, kini berubah menjadi badai moral dan hukum yang sulit dikendalikan.

Akun media sosialnya diam, aktivitasnya menghilang, dan upaya klarifikasi tak muncul hingga kini. Keheningan itu justru memperbesar spekulasi dan kemarahan publik.

Jejak Kontroversi

Nama Resbobb memang tak asing dalam daftar konflik digital. Sebelum kasus SARA ini, ia sudah menghadapi tekanan hukum dari kasus Azizah Salsha.

Bersama Bigmo, ia pernah mencoba menyelesaikannya lewat restorative justice—namun ditolak oleh pihak pelapor.

Artinya, reputasinya sudah goyah jauh sebelum video penghinaan ini meledak. Namun kali ini, isu yang disentuh jauh lebih sensitif.

Jika sebelumnya hanya sengketa personal, sekarang menyangkut identitas suku dan kelompok besar.

Efeknya pun berlipat ganda.

Gelombang kecaman datang dari masyarakat Sunda, komunitas Viking, hingga para pegiat anti-diskriminasi. Di mata mereka, ucapan Adimas tidak lagi bisa dianggap sebagai “lelucon barbar”.

Tekanan publik kini mengarah ke penegakan hukum. Banyak pihak menilai bahwa proses ini penting untuk memberikan efek jera bagi kreator lain yang sering menormalkan ujaran kebencian atas nama konten.

Jika ditarik lebih luas, kasus ini menjadi refleksi atas dinamika dunia kreator digital di Indonesia:

Pada akhirnya, ruang digital membutuhkan kesadaran batas, bukan sekadar keberanian berbicara.

Biodata Ringkas Adimas Firdaus (Resbobb)

• Nama: Adimas Firdaus
• Alias: Resbob / Rgbgob
• Profesi: Streamer & Konten Kreator
• Hubungan keluarga: Kakak dari YouTuber Bigmo
• Agama: Islam
• Kasus aktif:
– Pencemaran nama baik (Azizah Salsha) – tahap penyidikan
– Video penghinaan suku Sunda – berpotensi laporan hukum

Kasus Resbobb adalah pengingat: kebebasan berbicara bukan tiket bebas menghina identitas orang lain. Di era digital, rekam jejak tidak bisa dihapus semudah menekan tombol, dan setiap kata memiliki konsekuensi hukum maupun moral.

Kontroversi ini membuka pintu diskusi baru: sampai mana kreator boleh mengekspresikan dirinya, dan kapan mereka harus berhenti sebelum melukai banyak orang?

Jawaban akhirnya kembali ke satu hal: tanggung jawab.

Editor : Mahendra Aditya
#Bigmo dan Resbobb #profil resbobb adimas firdaus #Bigmo Jannah #Adimas Firdaus #resbobb menghina suku sunda #bigmo #Resbobb #Video Viral Rgbgob